Kamis, 02 Februari 2012

Akuntansi Joint Venture

Joint Venture adalah kerjasama yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk menyelenggarakan usaha bersama dalam jangka waktu tertentu, dan kerjasama tersebut akan berakhir setelah tujuan tercapai atau pekerjaan selesai
KEANGGOTAAN JOINT VENTURE
Para Anggota (pihak yang menyelenggarakan) Joint Venture sering disebut dengan istilah Venture atau Partner atau Sekutu, Anggota joint venture dapat berupa perseorangan, peresekutuan dan PT., pada umumnya semua partner iktu mengelola jalannya perusahaan. Salah satu di antara para sekutu bertindak sebagai manajer, yang disebut managing partner.
Akuntansi Joint Venture
Pada dasarnya Akuntansi Joint Venture dapat diselenggarakan dengan 2 Metode, yaitu :

1. Metode Akuntansi Terpisah
2. Metode Akuntansi Tidak Terpisah

Ø Metode Akuntansi Terpisah
Rekening-rekening yang diselenggarakan dalam perusahaan Joint Venture adalah :
Aktiva, Utang, Modal untuk masing-masing sekutu dan Pengahsilan serta Biaya.
Pada Metode ini masing-masing sekutu hanya akan mencatat investasinya sendiri saja, jadi para sekutu hanya akan mencatat apa bila hanknya berubah.
Contoh: Dalam rangka perayaan Hari Raya, 200x A, B dan C sepakat untuk mengadakan joint venture yang bergerak dalam bidang penjualan Pakaian dan Mainan anak-anak. Setoran masing-masing sekutu disepakati :
Tn. A Rp. 10.000.000, Tn. B Rp. 10.000.000 dan Tn. C Rp. 15.000.000
Cara Pembagian Laba disepakati:
a. A sebagai managing partner mendapatkan Bonus 20% Laba
b. Sisa Laba sete;ah dikurang bonus akan dibagi A= 30%; B = 30% dan C = 40%
c. Transaksi yang terjadi selama beroperasinya Joint Venture adalah
1. Tn. A Menyetor Modal berupak Kas Rp. 10.000.000
2. Joint Venture membayar biaya sewa tempat sebesar Rp. 2.500.000
3. Tn. B menyetor Kas sebesar Rp. 10.000.000 sebagai setoran Modal
4. Tn. C menyerahkan barang dagangan sebagai setoran modal. Harga perolehan barang dagangan tersebut Rp. 14.000.000, akan tetapi nilainya disepakati Rp. 15.000.000
5. Joint Venture Membeli tambhan barang dagangan seharga Rp. 9.000.000. Pembelian ini dilakukan oleh Managing Partner
6. Joint Venture membayar berbagai macam biaya usaha sebesar Rp. 3.500.000,-
7. Joint Venture berhasil menjual semua barang dagangan seharga Rp. 35.000.000 secara tunai
8. Laba Rugi Joint Venture dihitung dan dibagikan kepada para Partner
Joint Venture dibubarkan dan semua kas dibagikan kepada para sekutu.
Diminta : Buat Pencatatan Jurnal yang dilakukan oleh Joint Venture maupun oleh masing-masing Partner.
Ø METODE AKUNTANSI TIDAK TERPISAH
Pada Metode ini, Akuntansi Terhadap Joint Venture di selenggarakan Oleh masing-masing Sekutu (Partner). Akuntansinya dapat dibagi 2, yaitu diselenggarakan oleh :

1. Managing Partner (Sekutu Manajer)
2. Non-Managing Partner (Sekutu Biasa)

a. Managing Partner
Pada dasarnnya managing partner akan menyelenggarakan Rekening secara Lengkap, Rek2. Aktiva, Utang, Modal, Pendapatan dan Biaya.
Rekening Modal Biasanya diganti dengan Rek, Sekutu ybs., misalnya Rek. Modal C -----à Rek. C.
Dengan demikian Rek.2., Yang diselenggarakan Managing Partner yaitu:
Aktiva-Joint Venture, Utang-Joint Venture, rekening Sekutu, rekening Joint Venture.
v Rekening Aktiva-Joint Venture.
Rekening ini akan di Debet Kalau +, dan kredit Kalau Berkurang (-), antara lain :
Kas-Joint Venture
Piutang Wesel-Joint Venture
Piutang Dagang-Joint Venture
v Rekening Utang-Joint Venture.
Rekening ini akan di Debet Kalau -, dan kredit Kalau Bertambah (+)
v Rekening sekutu
Masing-masing partner hanya akan menyelenggarakan rekening Sekutu untuk partner yang lain, jadi tidak akan menyelenggarakan rekening untuk diri sendiri. Jadi Managing Partner hanya akan menyelenggarakan Rekening Sekutu Untuk Managing Partner.
v Rekening joint venture
Rekening ini merupakan gabungan dari Rek. Pendapatan dan Biaya. Jadi saldo Rek. Ini akan menunjukkan Laba Rugi.
b. Non-Managing Partner
Non Managing Partner hanya menyelenggarakan 2 Macam Rekening, yaitu:
1. Rekening Joint Venture
2. Rekening Sekutu
Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar