Tampilkan postingan dengan label Accounting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Accounting. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Metode Pembukuan Terpisah dan Tidak Terpisah Penghitungan Likuidasi Joint Venture

Metode Pembukuan Terpisah dan Tidak Terpisah Penghitungan Likuidasi Joint Venture
Rasio Laba-Rugi Cicilan pertama dengan Metode Pembukuan Terpisah dan Pembukuan Gabungan Sekutu

Suatu usaha perdagangan khusus yang dilakukan oleh dua orang atau lebih atau oleh kesatuan usaha, yang dihentikan apabila tujuan yang ditetapkan tercapai disebut usaha patungan. Ada dua metode akuntansi untuk usaha patungan :
(1) Buku-buku tersendiri atau terpisah diselenggarakan untuk usaha patungan ;
(2) Buku-buku tersendiri tidak diselenggarakan, tetapi perkiraan untuk transaksi usaha patungan dicatat dalam buku sekutu atau lebih.
Pada penyelenggaraan buku-buku tersendiri

Transaksi Buku persekutuan Firma
(1) A menyerahkan tanah kpd usaha patungan dg nilai lancar yg disetujui sebesar $100.000; harga pokoknya bagi A sebesar $75.000 Tanah .............$100.000
Modal A ..................$100.000
(2) B menyelesaikan kontrak pemetakan, penghiasan, pengairan dan selokan dan perbaikan lainnya atas tanah sebesar $60.000 Tanah .............$60.000
Modal ....................$60.000
(3) C menyerahkan uang kas kpd A bagi tujuan usaha patungan sebesar $40.000 Kas ...............$ 40.000
Modal C .................$40.000
(4) A membayar iklan, komisi dan biaya penjualan lainnya sebesar $37.500 Biaya penjualan $ 37.500
Kas .....................$37.500
(5) petak-petak tanah dijual unutk total sebesar $250.000; dari jumlah inni $50.000 diterima per kas dan sisanya diterima berupa wesel cicilan Kas ................$ 50.000
Wesel tagih ....$200.000
Tanah ...............$ 160.000
Keuntungan
Penjualan tanah 90.000
(6) wesel tagih cicilan dijual tanpa jaminan dg diskonto 10% Kas.................$180.000
Biaya bunga .......20.000
Wwesel tagih ..... $200.000
(7) laba bersih usaha patungan diikhtisarkan dan ditutup pd perkiraan modal sekutu :
laba bersih.......................................$32.500
imbalan khusu bagi A.....................$ 5.000
saldo $27.500 dibagi dlm
rasio 100:60:40 kpd A,B.C :
A............................................$13.750
B.............................................$ 8.250
C.............................................$ 5.500
$32.500 Keuntungan penjualan
Tanah.............$90.000
Biaya penjualan.......$37.500
Biaya bunga.............$20.000
Modal A..................$18.750
Modal B...................$ 8.250
Modal C....................$ 5.500
(8) A membagikan uang kas dalam penyelesaian akhir usaha patungan Modal A..............$118.750
Modal B...............$ 68.250
Modal C................$ 45.500
Kas.........................$232.500


Buku-buku tersendiri A Buku-buku tersendiri B Buku-buku tersendiri C
Investasi dlm perusahaan ABC $100.000
Tanah $75.000
Keuntungan
Penyerahan
Tanah kpd usaha
patungan $25.000
Investasi dlm Prsh
ABC $60.000
Kas $60.000 Investasi dlm Prsh
ABC $40.000
Kas $40.000
Investasi dlm Prsh
ABC $18.750
Pendapatan dari
Prsh ABC $18.750 Investasi dlm Prsh
ABC $8.250
Pendapatan dari
Prsh ABC $8.250 Investasi dlm Prsh
ABC $5.500
Pendapatan dari
Prsh ABC $5.500
Kas $118.750
Investasi dlm Prsh
ABC $118.750 Kas $68.250
Investasi dlm Prsh
ABC $68.250 Kas $45.500
Investasi dlm Prsh
ABC $45.500

Tanpa penyelenggaraan buku-buku tersendiri


Transaksi
Buku-buku A (sekutu pengelola)
(1) A menyerahkan tanah kpd usaha patungan dg nilai lancar yg disetujui sebesar $100.000; harga pokoknya bagi A sebesar $75.000 Usaha patungan ........$100.000
Tanah ...........................$75.000
Keuntungan penyerahan tanah kpd
Usaha patungan (modal)$25.000
(2) B menyelesaikan kontrak pemetakan, penghiasan, pengairan & selokan, dan perbaikan lainnya atas tanah sebesar $60.000
Usaha patungan..........$60.000
B..................................$60.000
(3) C menyerahkan uang kas kpd A u/ tujuan usaha patungan sebesar $40.000 Kas usaha patungan ...$40.000
C.................................$40.000
(4) A membayar iklan,komisi & biaya penjualan lannya sebesar $37.500 Usaha patungan ......... $37.500
Kas usaha patungan....$37.500
(5) petak-petak tanah dijual u/ total $25.000 dari jml ini $50.000 diterima per kas & sisanya diterima berupa wesel tagih cicilan. Kas usaha patungan ....$50.000
Wesel tagih usaha pat. $200.000
Usaha patungan............$250.000


(6) wesel tagih cicilan dijual tanpa jaminan dg diskonto 10% Kas usaha patungan ...$180.000
Usaha patungan ..........$ 20.000
Wesel tagih-usaha patungan$200.000
(7) Laba bersih usaha patungan diikhtisarkan & ditutup pd perkiraan modal sekutu :
Laba bersih.......................... $32.500
Imbalan khusus bagi A ...........$ 5.000
Saldo $27.500 dibagi dlm rasio
100:60:40:kpd A,B,C :
A.............................................$13.750
B..............................................$ 8.250
C..............................................$ 5.500
$32.500
Usaha patungan............$32.500
Pendapatan dr usaha patungan
(modal).............................$18.750
B.......................................$ 8.250
C.......................................$ 5.500
(8) A membagikan uang kas dlm penyelesaian akhir usaha patungan Kas ........................$118.750
B ............................$ 68.250
C .............................$ 45.500
Kas usaha patungan ........$232.500

Contoh Akuntansi untuk Usaha Patungan

Asumsikan bahwa A, B, dan C menandatangani pandirian sebuah usaha patungan untuk kegiatan pembelian, pengembangan, dan penjualan sebidang tanah. A ditetapkan sebagai sekutu pengelola: pada pembubaran usaha patungan ini, imbalan khusus sebesar $5.000 harus diberikan kepadanya dan saldo laba harus dibagi dalam rasio investasi sekutu.

Buku-buku B Buku-buku C
Usaha Patungan $100.000
A $100.000 Usaha Patungan $100.000
A $100.000
Usaha Patungan $ 60.000
Kas............... $ 60.000 Usaha Patungan $ 60.000
B $ 60.000
A....................... $ 40.000
C $ 40.000 A....................... $ 40.000
Kas............... $ 40.000
Usaha Patungan $ 37.500
A $ 37.500 Usaha Patungan $ 37.500
A $ 37.500

A....................... $250.000
Usaha Patungan $250.000 A....................... $250.000
Usaha Patungan $250.000
Usaha Patungan $ 20.000
A.................... $ 20.000 Usaha Patungan $ 20.000
A.................... $ 20.000
Usaha Patungan $ 32.500
Pendapatan
Dari Usaha Patungan $ 8.250
A 18.750
C 5.500 Usaha Patungan $ 32.500
Pendapatan
Dari Usaha Patungan $ 5.500
A 18.750
B 8.250
Kas..................... $ 68.250
C ........................ 45.500
A $113.750 Kas.................... $ 45.500
B ....................... 68.250
A $113.750







Kepentingan A
(dalam 000) Kepentingan B
(dalam 000) Kepentingan C
(dalam 000)
Kas usaha patungan $ 40 Usaha patungan $160 Usaha patungan $160
Usaha patungan $160
Dikurangi kredit : Dikurangi kredit :
$200 A $60 A $60
Dikurangi : C $40 B $60
B $60 $100 $120
C 40 $100



Kepentingan A $100
Kepentingan B $ 60
Kepentingan C $ 40


Accounting Principle Board mandefinisikan perseroan usaha patungan sebagai “suatu perseroan yang dimiliki dan dioperasikan oleh kelompok bisnis kecil ( usaha-usaha patungan ) sebagai suatu bisnis yang terpisah dan spesifik atau proyek untuk keuntungan mutualis dari anggota kelompok”. Perseroan usaha patungan biasanya tidajk memiliki saham yang dijual secara umum. Jadi masalah pencatatan umumnya berkaitan dengan perlakuan usaha patungan ini pada laporan keuangan individunya. Dengan memperhatikan aspek ini, APB menyimpulkan bahwa:
.........metode ekuitas memungkinkan para investor perseroan usaha patungan merefleksikan sifat yang mendasar dari investasi mereka pada usaha patungan tersebut. Oleh karena itu, investor harus memperkirakan investasi saham biasa pada perseroan usaha patungan dengan metode ekuitas, baik pada laporan keuangan yang dikonsolidasikan, maupun pada laporan keuangan perusahaan induk yang diperuntukkan bagi para pemegang saham sebagai laporan keuangan dari kesatuan laporan utama.



Pencatatan
Transaksi
A B C


1. Kas joint venture 10.000.000,00
Kas 10.000.000,00

2. Joint venture 2.500.000,00 Joint venture 2.500.000,00 Joint venture 2.500.000,00
Kas 2.500.000,00 Modal, A 2.500.000,00 Modal, A 2.500.000,00

3. Kas joint venture 10.000.000,00 Modal, A 10.000.000,00 Modal, A 10.000.000,00
Modal, B 10.000.000,00 Kas 10.000.000,00 Modal, B 10.000.000,00

4. Joint venture 15.000.000,00 Joint venture 15.000.000,00 Joint venture 15.000.000,00
Modal, C 15.000.000,00 Modal, C 15.000.000,00 Persediaan 14.000.000,00
Laba 1.000.000,00

5. Joint venture 9.500.000,00 Joint venture 9.500.000,00 Joint venture 9.500.000,00
Kas joint venture 9.500.000,00 Rekening A 9.500.000,00 Rekening A 9.500.000,00

6. Joint venture 3.500.000,00 Joint venture 3.500.000,00 Joint venture 3.500.000,00
Kas joint venture 3.500.000,00 Rekening A 3.500.000,00 Rekening A 3.500.000,00

7. Kas joint venture 35.000.000,00 Rekening A 35.000.000,00 Rekening A 35.000.000,00
Joint venture 35.000.000,00 Joint venture 35.000.000,00 Joint venture 35.000.000,00

8. Joint venture 5.000.000,00 Joint venture 5.000.000,00 Joint venture 5.000.000,00
Rugi laba 2.200.000,00 Rugi laba 1.200.000,00 Rugi laba 1.600.000,00
Modal, B 1.200.000,00 Rekening A 2.200.000,00 Rekening A 2.200.000,00
Modal, C 1.600.000,00 Modal, C 1.600.000,00 Modal, C 1.200.000,00

9. Kas 12.200.000,00 Kas 11.200.000,00 Kas 16.600.000,00
Rekening B 11.200.000,00 Modal, C 16.600.000,00 Rekening B 11.200.000,00
Modal, C 16.200.000,00 Rekening A 27.800.000,00 Rekening A 27.800.000,00
Kas joint venture 40.000.000,00
Read more >>

Sabtu, 17 Maret 2012

PERSEKUTUAN FIRMA – USAHA LIKUIDASI CICILAN PATUNGAN ( JOINT VENTURES )

PERSEKUTUAN FIRMA – USAHA LIKUIDASI CICILAN PATUNGAN ( JOINT VENTURES )
Prosedur Pembukuan dan Penghitungan
Likuidasi Cicilan


A. Prosedur Pembukuan Cicilan

Pembagian uang kas kepada para sekutu dilakukan dengan cara yang memungkinkan perkiraan modal mereka menyisakan saldo yang cukup untuk menutup kerugian yang mungkin. Jika pembagian uang kas dilakukan selama likuidasi berlangsung, maka jumlah yang akan direalisasi atas aktiva yang masih harus dijual tidak diketahui dan dengan demikian, jumlah kerugian yang akan ditutup belum dapat ditetapkan.

Dalam hal seperti ini, setiap pembagian kepada para sekutu harus dilakukan seakan-akan telah terjadi dimasa lalu. Asumsi ini membutuhkan penetapan:
(1) Kemungkinan total kerugian realisasi atas semua aktiva yang tersisa, dan
(2) Kemungkinan para sekutu kekurangan modal atau yang mungkin kekurangan modal sehingga tidak mampu memenuhi kewajiban mereka kepada perusahaan. Akibat praktis dari prosedur ini adalah melakukan pembagian, yang memungkinkan penetapan sesegera mungkin kepentingan para sekutu dalam rasio laba-rugi.

Rasio Laba-Rugi yang dicapai pada cicilan pertama

Asumsikan bahwa A dan B adalah dua orang sekutu, yang membagi laba dalam rasio 60 : 40. Neraca per 1 Oktober 1997 adalah sebagai berikut :





Firma A & B
Neraca
Per 1 Oktober 1997
Aktiva Kewajiban dan Modal
Kas.................................. $ 15.000 Kewajiban .......................... $ 20.000
Aktiva lainnya................. $ 105.000 Modal A............................... $ 75.000
Modal B............................... $ 25.000
Total aktiva...................... $ 120.000 Total kewajiban & modal.....$ 120.000

Kedua sekutu memutuskan untuk melikuidasi persekutuan firma. Selama bualan Oktober, aktiva dengan nilai buku $ 70.000 direalisasi sebesar $ 55.000. kewajiban sebesar $ 20.000 dibayar. Saldo perkiraan dalam buku persekutuan firma pada akhir bulan Oktober adalah sebagai berikut :
Kas Aktiva lainnya Kewajiban Modal A Modal B
Saldo sebelum likuidasi 15.000 105.000 20.000 75.000 25.000
Penjualan aktiva dan pembagian kerugian 55.000 ( 70.000 ) ( 9.000 ) ( 6.000 )
70.000 35.000 20.000 66.000 19.000
Pembayaran kepada para kreditor ( 20.000 ) ( 20.000 )
Saldo 50.000 35.000 66.000 19.000

Pada saat ini tersedia uang kas $ 50.000 untuk dibagikan dan sementara itu total kepentingan mereka adalah sebesar $ 85.000. Karena jumlah uang kas yang tersedia bagi para sekutu di masa mendatang tidak diketahui, maka pembagian sekarang dianggap terjadi di waktu lalu. Skedul disusun untuk menetapkan pembagian uang kas terlihat sebagai berikut :


Firma A & B
Skedul yang menyertai Laporan Likuidasi
Jumlah yang harus dibayarkan kepada para sekutu
31 Oktober 1997
A B
Saldo modal sebelum pembagian uang kas $ 66.000 $ 19.000
Kepentingan yg dibatasi-kerugian yg mungkin sebesar $ 35.000 jika sisa aktiva tidak direalisasi, yg dapat dibebankan kpd para sekutu dlm rasio 60 : 40 ( 21.000 ) ( 14.000 )
Kepentingan bebas-jumlah yg harus dibayarkan kpd sekutu $ 45.000 $ 5.000

Dengan saldo modal dalam rasio Laba-Rugi, amka pembagian uang kas dimasa mendatang dapat dilakukan dalam rasio Laba- Rugi ini. Asumsikan bahwa dalam bulan Nopember aktiva dengan nilai buku $ 25.000 dijual seharga $ 10.000 dan dalam bulan Desember sisa aktiva dengan nilai buku $ 10.000 dijual seharga $ 12.500. Maka laporan likuidasi yang mengikhtisarkan proses likuidasi lengkap terbaca sebagai berikut :

Firma A & B
Laporan Likuidasi
1 Oktober – 31 desember 1997
Rasio bagi laba Modal rugi
Kas Aktiva lainnya kewajiban Modal A 60 % Modal B 40 %
Saldo sebelum likuidasi $ 15.000 $ 105.000 $ 20.000 $ 75.000 $ 25.000
Ooktober-penjualan aktiva & pembagian kerugian 55.000 ( 70.000 ) ( 9.000 ) ( 6.000 )
$ 70.000 $ 35.000 $ 20.000 $ 66.000 $ 19.000
Pembayaran kpd para kreditor ( 20.000 ) ( 20.000 )
$ 50.000 $ 35.000 $ 66.000 $ 19.000
Oktober-cicilan kpd para sekutu ( lihat skedul ) ( 50.000 ) (45.000 ) ( 5.000 )
$ 35.000 $ 21.000 $ 14.000
Nopember penjualan aktiva & pembagian kerugian $ 10.000 ( 25.000 ) (9.000 ) ( 6.000)
$ 10.000 $ 10.000 $ 12.000 $ 8.000
Nopember-cicilan kpd para sekutu dlm rasio laba-rugi (10.000) (6.000) (4.000)
$ 10.000 $ 6.000 $ 4.000
Desmber-penjualan aktiva & pembagian keuntungan $ 12.500 (10.000) 1.500 1.000
$ 12.500 7.500 5.000
Desember-cicilan kpd para sekutu dlm rasio laba-rugi (12.500) (7.500) (5.000)

Ayat-ayat jurnal untuk mencatat proses likuidasi :

Transaksi Ayat jurnal
Oktober-penjualan aktiva dg nilai buku $ 70.000 seharga $ 55.000, rugi dibagikan dlm rasio 60 : 40 Kas......................$ 55.000
Modal A................ 9.000
Modal B............... 6.000
Aktiva lainnya...............$ 70.000
Pembayaran kpd para kreditor Kewajiban............$ 20.000
Kas .............................$ 20.000
Oktober-pembayaran kpd para sekutu, yg menyisakan modal dengan saldo yg dapat menutup setiap kerugian dimasa mendatanng Modal A ..............$ 45.000
Modal B ............... 5.000
Kas ................................$ 50.000
Nopember-penjualan aktiva, dengan nilai buku $ 25.000, seharga $ 10.000 Kas ........................$ 10.000
Modal A ................ 9.000
Modal B ................. 6.000
Aktiva lainnya ................$ 25.000
Nopember-penjualan aktiva dg nilai buku $ 10.000 seharga $ 12.500 Modal A .................$ 6.000
Modal B .................. 4.000
Kas ...................................$ 10.000
Desember-penjualan aktiva dengan nilai buku $ 10.000 seharga $ 12.500 Kas ...........................$ 12.500
Aktiva lainnya..................$ 10.000
Modal A .......................... 1.500
Modal B ........................... 1.000


Desember-pembayaran kepada para sekutu dalam rasio laba-rugi Modal A ....................$ 7.500
Modal B ...................... 5.000
Kas ....................................$ 12.500

Rasio Laba-Rugi yang dicapai kemudian setelah cicilan pertama
Asumsikan bahwa X, Y dan Z berbagi laba-rugi dalam rasio 50 : 30 : 20. Neraca disusun tepat sebelum likuidasi terbaca sbb :

Firma X, Y & Z
Neraca
Per 1 Juli 1997
Aktiva Kewajiban & modal
Kas $ 10.000 Kewajiban $ 52.500
Aktiva lainnya 230.000 Pinjaman X 12.500
Pinjaman Y 10.000
Modal X 65.000
Modal Y 50.000
Modal Z 50.000
Total aktiva 240.000 Total kewajiban & modal $ 240.000

Aktiva secara berturut-turut dijual dan uang kas dari realisasi aktiva dibagikan kepada para sekutu pada tiap akhir bulan. Realisasi aktiva dilakukan berturut-turut sbb :

Juli : Aktiva dg nilai buku $ 70.000, dijual seharga $ 50.000
Agustus : Ativa dg nilai buku $ 30.000,dijual seharga $ 20.000
September : Aktiva dg nilai buku $ 25.000, dijual seharga $ 12.500
Oktober : Aktiva dg nilai buku $ 105.000, dijual seharga $ 50.000

Proses likuidasi diikhtisarkan dalam laporan likuidasi dan skedul pendukung yag tersebut pada halaman berikut :



Firma X, Y & Z
Skedul A – yang menyertai Laporan Likuidasi
Jumlah yang harus dibayarkan kepada para sekutu
31 Juli 1997
X (50%) Y(30%) Z(20%)
Saldo modal sebelum pembagian uang kas $ 55.000 $ 44.000 $ 46.000
Ditambah : saldo pinjaman 12.500 10.000
Total kepentingan sekutu $ 67.500 $ 54.000 $ 46.000
Kepentingan yang dibatasi-kerugian yg mungkin sebesar $ 160.000, jika sisa aktiva tidak merealisasi sesuatu (80.000) (48.000) (32.000)
(12.500) $ 6.000 $ 14.000
Kepentingan yg dibatasi-kerugian tambahan yg mungkin sebesar $ 12.500 bagi Y & Z, jika X tak mampu memenuhi kekurangan modalnya yg mungkin ( rasio Y & Z – 30 : 20 12.500 (7.500) (5.000)
(1.500) $ 9.000
Kepentingan yg dibatasi-kerugian tambahan yg mungkin sebesar $ 1.500 bagi Z, jika Y tak mampu memenuhi kekurangan modalnya 1.500 (1.500)
Kepentingan bebas-jumlah yg harus dibayarkan kepada Z atas modalnya $ 7.500

Firma X, Y & Z
Skedul B – yang menyertai Laporan Likuidasi
Jumlah yang harus dibayarkan kepada para sekutu
31 Agustus 1997
X (50%) Y (30%) Z (20%)
Saldo modal sebelum pembagian uang kas $ 50.000 $ 41.000 $ 36.500
Ditambah : saldo pinjaman 12.500 10.000
Total kepentingan sekutu $ 62.500 51.000 36.500
Kepentingan yg dibatasi-kerugian yg mungkin sebesar $ 130.000, jika sisa aktiva tidak merealisasi sesuatu (65.000) (39.000) (26.000)
(2.500) $ 12.000 10.500
Kepentingan yg dibatasi-kerugian tambahan yg mungkin sebesar 4 2.500 bagi Y dan Z, jika X tak mampu memenuhi kekurangan modalnya yg mungkin ( rasio Y dan Z – 30 : 20 ) 2.500 (1.500) (1.000)
Kepentingan bebas-jumlah yg harus dibayarkan kepada masing-masing sekutu $ 10.500 $ 9.500
Pembayaran unutk menutup pinjaman $ 10.000
Pembayaran untuk menutup modal 500 $ 9.500
Total pembagian uang kas $ 10.500 $ 9.500

Firma X, Y & Z
Skedul C – yang menyertai Laporan Likuidasi
Jumlah yang harus dibayarkan kepada para sekuutu

X (50%) Y (30%) Z (20%)
Saldo modal sebelum pembagian uang kas $ 43.750 $ 36.750 $ 24.500
Ditambah : saldo pinjaman 12.500
Total kepentingan sekutu $ 56.250 $ 36.750 $ 24.500
Kepentingan yg dibatasi-kerugian yg mungkin sebesar $ 105.000, jika sisa aktiva tidak merealisasi sesuatu (52.500) (31.500) (21.000)
Kepentingan bebas-jumlah yg harus dibayarkan kpd masing-masing sekutu $ 3.750

$ 5.250 $ 3.500
Pembayaran untuk menutup pinjaman $ 3.750
Pembayaran untuk menutup modal $ 5.250 $ 3.500
Read more >>

Jumat, 16 Maret 2012

Pengertian LIKUIDASI BERANGSUR

A. Pengertian Likuidasi

Likuidasi yaitu proses penjualan aktiva non-kas dari persekutuan karena perusahaan persekutuan sudah tidak memungkinkan untuk melunasi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya dan operasional perusahaan juga sudah tidak menguntungkan

B. Tujuan likuidasi

• Mengkonversi aktiva perusahaan menjadi uang tunai dengan kerugian minimum dari realisasi aktiva.
• Untuk menyelesaikan kewajiban yang sah dari persekutuan.
• Untuk membagikan uang tunai dan tunai dan aktiva lain yang tidak dapat dicairkan kepada masing-masing sekutu dengan cara yang adil.

Tujuan fungsi akuntansi yang terkait dengan likuidasi adalah untuk menyajikan informasi yang memadai agar aktiva dapat dibagikan secara adil kepada kreditor dan sekutu dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian terjadi pergeseran dari pengukuran rugi laba periodic menjadi penentuan realisasi keuntungan dan kerugian.





C. Asumsi dasar: Solvensi vs Insolvensi Persekutuan
Likuidasi akan terjadi pada persekutuan yang solven dan tidak solven (insolven). Persekutuan dianggap tidak solven apabila aktiva tercatat tidak memadai untuk melunasi kewajiban persekutuan yang ada. Hal ini merupakan pendekatan entirtas terhadap masalah insolvensi.
Dari segi hokum insolvensi persekutuan dilihat dari sisi agregat/ kumpulan yaitu persekutuan yang dinyatakan tidak solven jika harta masing-masing sekutu ditambah harta persekutuan tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban persekutuan.

D. Pengertian likuidasi Berangsur
Yaitu likuidasi yang nilai realisasi non-kasnya diketahui secara bertahap sehingga realisasinya juga dilakukan secara berangsur.
Proses realisasi kadang memakan waktu lama karena memerlukan prediksi dan proyeksi yang akurat untuk harga realisasi. Oleh karena itu pembagian kas dapat dilakukan sebelum selesainya realisasi. Setelah semua hutang kepada pihak ketiga berarti ada sisa kas lagi yang dapat dibagi dan menjadi hak sekutu.
Kemudian untuk menentukan besarnya pembagian kas ada dua cara, yaitu:
I. Membuat perhitungan pembagian
II. membuat program pembagian kas.

Perhitungan pembagian kas
Prosedur yang harus dilakukan dalam perhitungan pembagian kas:
a) Menghitung saldo modal bersih masing-masing sekutu setelah pelunasan utang kepada pihak ketiga.
b) Menghitung rugi potensial yang maksimal. Besarnya rugi potensial maksimal sama dengan nilai buku aktiva non kas yang belum direalisasi ditambah kas yang disisakan dalam pembagian.
c) Membagi rugi potensial kepada semua sekutu
d) Menghitung saldo modal bersih setelah diperhitungkan rugi potensial.
e) Membagi modal bersih sekutu yang defisit.

Contoh Soal: Perhatikan Neraca Perusahaan Persekutuan MYOB

AKTIVA

Kas
Piutang Dagang
Persediaan
Aktiva tetap

Total Aktiva



Rp. 30.000.000
Rp. 100.000.000
Rp. 125.000.000
Rp. 95.000.000

Rp. 350.000.000
PASIVA

Utang Dagang
Utang – B
Modal M
Modal Y
Modal O
Modal B

Total Pasiva


Rp. 90.000.000
Rp. 15.000.000
Rp. 30.000.000
Rp. 50.000.000
Rp. 75.000.000
Rp. 90.000.000

Rp. 350.000.000


Likuidasi dilakukan secara berangsur sebagai berikut:

Maret : realisasi piutang dagang Rp. 82.000.000. Setelah semua utang kepada pihak ketiga diselesaikan sisa kas dibagi dengan sisa Rp. 3.000.000

April : realisasi persediaan Rp. 85.000.000. Sisa kas langsung dibagi dengan sisa Rp. 1.000.000
Mei : realisasi persediaan Rp. 80.000.000. Sisa kas langsung dibagi semuanya.

Dari informasi diatas buatlah laporan likuidasi berangsur, hitungan pembagian kas dan jurnalnya!





Keterangan Kas Non-Kas Htg Dag Htg P M(10%) Y(20%) O(30%) B(40%)

Sebelum Realisasi 30000 320000 90000 15000 30000 50000 75000 90000
Realisasi-1 82000 -100000 -1800 -3600 -5400 -7200
Saldo 112000 220000 90000 15000 28200 46400 69600 82800
Pelunasan PD -90000 0 -90000 0 0 0 0 0
Saldo 22000 220000 0 15000 28200 46400 69600 82800
Pembagian kas-1 -19000 0 0 -8600 -5900 -1800 -2700 0
Sebelum Realisasi 3000 220000 0 6400 22300 44600 66900 82800
Realisasi-2 85000 -125000 0 0 -4000 -8000 -12000 -16000
Saldo 88000 95000 0 6400 18300 36600 54900 66800
Pembagian kas-2 -87000 0 0 -6400 -8700 -17400 -26100 -28400
Saldo 1000 95000 0 0 9600 19200 28800 38400
Realisasi-3 80000 -95000 0 0 -1500 -3000 -4500 -6000
Saldo 81000 0 0 0 8100 16200 24300 32400
Pembagian kas-3 -81000 0 0 0 -8100 -16200 -24300 -32400
Saldo 0 0 0 0 0 0 0 0


Pembagian Kas-1
Keterangan M(10%) Y(20%) O(30%) B(40%) Total

Saldo 28200 46400 69600 82800 227000
Hutang P 0 0 0 15000 15000
Saldo 28200 46400 69600 97800 242000
Rugi Potensial -22300 -44600 -66900 -89200 -223000
Saldo 5900 1800 2700 8600 19000
Hutang P -8600 -8600
Pengembalian Modal -5900 -1800 -2700 0 -10400


Pembagian Kas-2
Keterangan M(10%) Y(20%) O(30%) B(40%) Total

Saldo 18300 36600 54900 66800 176600
Hutang P 0 0 0 6400 6400
Saldo 18300 36600 54900 73200 242000
Rugi Potensial -9600 -19200 -28800 -38400 -96000
Saldo 8700 17400 26100 34800 19000
Hutang P 0 0 0 -6400 -6400
Pengembalian Modal -8700 -17400 -26100 -28400 -80600
Read more >>

Senin, 12 Maret 2012

Pengertian Persekutuan PT

Tinjauan Umum Persekutuan
A. Pengertian Persekutuan dan Unsur Pokok Persekutuan

a. Pengertian Persekutuan
Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba.
b. Unsur Pokok Persekutuan yaitu :
1. Gabungan atau asosiasi para sekutu.
Sebagai suatu asosiasi dari beberapa sekutu ( individu ) maka persekutuan tidak dapat dipisahkan dengan kesepakatan atau perjanjian, yaitu perjanjian untuk mendirikan, memiliki, dan mengelola persekutuan.
2. Pemilikan dan pengelolaan bersama.
Didalam Persekutuan harus selalu dituntut adanya kebersamaan, yaitu :
a. Persekutuan dimiliki bersama.
b. Persekutuan dikelola bersama.
c. Kalau ada risiko ditanggung bersama.
d. Kalau memperoleh laba dibagi bersama.
3. Tujuan untuk memperoleh laba.
Laba dibagi secara adil menurut rasio atau metode pembagian laba yang telah disepakati.


B. Ketentuan di dalam Perjanjian Persekutuan

Perjanjian persekutuan akan berisi ketentuan-ketentuan yang disepakati oleh para sekutu mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan persekutuan sampai pembubarannya. Isi perjanjian antara lain :
1. Ketentuan mengenai persekutuan.
2. Ketentuan mengenai sekutu.
3. Ketentuan yang berhubungan dengan modal persekutuan.
4. Ketentuan mengenai pembagian laba.
5. Ketentuan yang berhubungan dengan pembubaran persekutuan.
6. Ketentuan mengenai pertanggungan ( asuransi ) terhadap masing-masing sekutu.
Isi perjanjian persekutuan akan dipakai sebagai :
• Dasar pencatatan setoran modal.
• Dasar perhitungan modal.
• Dasar pembagian laba.
• Dasar pencatatan transaksi-transaksi persekutuan yang menyangkut modal.
• Dasar pembagian aktiva dalam likuidasi.
Dari uraian diatas terlihat bahwa perjanjian mempunyai peranan yang sangat penting dalam persekutuan mulai dari pendirian hingga pembubarannya.

C. Penggolongan Persekutuan

Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
1. Persekutuan Firma ( Fa ), adalah :
Persekutuan yang didirikan atau diadakan untuk menjalankan perusahaan dengan menggunkan nama bersama di mana semua sekutu bertanggung jawab penuh dan biasanya ikut aktif mengelola perusahaan.





2. Persekutuan Komanditer ( cv ), adalah :
Suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha di mana salah satu atau lebih dari anggotanya bertanggung jawab terbatas.
a. Sekutu Aktif, adalah :
Sekutu yang ikut aktif mengelola perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan seluruh harta pribadinya.
b. Sekutu Pasif (Silent Partner), adalah :
Sekutu yang hanya menyetor modal saja tanpa ikut mengelola perusahaan.
3. Joint Stock Company, adalah :
Persekutuan yang struktur modalnya terbagi atas saham-saham yang dapat dipindah-tangankan. Besarnya saham masing-masing sekutu didalam Joint Stock Company tidak menunjukkan besarnya tanggung jawab sekutu yang bersangkutan melainkan hanya menunjukkan besarnya pemilikan.

D. Karakteristik Utama Persekutuan
Karakteristik utama adalah merupakan sifat utama atau ciri khas persekutuan yang meliputi:
1. Mutual Agency
Masing-masing sekutu merupakan agen ( wakil, perantara, perpanjangan tangan ) dari persekutuan.
2. Limited Life
Umur persekutuan adalah terbatas. Hal-hal yang mebatasi umur persekutuan antara lain perjanjian persekutuan, ketentuan hukum serta putusan pengadilan. Sewaktu-waiktu persekutuan dapat bubar karena masuknya sekutu baru, pengunduran sekutu dan sebagainya.
3. Unlimited Liability
Tanggung jawab masing-masing sekutu ( kecuali sekutu pasif ) tidak terbatas pada modal yang telah disetor saja.
4. Ownership of an Interset in a Partnership
Kekayaan yang telah disetor ke dalam persekutuan sudah bukan lagi milik sekutu penyetor, melainkan milik semua sekutu.
5. Participation on Partnership Profit
Masing-masing sekutu mempunyai hak di dalam pembagian laba atau rugi persekutuan.
6. Right to Dispose of a Partnership Interest
Masing-masing sekutu mempunyai hak untuk menjual atau memindahkan haknya atas modal dan hak atas laba kepada orang lain, baik kepada anggota sekutu maupun bukan.
7. Mutual Liabiliy
Semua sekutu bertanggung jawab terhadap utang persekutuan. Jadi utang persekutuan adalah juga utang seluruh sekutu

E. Alasan Pemilihan Persekutuan Atau Bentuk Badan Usaha Lainnya
Pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha berupa persekutuan atau bukan adalah berdasarkan kelemahan dan kelebihan persekutuan dibandingkan bentuk badan usaha lainnya seperti perseroan terbatas dan lain-lain. Oleh karena itu perlu dibahas mengenai kelebihan dan kelemahan persekutuan.

Kelebihan Bentuk Usaha Persekutuan:
1. Bentuk persekutuan seperti firma lebih mudah dalam pendiriannya.
2. Bentuk persekutuan seperti firma juga lebih mudah dalam pembubarannya misalkan akan berubah menjadi bentuk perseroan terbatas.
3. Bentuk persekutuan juga mempunyai kebebebasan dan keluwesan dalam menentukan bentuk usahanya.
4. Kebebasan masing-masing sekutu dalam pengambilan keputusan.
5. Persekutuan hanya wajib melaporkan pajaknya tetapi bukan pembayar pajaknya karena yang membayar pajak adalah para sekutu yang memperoleh laba persekutuan. Pajaknya berupa pajak penghasilan.
Kelemahan Bentuk Usaha Persekutuan:
1. Tanggung jawab pribadi sekutu akan hutang perusahaan.
2. Kelangsungan hidup perusahaan biasanya terbatas karena ikut ditetukan oleh perjanjian dalam pendirian persekutuan.
3. Kesulitan dalam memindahtangankan kepentingan pemilik.

F. Akuntansi Dalam Persekutuan
Pada persekutuan laba atau rugi selalu dibagi di antara para sekutu sesuai dengan metode pembagian laba yang telah disepakati. Pembagian laba adalah pemindahan saldo laba ( rugi ) persekutuan ke rekening modal masing-masing sekutu. Mengenai modal sekutu pada dasarnya merupakan keseluruhan dari hak para sekutu terhadap persekutuan. Pada umumnya hubungan ekonomis antara persekutuan dan para sekutu ditampung di dalam tiga rekening, yaitu :
1. Rekening “ Modal ”
Rekening modal menunjukkan besarnya hak modal sekutu yang bersangkutan. Modal masing-masing sekutu berasal dari setoran modal mula-mula. Selanjutnya akan bertambah dengan setoran tambahan modal dan pembagian laba serta berkurang dengan pengambilan modal dam pembgian rugi. Rekening modal akan didebit apabila berkurang dan dikredit apabila bertambah.
Aktiva- Kas Rp. XXXX
Aktiva Non Kas Rp. XXXX
Modal Sekutu A Rp. XXXX
Modal Sekutu B Rp. XXXX
Modal Sekutu C Rp. XXXX

2. Rekening “ prive ”
Rekening prive juga diselenggarakan untuk tiap-tiap sekutu. Rekening akan didebit apabila terjadi pengambilan harta persekutuan untuk sekutu. Sedangkan Rekening akan dikredit dengan bagian laba ( apabila tidak langsung ditutup ke rekening modal ).
Modal Rp. XXXX
Prive Rp XXXX
Pada akhir periode saldo rekening “ prive ” ini akan dipindah ke rekening “ modal ” sekutu yang bersangkutan yaitu :
• Ke sisi debit, apabila rekening prive bersaldo debit.
• Ke sisi kredit apabila rekening prive bersaldo kredit.
Jadi setelah tutup buku saldo rekening prive selalu nol.
3. Rekening “ Utang Kepada Sekutu ”
Rekening ini akan di debit apabila utang kepada sekutu berkurang dan di kredit apabila utang kepada sekutu bertambah. Dalam hal persekutuan dilikuidasi maka saldo rekening ini ikut dipertimbangkan di dalam menghitung bagian kas sekutu yang bersangkutan. Di dalam neraca saldo disajikan pada kelompok pasiva, yaitu utang.
Kas Rp. XXXX
Utang sekutu B Rp. XXXX

4. Rekening ‘ Piutang Kepada Sekutu ”
Rekening ini didebit apabila piutang kepada sekutu bertambah dan dikredit apabila piutang kepada sekutu berkurang. Dalam hal persekutuan dilikuidasi yaitu mengurangi hak sekutu yang bersangkutan.

Didalam neraca saldo rekening disajikan dalam kelompok aktiva, yaitu piutang.
Piutang Rp. XXXX
Kas Rp. XXXX

Piutang kepada pihak ketiga:
Piutang dagang Rp. XXXX
Penjualan Rp. XXXX
Read more >>

Senin, 30 Januari 2012

Istilah-istilah penting akuntansi

Aktiva operasi tidak lancar (noncurrent operating assets)
Aktiva tak berwujud (intangible assets)
Biaya pengembangan software (software development cost)
Biaya yang di kapitalisasi (capitalized assets)
Goodwill
Goodwill negatif (negative goodwill)
Kelayakan teknologi (technological feasibility)
Kewajiban penghentian aktiva(asset retirement obligation)
Komponen(component)
Metode biaya penuh (full cost method)
Metode pembelian(purchase method)
Metode usaha yang berhasil (successful effors method)
Pembaruan (ranewals)
Pembelian secara paket (basket purchase)
Pemeliharan (maintenance)
Penambahan (additions)
Penelitian (reseach)
Penelitian dan pengembangan (reseach and development)
Penemuan (discovery)
Pengembangan (development)
Penggantian (replacement)
Perbaikan (repair)
Rasio perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover ration)
Sewa guna usaha koperasi (operating lease)
Sewa guna usaha modal (capital lease)
Sumbangan (donation)
Aktiva sejenis (smilar asset)
Aktiva tidak sejenis (dissimilar assets)
Amortisasi (amortization)
Deplesi (depletion)
Kerugian (loss)
Kerugian yang diindikasikan (indicated loss)
Keuntungan (gain)
Keuntungan ditangguhkan (deferred gain)
Nilai buku (book value)
Nilai residu/sisa (residual/salvage value)
Penurunan nilai (impairment)
Penyusutan garis luruh (straight line depreciation)
Penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation)
Penyusutan (depreciation)
Penyusutan faktor pemakaian (use-factor depreciation)
Penyusutan faktor waktu (time-factor depreciation)
Penyusutan gabungan (composite depreciation)
Penyusutan jam sisa(service-hours depreciation)
Penyusutan jumlah angka tahun (sum-of-the years-digit depreciation)
Penyusutan jumlah unit produksi (productive-output-depreciation)
Penyusutan kelompok (group depreciation)
Penyusutan per uni (uni depreciation)
Penyusutan saldo menurun (declining balance depreciation)
Penyusutan saldo menurun ganda (double-declining-balance-depreciatoin)
Sumber daya alam (natrual resources)
Anak perusahaan (subsidiary company).
Kendali (control)
Laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statement)
Metode ekuitas (equity method)
Pengaruh signifikan (significant influence)
Induk perusahaan (parent company)
Efek ekuitas (equity securies)
Efek motede ekuitas (equity method method securities)
Efek hutang (debt securities)
Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities)
Opsi pembelian murah (bargain purchase option)
Opsi pembaharuan murah (bargain renewal option)
Sewa guna usaha modal (capital lease)
Sewa guna usaha pendanaan langsung (direct financing lease)
Biaya pelaksanaan (executory costs)
Nilai sisa atau nilai residu yang dijamin (guaranteed residual value)
Tingkat bunga implisit (implisit interest rate)
Tingkat bunga meningkat atau inkremental (incremental interest rate)
Biaya langsung awal (initial direct cost)
Sewa guna usaha (lease)
Masa sewa guna usaha (lease term)
Penggunaan aktiva sewa guna usaha (lease)
Pemilik aktiva sewa guna usaha (leasor)
Pembayaran minimum sewa guna usaha (minium lease payment)
Tidak dapat dibatalkan (noncancelable)
Sewa guna usaha penjualan (sales-type leases)
Nilai sisa atau nilai residu yang tidak dijamin (unguaranteed residual value)
Penjualan dan penyewaan kembali (sale-leaseback)
Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pejak antarperiode (assets and liability method of interperiod tax allocation)
Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)
Tarif pajak efektif (effective tax rate)
Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)
Alokasi pajak antarperiod (interperiod tax allocation)
Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)
Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryforward)
Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)
Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)
Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)
Perbedaan temporer (temporary differences)
Penyisihan penilaian (valuation allowance)
Read more >>

Senin, 16 Januari 2012

Peluang Kerja Akuntansi dan Sedikit Tips Belajar Mudah Akuntansi

Akuntansi merupakan jurusan yang memiliki potensi peluang kerja yang sangat luas, mengapa demikian? karena kita tahu bahwa setiap perusahaan atau kantor mau yang kecil maupun besar membutuhkan akuntan untuk menangani masalah keuangannya. Saya pribadi seh memilih jurusan ini karena peluang gawenya begitu besar, gw bisa ngelamar di mana ja yang gw mau. Kita bisa kerja di Bank, di Rumah sakit, di Kantor Perpajakan, di Perusahaan2 tertentu, and others. Memang jurusan ini sangat susah (Pribadi saya), mengapa? karena untuk memahaminya membutuhkan logika, konsentrasi yang kuat dan akurat. Kalau logika dan konsentrasi kita kuat, sudah pasti kita memahaminya.

Kalian yang mengambil jurusan accounting, mau mengambil konsentrasi apa? kalau saya seh mau ngambil perpajakan, karena duitnya kenceng tuh...he7, tapi saya mampu nggak yah? semua orang pasti bisa asalkan kita mau niat untuk menjalankannya dan berusaha dan terus berusaha belajar dan belajar samapai titik maksimal. Saya mengharap doa pembaca blog saya ini agar saya bisa menjadi accounting yang profesional dan dinamis. Begitu pun dengan saya, saya juga akan mendoakan kalian supaya bisa menjadi akuntan yang profesional.

Sedikit tips belajar mudah memahami akuntansi dari saya, sebagai berikut:

1. Kalau sedang belajar/kuliah anda jangan melamun, apalagi ngelamunin yang ngeres2. Bisa2 konsentrasi Anda bisa buyar, dan materi yang diberikan guru/dosen tidak akan masuk sama sekali. Percaya deh! (kunci utamanya pada saat belajar/kuliah full konsentrasi).
2. Pada saat belajar/kuliah usahakan sebelumnya Anda tidak makan yang terlalu banyak, karena Anda akan mengantuk, akhirnya Anda tidur deh.......
3. Pada saat guru/dosen menerangkan usahakan memperhatikan dahulu sebelum menulis/mencatat, karena dengan Anda memperhatikan dan mendengarnya materi akan jauh lebih masuk.
4. Setelah tahap keempat Anda coba evalusi materi yang telah disampaikan oleh guru/dosen Anda, terus intensif yah....
5. Karena Akuntansi itu sulit dan membutuhkan konsentrasi dan logika yang tinggi, Anda harus sering latihan soal dirumah, diskusi antar teman, (coba anda kerjakan soal akuntansi pada buku Anda). Setiap hari rutin minimal 2 jam/hari.okey!
6. Sebaiknya dalam menyelesaikan tugas akuntansi alangkah baiknya jika anda mengaplikasikan soal akuntansi dengan pikiran penuh berandai-berandai contohnya begini misalkan soalnya coba anda jurnal transaksi di setor uang kas ke bank sebesar 1.500.000 jadi jika anda berpikir dengan beranda- andai uang yang kas di kas ada 1.500.000 tapi uang itu akan di setor ke bank berarti jumlah rekening di bank bertambah di donk sedangkan uang kas saya akan berkurang 1.500.000 jadi jurnalnya. debet= bank 1.500.000 dan kredit= kas 1.500.000

Saya juga mau berlatih terus dengan soal2 yang ada, supaya mendaptkan nilai "A" . Semoga tips dari saya ini berguna untuk Anda!
Read more >>

Kamis, 30 Juni 2011

Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!

Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!
Minggu, 14 Februari 2010
Posisi » Home » download » Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!
Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!

Buat kawan yang kebetulan lagi sibuk mikirin tentang pembuatan judul skripsi akuntansi atau mungkin juga proposal skripsi akuntasi keuangan, silakan dilihat2 dibawah ini:


sebelumnya, utk sedikit penyegaran

jurusan Akuntansi meliputi konsentrasi:
* Pasar Uang Dan Pasar Modal
* Pemeriksaan Akuntansi atau Audit
* Perpajakan
* Sistem Informasi Akuntansi
* Akuntansi Manajemen
* Akuntansi Keuangan

Jurusan Manajemen meliputi:
* Manajemen Pemasaran
* Manajemen Sumber Daya Manusia
* Manajemen Promosi
* Manajemen Keuangan
* Manajemen Operasional
Update:
*link download yang lain diusahakan akan ditambah
*contoh diatas hanya sebagai contoh referensi saja. Jgn di kopi total ya :)
*trims buat narasumber

Namun kali ini beberapa contoh skripsi akuntansi yang didapatkan dari berbagai sumber adalah:
- download Skripsi Ekonomi Akuntansi
- download Pedoman Penulisan Skripsi Jurusan Akuntansi
- download Proposal skripsi akuntansi
- download contoh soal dan kasus skripsi akuntansi keuangan




Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!
Read more >>

Rabu, 29 Juni 2011

Jurnal dan Skipsi Akuntansi

Jurnal dan Skipsi Akuntansi
* PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) (Studi di Bursa Efek Jakarta)
* ANALISIS PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH SESUAI DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (SAP) (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Blitar)
* ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALI BIAYA PRODUKSI DAN PENILAIAN KINERJA MANAJER PRODUKSI (Studi Kasus Pada PG. Meritjan Kediri)
* ANGGARAN PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PABRIK GULA
* PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH ( Studi Pada Peserta Komersial Asuransi Kesehatan Di PT.(Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia Kantor Cabang Malang )
* ANALISIS PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) SEBELUM DAN SESUDAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN TAHUN 2000
* PENGARUH SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA PENGUSAHA KENA PAJAK (Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Batu)
* DAMPAK KEBIJAKAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
* PROSEDUR PENGHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 ATAS GAJI PEGAWAI PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA MADIUN
* ANALISIS LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA DAN TINGKAT LIKUIDITAS PERUSAHAAN (Studi Perbandingan pada Perusahaan Rokok yang Go Public
* PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP MODAL BANK ( STUDI KASUS BANK PERMATA cabang MALANG TAHUN 2002:1 – 2005:4)
* PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS SISTEM PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL DAN MENENGAH
Read more >>

Selasa, 21 Juni 2011

Perbedaan PSAK 50 dan IFRS 32 Penyajian : Kewajiban dan Ekuitas"

Perbedaan PSAK 50 dan IFRS 32 Penyajian : Kewajiban dan Ekuitas"
Dengan berkembang pesatnya instrumen keuangan, berkembang pula standar akuntansi kompleks dan perusahaan-perusahaan di Indonesia dituntut untuk segera mengimplementasikan, bank diwajibkan untuk mulai mengimplementasikannya dari 1 Januari 2010, sedangkan non-bank diwajibkan untuk mulai mengimplementasikannya dari tahun 2012.
Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menerbitkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 revisi 2006 mengenai Instrumen Keuangan “ Penyajian dan Pengungkapan” dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 55 revisi 2006 mengenai Instrumen Keuangan “Pengakuan dan Pengukuran” dimana PSAK 50 dan PSAK 55 tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2010. PSAK 50 dan 55 merupakan standar akuntansi mengacu pada International Accounting Standard (IAS) 39 mengenai Recognition and Measurement of Financial Instruments dan IAS 32 mengenai Presentation and Disclosures of Financial Instruments. PSAK 50 dan 55 diharapkan dapat mendorong proses harmonisasi penyusunan dan analisis laporan keuangan. Itu juga akan mendorong terciptanya market discipline.

International Financial Reporting Standard (IFRS) adalah Standar, Interpretasi dan Kerangka yang diadopsi oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar IFRS lebih dulu dikenal dengan nama International Accounting Standard (IAS). IAS diterbitkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh International Accounting Standard Comittee (IASC). Pada tanggal 1 April 2001, yang baru mengambil alih IASB dari IASC yang bertanggung jawab untuk menetapkan Standar Akuntansi Internasional. IFRS dianggap sebagai "berdasarkan prinsip" dalam standar tersebut mereka menetapkan aturan-aturan yang luas. Standar Pelaporan Keuangan Internasional terdiri dari:
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) - standar yang dikeluarkan setelah tahun 2001
Standar Akuntansi Internasional (IAS) - standar yang dikeluarkan sebelum 2001

Interpretasi berasal dari International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) - yang dikeluarkan setelah 2001
Standing Interpretations Committee (SIC) - yang dikeluarkan sebelum 2001


PEMBAHASAN

Dengan diterbitkannya PSAK baru tahun 2007, jurang pemisah terdalam PSAK dengan IFRS (International Financial Reporting Standards) telah teratasi yaitu dengan diperbolehkannya penggunaan nilai wajar (fair value) dalam PSAK. Namun peraturan perpajakan belum mendukung hal ini dengan masih dikenakannya PPh final 10% atas keuntungan dari revaluasi aset. Ditambah lagi dengan kurangnya tenaga penilai di Indonesia yang jumlahnya cuma 2000an orang (anggota MAPI - Masyarakat Penilai Indonesia). Lalu penerapan audit berbasis resiko di Indonesia juga belum mencakup BUMN. PAdahal IFRS (international Accounting Standard Board) berkiblat pada COSO dalamstandar auditnya.
Dalam paper ini akan dibahas mengenai perbedaan antara PSAK 50 (revisi 2006) dengan IFRS 32 tentang penyajian kewajiban dan ekuitas menggunakan pendekatan studi komparatif untuk mengetahui apakah yang telah dilakukan Indonesia dalam usahanya menkonversi IFRS sebagai standar. Dalam istilah akuntansi, kewajiban adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Kewajiban adalah kebalikan dari aktiva yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Contoh kewajiban adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara.

Kewajiban dimasukkan dalam laporan neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1.Kewajiban Lancar - kewajiban yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (biasanya satu tahun). Biasanya terdiri dari hutang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dll), pendapatan ditangguhkan, bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo tahun ini, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dll.
2..Kewajiban Jangka Panjang - kewajiban yang tidak dapat dipenuhi dalam satu tahun. Biasanya terdiri dari hutang jangka panjang, obligasi pensiun, dll.
Sedangkan ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.
Dari perbandingan yang kami lakukan antara PSAK 50 dengan IFRS 32 tidak terdapat terlalu banyak perbedaan. Pada PSAK 50 paragraf 12 hanya menggambarkan dua kondisi instrumen ekuitas, yaitu :
Ketika penerbit menerapkan definisi dalam paragraf 7 untuk menentukan apakah instrumen keuangan merupakan instrumen ekuitas dan bukan kewajiban keuangan maka instrumen tersebut merupakan instrumen ekuitas jika, dan hanya jika, kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi :
(a)Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual :
(i)Untuk menyerahkan kas atau asset keuangan lain kepada entitas lain; atau
(ii)Untuk mempertukarkan asset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit;
(b)Jika instrumen tersebut akan atau mungkin di selesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas, instrumen tersebut merupakan :
(i)Non-derivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas; atau
(ii)Derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau asset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Untuk tujuan ini, instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut tidak termasuk instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa depan.
Kewajiban kontraktual, termasuk kewajiban yang berasal dari instrumen keuangan derivatif, yang akan atau dapat menyebabkan adanya penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas milik penerbit di masa depan, namun tidak memenuhi kondisi (a) dan (b) diatas, bukan merupakan instrumen ekuitas.
Namun pada IFRS 32 paragraf 16 instrumen ekuitas digambarkan dalam 6 poin penjabaran yang lebih rinci. Sedangkan pada paragraf yang lain tidak ditemukan perbedaan. Dalam paper ini kami akan memfokuskan apasajakah hal-hal yang melatarbelakangi adanya perbedaan mengenai 6 (enam) hal yang terdapat di dalam IFRS 32 tetapi tidak terdapat di PSAK 50.
Seperti halnya dunia bisnis pada umumnya, praktik-praktik akuntansi beserta
pengungkapan informasi finansial di perusahaan di berbagai negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya :
a. Sifat kepemilikan perusahaan
Kebutuhan akan pengungkapan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik lebih besar ditemui pada perusahaan-perusahaan yang dimiliki publik dibandingkan dengan pada perusahaan keluarga.
b. Aktivitas usaha
Sistem akuntansi dipengaruhi oleh jenis aktivitas usaha, misalnya agribisnis yang berbeda dengan manufaktur, atau perusahaan kecil yang berbeda dengan perusahaan multinasional.
c. Sumber pendanaan
Kebutuhan akan pengungkapan informasi dan pertanggungjawaban kepada publik lebih besar ditemui pada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan sumber pendanaan dari para pemegang saham eksternal dibandingkan dengan pada perusahaan dengan sumber pendanaan dari perbankan atau dari dana keluarga.
d. Sistem perpajakan
Negara-negara seperti Perancis dan Jerman menggunakan laporan keuangan perusahaan sebagai dasar penentuan utang pajak penghasilan, sedangkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris menggunakan laporan keuangan yang telah disesuaikan dengan aturan perpajakan sebagai dasar penentuan utang pajak dan disampaikan terpisah dengan laporan keuangan untuk pemegang saham.
e. Eksistensi dan pentingnya profesi akuntan
Profesi akuntan yang lebih maju di negara-negara maju juga membuat sistem akuntansi yang dipakai lebih maju dibandingkan dengan di negara-negara yang masih menerapkan sistem akuntansi yang sentralistik dan seragam.
f. Pendidikan dan riset akuntansi
Pendidikan dan riset akuntansi yang baik kurang dijalankan di negara-negara yang sedang berkembang. Pengembangan profesi juga dipengaruhi oleh pendidikan dan riset akuntansi yang bermutu.
g. Sistem politik
Sistem politik yang dijalankan oleh suatu negara sangat berpengaruh pada sistem akuntansi yang dibuat untuk menggambarkan filosofi dan tujuan politik di negara tersebut, seperti halnya pilihan atas perencanaan terpusat (central planning) atau swastanisasi (private enterprises).
h. Iklim sosial
Iklim sosial diartikan sebagai sikap atas penghargaan terhadap hak-hak pekerja dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Informasi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut pada umumnya dipengaruhi atas sistem sosial tersebut.
i. Tingkat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
Perubahan struktur perekonomian dari agraris ke manufaktur akan menampilkan sisi lain dari sistem akuntansi, antara lain dengan mulai diperhitungkannya depresiasi mesin. Industri jasa juga memunculkan pertimbangan atas pencatatan aktiva tak berwujud seperti merek, goodwill dan sumber daya manusia.
j. Tingkat inflasi
Timbulnya hyperinflation di beberapa negara di kawasan Amerika Selatan membuat adanya pemikiran untuk menggunakan pendekatan lain sebagai alternatif dari pendekatan historical cost.
k. Sistem perundang-undangan
Di negara-negara seperti Perancis dan Jerman yang menggunakan civil codes, aturan-aturan akuntansi yang dipakai cenderung rinci dan komprehensif, berbeda dengan Amerika Serikat dan Inggris yang menggunakan common law.
l. Aturan-aturan akuntansi
Standar dan aturan akuntansi yang ditetapkan di negara tertentu tentunya tidak sepenuhnya sama dengan negara lain. Peran profesi akuntan dalam menentukan standar dan aturan akuntansi lebih banyak ditemukan di negara-negara yang telah memasukkan aturan-aturan profesional dalam aturan-aturan perusahaan, seperti di Inggris dan Amerika Serikat.


Perbedaan PSAK 50 dan IFRS 32 Penyajian : Kewajiban dan Ekuitas"
Read more >>

Senin, 20 Juni 2011

Pro Kontra Fair Value, Kebaikan dan Keburukan Fair Value Sebagai Dasar Pengukuran Aset

Pro Kontra Fair Value, Kebaikan dan Keburukan Fair Value Sebagai Dasar Pengukuran Aset
International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah sebuah standar yang kerangka dan interprestasinya diadopsi oleh Accounting Standards Board (IASB). Banyak standar membentuk bagian dari IFRS yang dikenal lebih dahulu, yaitu International Accounting Standards (IAS) yang diterbitkan antara tahun 1973 dan 2001 oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Dan pada tanggal 1 April 2001 diambil alih tanggung jawabnya oleh IASB untuk menetapkan Standar Akuntansi Internasional. Yang kemudian IASB terus mengembangkan standar menyebut standar IFRS baru.
IFRS dianggap sebagai "prinsip-prinsip berdasarkan" peraturan luas terdiri dari:
1. Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) - standar yang dikeluarkan setelah tahun 2001.
2. Standar Akuntansi Internasional (IAS) - standar yang diterbitkan sebelum 2001.
3. Interpretasi berasal dari interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional Komite (IFRIC) - yang diterbitkan setelah tahun 2001.
4. Berdiri Interpretasi Committee (SIC) - yang diterbitkan sebelum 2001.
5. Kerangka Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan.
IFRS digunakan di banyak bagian dunia, termasuk Uni Eropa, Hong Kong, Australia, Malaysia, Pakistan, negara-negara GCC, Rusia, Afrika Selatan, Singapura, dan Turki. Sejak 27 Agustus 2008, lebih dari 113 negara di seluruh dunia, termasuk seluruh Eropa, saat ini membutuhkan atau mengizinkan pelaporan berdasarkan IFRS. Sekitar 85 negara-negara membutuhkan IFRS pelaporan untuk semua, perusahaan domestik yang terdaftar. Sedangkan di Indonesia sendiri baru akan diadopsi mulai tahun 2012 mendatang.
Dan dengan diadopsinya IFRS secara penuh, maka laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi yang signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Namun perubahan tersebut tentu akan memberikan efek di berbagai bidang, terutama dari segi pendidikan dan bisnis. Salah satunya adalah, banyak menggunakan fair value accounting dalam dunia pendidikan dan dalam dunia bisnis akan menyebabkan smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunaan balance sheet approach dan fair value. Oleh karena itu, maka kelompok kami akan membahas tentang “Pro Kontra Fair Value, Kebaikan dan Keburukan Fair Value Sebagai Dasar Pengukuran Aset”.



PEMBAHASAN

A. Pengertian Fair Value
a. Nilai wajar (fair value) adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm's length transaction). (PSAK no 10).
b. The fair value of an asset is the amount at which that asset could be bought or sold in a current transaction between willing parties, other than in a liquidation. On the other side of the balance sheet, the fair value of a liability is the amount at which that liability could be incurred or settled in a current transaction between willing parties, other than in a liquidation.
If available, a quoted market price in an active market is the best evidence of fair value and should be used as the basis for the measurement. If a quoted market price is not available, preparers should make an estimate of fair value using the best information available in the circumstances. In many circumstances, quoted market prices are unavailable. As a result, difficulties occur when making estimates of fair value. (GAAP)
c. Fair value sebagai tingkat harga dimana aset dapat ditukar pada transaksi sekarang di antara pihak-pihak yang mengetahui dan bersedia. Untuk hutang, fair value diartikan sebagai jumlah yang akan dibayarkan untuk mentransfer kewajiban kepada debitor baru. (FASB).
d. A price paid by a buyer who knows the value of what he or she is buying, to a seller who also knows the value of what is being sold, i.e., neither is cheating the other”. Atau “A method of valuing the assets and liabilities of a business based on the amount for which they could be sold to independent parties at the time of valuation family company”. (Dictionary of Accounting)
e. Fair value is defined in terms of a price agreed by a willing buyer and a willing seller in an arm’s length transaction.(International Accounting Standar).

B. Perdebatan Mengenai Fair Value
Fair value ditetapkan oleh International Accounting Standard Board (IASB) sebagai dasar untuk mengukur aset. Dengan diperkenalkannya International Financial Reporting Standard (IFRS) di berbagai belahan dunia, penggunaan metode fair value secara benar menjadi sangat penting. Akan tetapi, jika kekuatan ekonomi terbesar di dunia tidak termasuk di dalamnya (Amerika Serikat), maka tidak dapat benar-benar disebut seluruh dunia. Amerika Serikat tidak mengadopsi IFRS, akan tetapi mereka mempunyai standar akuntansi sendiri yang disusun oleh Financial Accounting Standard Board (FASB). FASB tidak mengakui fair value sebagai dasar untuk mengukur aset, mereka mencatat aset dengan dasar biaya historis (historic cost). Meskipun demikian, FASB dan IASB bekerja sama untuk berusaha mengharmonisasikan standar akuntansi masing-masing. Pertanyaan mengenai bagaimana aset seharusnya diakui di neraca merupakan salah satu isu penting yang harus dicari solusinya. Untuk itu baik IASB maupun FASB melakukan pengujian secara seksama terhadap fair value, tentang arti dari fair value dan bagaimana seharusnya diaplikasikan. Sementara itu FASB secara serentak melakukan investigasi sendiri terhadap fair value dan telah menerbitkan sebuah exposure draft.
Seiring perkembangan zaman, ternyata penggunaan historical cost tidak lagi relevan karena kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan telah terhambat oleh tantangan yang serius. Dan banyak orang yang berpendapat dan yakin bahwa standard akuntansi yang menggunakan historical cost memainkan peranan penting sebagai penyebab kerusakan perekonomian, terutama lembaga simpan pinjam tahun 1980an dan masalah perbankan 1990an. Karena pada waktu itu banyak laporan keuangan yang tidak mengungkapkan kerugian segera pada saat terjadi. Sehingga terdapat kesepakatan bahwa standard akuntansi yang ada perlu diperbaiki untuk memastikan bahwa laporan keuangan bermanfaat, relevan, dan terpercaya. Dan dibuatlah laporan keuangan berbasis Fair Value
Ada banyak diskusi dalam beberapa waktu terakhir mengenai peran akuntansi dalam penurunan ekonomi baru-baru ini. Sejak krisis keuangan dimulai, dan perdebatan tentang akuntansi nilai wajar semakin intensif. Bank-bank dan pihak-pihak lain berpendapat bahwa akuntansi nilai wajar bertanggung jawab atas kelemahan dan ketidakstabilan yang mereka alami, sedangkan akuntan dan pengacara investor berpendapat bahwa kebenaran (fakta tentang aset milik bank-bank) adalah apa yang akhirnya menyebabkan masalah mereka.
Pada tahun 1938, Presiden Franklin D. Roosevelt menghapuskan akuntansi MTM; Milton Friedman menuduh akuntansi MTM sebagai sumber utama yang menyebabkan melemahnya modal yang menyebabkan bank-bank dilikuidasi dalam “Great Depression” (Berry 2008). Pertanyaan berikutnya adalah apakah fair value memainkan peran dalam krisis keuangan baru-baru ini?
Untuk memahami implikasi dari fair value, kita harus mulai dengan pentingnya akuntansi terhadap sistem ekonomi kita. Pusat kapitalisme adalah identifikasi harga dan perhitungan laba rugi. Penilaian paling penting yang dibuat oleh manajer adalah apakan keputusan mereka menghasi paling penting yang dibuat oleh manajer adalah apakan keputusan mereka menghasilkan keuntungan (laba) atau kerugian. Apalagi, investor, kreditor, dan partner bisnis menggunakan data akuntansi untuk membuat keputusan untuk alokasi investasi, memperpanjang kredit, dan mengevaluasi kerja sama.
Menggunakan akuntansi mark-to-market akan berakibat perubahan yang terus-menerus pada laporan keuangan perusahaan ketika nilai aset mengalami kenaikan dan penurunan serta laba dan rugi yang dicatat. Hal ini membuat semakin sulit untuk memastikan apakah laba dan rugi diakibatkan oleh keputusan bisnis yang dibuat manajemen atau oleh perubahan yang terjadi di pasar.
Masalah lain muncul saat akan mengubah nilai aset berdasarkan harga pasar. Siapa yang menentukan harga pasar? Ini mungkin pertanyaan yang mendasar, misalnya bagaimana menentukan harga pasar dari hutang obligasi yang dijamin.
Kubu yang menentang akuntansi berdasarkan nilai pasar menggunakan argumentasi bahwa market value accounting kurang dapat dipercaya dan menjadi halangan utama dalam penerapannya dan kukuh menganggap model historical cost lebih unggul sebab lebih dapat dipercayai (tingkat reliabilitas-nya lebih tinggi). Mereka ngotot bahwa subjectivity estimasi nilai wajar aktiva (fair value asset) dan liabilities tanpa pasar yang likuid membuat laporan keuangan menjadi tidak dapat dipercaya. Tetapi ada juga sebagian orang beranggapan bahwa subjectivity selalu menjadi bagian dari akuntansi dan masalah pengukuran dalam melaporkan informasi keuangannya berdasarkan nilai pasar berhasil diterapkan perusahaan, juga ketika penggabungan usaha dengan metode pembelian. Kemungkinan terbaik estimasi konsep relevan adalah bahwa penggunaan estimasi lebih baik ketimbang menggunakan ukuran yang tidak relevan. Masalah yang selalu ada yang tidak dapat dihindari adalah bahwa model akuntansi berdasarkan historical cost tidak mengakui adanya perubahan nilai bersifat ekonomis,;dan cenderung membiarkan perusahaan memilih sendiri apakah dan kapan mengakui adanya perubahan tersebut. Ini mendorong adanya bias dalam pemilihan apa yang dilaporkan, dan memperburuk kompromi
Akan tetapi, hal yang cukup menarik adalah bahwa angka-angka yang dilaporkan dengan sistem akuntansi berdasarkan nilai pasar mempunyai korelasi sangat kuat dengan harga saham, dan memberi petunjuk bahwa nilai berdasarkan pasar lebih baik (lebih terpercaya) dari pada nilai berdasarkan historical cost seperti di AS. Akan tetapi, meskipun mempunyai keunggulan, sistem market value accounting berpotensi rentan terhadap manipulasi dan kesalahan estimasi, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa angka-angka nilai berdasarkan pasar dikelola untuk menghindari peraturan yang membatasi permodalan. Dapat disimpulkan bahwa, pada akhirnya, penggunaan market value accounting akan memberikan dukungan berharga kepada lembaga-lembaga keuangan.
Arthur Wyatt, Chairman International Accounting Standards Committee pada Accounting Horizon (March 1991) mengemukakan beberapa kelemahan standard akuntansi yang ada selama ini. Dia mengingatkan bahwa mengaitkan investasi dengan pasar adalah bersumber dari perdebatan kalangan akademik yang akhirnya berubah menjadi masalah penting yang harus dipraktekan. Salah satu komentar dari kalangan akademika adalah mengatakan bahwa standard akuntansi yang ada secara artificial dapat menaikkan capital (modal), dan pihak-pihak yang menggunakan market value accounting akan mendorong “artificial volatility” dan menduga bahwa pola pendapatan yang dilaporkan perusahaan yang relatif smooth selama kurang lebih 50 tahun mungkin benar-benar artifisial. Bapak Wyatt menjelaskan bahwa terlalu banyak orang percaya pada angka-angka akuntansi seolah-olah angka tersebut mencerminkan realitas ekonomi, padahal sebenarnya, akibat penggunaan model historical cost, akuntansi semakin menjauh dari kenyataan ekonomi. Beliau mengingatkan dan berkepentingan dengan masalah bahwa akuntansi berdasarkan historical cost, pengakuan kerugian dapat ditunda hampir tanpa batas dan mengemukakan argumentasinya bahwa model historical cost dapat mendorong kebijakan manajemen investasi yang tidak baik, menjual saham yang menguntungkan dan menahan saham yang merugikan.

C. Kebaikan Menggunakan Fair Value
a. Relevance. Banyak orang percaya bahwa standard akuntansi historical cost telah banyak kehilangan relevansinya karena kegagalannya mengukur realitas ekonomi. Hampir semua orang setuju bahwa peristiwa ekonomi---yaitu, kejadian yang mengubah waktu kapan arus kas diterima dan jumlahnya yang akan datang – harus tercermin (terungkap) dalam laporan keuangan lembaga. Akan tetapi, seringkali model historical cost hanya mengukur transaksi sudah selesai dan gagal mengakui adanya perubahan nilai riil lain yang dapat terjadi.
b. Reliability. Masalah yang selalu ada yang tidak dapat dihindari adalah bahwa model akuntansi berdasarkan historical cost tidak mengakui adanya perubahan nilai bersifat ekonomis, dan cenderung membiarkan perusahaan memilih sendiri apakah dan kapan mengakui adanya perubahan tersebut. Ini mendorong adanya bias dalam pemilihan apa yang dilaporkan, dan memperburuk kompromi kenetralan dan dipercayainya informasi keuangan.

D. Keburukan Menggunakan Fair Value
a. Fair value berusaha menyediakan informasi yang transparan dengan menilai aset pada tingkat harga yang dihasilkan jika segera dilikuidasi-sehingga sangat sensitif terhadap pasar.
b. Akuntansi fair value bekerja melalui akuntansi mark-to-market (MTM), yaitu aset dicantumkan pada harga pasar mereka jika diperdagangkan secara terbuka. Menggunakan akuntansi mark-to-market akan berakibat perubahan yang terus-menerus pada laporan keuangan perusahaan ketika nilai aset mengalami kenaikan dan penurunan serta laba dan rugi yang dicatat. Hal ini membuat semakin sulit untuk memastikan apakah laba dan rugi diakibatkan oleh keputusan bisnis yang dibuat manajemen atau oleh perubahan yang terjadi di pasar.
c. Volatility. Lembaga keuangan mengatakan bahwa mereka takut akuntansi berdasarkan pasar akan menyebabkan volatility kinerja lembaga (karena semakin mudahnya nilai item-item aktiva dan pasiva berfluktuasi). Walaupun sebenarnya lembaga keuangan yang senantiasa mengelola bahaya yang mengancam asset dan liability hanya sedikit takut dengan market value accounting. Laporan keuangan lembaga keuangan yang kurang efektif dalam mengelola risiko akan tercermin pada volatility yang selalu ada dalam setiap usahanya. Para investor dan kreditur akan memiliki informasi yang lebih berguna dan relevan dalam membedakan risiko antar perusahaan, ketika mengambil keputusan investasi dan keputusan pemberian kredit (jika menggunakan MVA).

PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pihak yang mendukung dan menentang fair value. Karena banyak masalah akuntansi yang dapat dipecahkan dengan menggunakan fair value sebagai dasar pengukuran asset dan liability yang diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan karena relevance dan reabilitynya, pengawas lembaga keuangan dari waktu ke waktu secara terus menerus meningkatkan penerapan konsep fair value. Tetapi fair value juga sangat sensitif terhadap pasar sehingga akan semakin sulit untuk memastikan apakah laba dan rugi diakibatkan oleh keputusan bisnis yang dibuat manajemen atau oleh perubahan yang terjadi di pasar, termasuk volatility kinerja lembaga karena semakin mudahnya nilai item-item asset dan liability berfluktuasi.

Pro Kontra Fair Value, Kebaikan dan Keburukan Fair Value Sebagai Dasar Pengukuran Aset
Read more >>

Selasa, 24 Mei 2011

Understanding and Explanation of Basis of Accounting - Definition, Meaning, Function and Purpose of Accounting

Understanding and Explanation of Basis of Accounting - Definition, Meaning, Function and Purpose of Accounting

A. Understanding and Definition of Accounting

Accounting is the process of recording, classifying, summarizing, processing and presenting data, transactions and events relating to the finances so that it can be used by people who use them with an easy to understand for decision-making and other purposes.

Accounting accounting comes from foreign word that means when translated into Indonesian is to calculate or account. Accounting is used in almost all business activities around the world to make a decision that called the language of business.

B. Accounting Functions

The main function of accounting is a financial information of an organization. From the accounting statements we can see sutu financial position and its organizational changes that occur in it. Accounting made ​​qualitatively with the unit of measure of money. Information on finance urgently needed especially by the manager / management to help make decisions of an organization.

C. Accounting Basic Reports

Basically, the accounting process will make the output of the income statement, statement of changes in equity, and consolidated balance sheet of a company or other organization. On an accounting report must include company name, report name, and date of preparation or length of the report to facilitate other people understand it. Reports can be periodically and there is also a character of a particular time only.


Read more >>

Minggu, 22 Mei 2011

Parties The Use and Need Information / Accounting Reports / Financial Reports

Parties The Use and Need Information / Accounting Reports / Financial Reports
1. Internal Parties

Internal party is the party that is in the organizational structure. Management is the party most in need of proper reporting and accurate accounting to make good decisions and correct. Examples of managers who see the company's financial position to decide whether to buy the building for a new branch kanntor or not.

2. Parties Eksteral / External

a. Investors
Investors need a financial information company to decide whether to invest or not. If the predictions of investors will give good profits, then investors will deposit the capital into the company, and vice versa.

b. Shareholder / owner of the company
The owners of the shares of companies that have a financial information company, companies need to know the extent to which progress or setbacks suffered by the company. Shareholders will benefit from the dividends that will be even greater if the company's big profit.

c. Government
The amount of tax to be paid company or organization to the government a large part based on information in corporate financial statements.

d. Creditor
If the company is recessive and requires fresh capital the company may be borrowing money to creditors such as borrowing money in the bank, owes goods on supplyer / supplier. Lenders will provide funds if the company has good financial condition and will not have a great potential for loss.

e. Other Parties
Actually there are many other parties from outside companies who might be using the reporting / accounting information of an organization such as employees, unions, auditors of public accountants, police, students, journalists, and many others.

Read more >>

Jumat, 20 Mei 2011

Treasure / Assets / Assets, Liabilities / Debt / Liabilities and Capital - Accounting

A. Treasure / Assets / Assets

The property is a good thing that has a form or a pseudo-owned by the company. Claim for intangible property called equity / equities which can bring benefits in the future.

1. Current property / Current Assets / Current Assets
Current assets are assets in the form of cash or other assets that can be exchanged for cash within one year.
Examples: accounts receivable, costs or expenses paid in advance, securities, cash, gold bars, merchandise inventory, revenues to be received, and so forth.

2. Investment property / public investment assets / Investment Assets
Investment property is property which is invested in investment products for profit.
Example: Mutual funds, stocks, bonds, and others.

3. Intangible property / Intangible Assets
Intangible assets are assets that have no legitimate form but is owned companies and to generate profits for the company.
Example: trademarks, patents, copyrights, concession / concessions, franchises, goodwill, and so forth.

4. Immovable Property / Fixed Assets / Fixed Assets
Fixed property is property that support the operations of companies that permanent ownership.
Example: Building, cars, machinery, equipment and perlengapan office, and others.

5. Other property / Other Assets
Other treasures are estimates or accounts that can not be categorized on the property or assets in excess of either in the form of fixed assets, investment assets, intangible assets and current assets.
Example: The machine is broken, bond, property which is still in the process of legitimate stewardship, and others.

B. Liabilities / Debt / Liabilities / Liabilities

Debt is an obligation on third-party company to do something that is generally dalah payment of money, delivery of goods or services at certain times.

1. Current Debt / Current Liabilities / Current Liabilities
Current liabilities are obligations that must be repaid within one year.
Examples: accounts payable, expenses payable, accounts payable, taxes payable, unearned revenue, and so forth.

2. Long Term Debt / Long-Term Liabilities
Long-term liabilities are obligations that must be repaid within a period of more than a year.
Example: The mortgage debt, bonds with maturities of more than a year, long-term loans payable, and so forth.

3. Other payables / Other Payable
Estimates or the account used to record other debts that are not included in current liabilities and long-term debt.
Example: security deposit, payable to shareholders, and so forth.

C. Capital / Capital

Capital is the property of the company's wealth and property in the form of infinite debt of a company to the owners of capital to an unlimited period. The formula is a capital asset or an asset less any liabilities or debts.
Examples of capital: paid-up capital, Prive, partnership capital, retained earnings, share premium, preferred shares and ordinary savings, the remaining results of operations or shu, and so forth.

Read more >>

Senin, 16 Mei 2011

Current Assets Intangible Assets Current Debt Long Term Debt Capital

Current Assets Intangible Assets Current Debt Long Term Debt Capital.
Current Assets
Current assets on the balance sheet is a component that no other company that can contain treasure is expected to be converted into cash within less than one year or one business cycle. Estimates that can be categorized as current assets are:

- Cash or cash equivalents are comprised of cash in the safe company, bank accounts, deposits, and others.

- Marketable securities are included in the company's investment here in the form of securities such as stocks that can be traded instantly, letters of credit, bonds, etc. that can be traded.

- Receivable which is where a company has the right to collect debts owed to another party, this receivable into cash can be realized if a payment or sell receivables to someone else.

- Inventory is usually the current assets are expected to be converted into cash through sales of finished goods inventory. Inventories of raw materials or intermediate goods will be turned into cash through a series of additional production, namely finished goods -> sold -> Accounts Receivable / Cash -> paid (if receivable) -> Becoming cash.

- Prepaid expenses mean estimate of these were placed as current assets because it is considered as a property company that delivered to other parties and can be retrieved instantly. For example, companies pay the rental office for 3 years when the balance of the new lease is prepared to walk 5 months, then 2.5-year rental fee is prepaid.

- Other current assets are assets that have a current asset criteria but the number was very small.

Property and Equipment

The purpose of the component or group of assets is the company's fixed assets in the form of machinery, houses, offices, buildings, office equipment. For equipment usually entered into the current assets, since the age of equipment is usually worth less than one year. To own age use of fixed assets is more than one year, such as machinery, buildings, land, etc.. And keep in mind when the assets are intended for resale it will be classified into groups of current assets.

Intangible assets

Hearing the name alone is certain assets have no physical alias can not be seen, there are assets such as patents, royalty rights or other rights.

Good Debt

Good debt is debt that contains a group of bills to be paid by the company within a period of less than one year. In other words, if the company has a debt payable within 10 years the monthly payment will be due for that year should be classified as good debt.

- Short-term Debt -> It is part of a long-term debt maturities.

- Debt trading -> Represent debt purchases of raw materials, supplies or other debt in the process of production and services.

- Costs reserved -> It is a benefit that has been enjoyed by Naum company has not billed by the other party, but when collected shall be paid immediately. For example, electricity consumption and the new phone will be billed in the future. At balance sheet date estimates compiled such use must be accounted for as a cost yangn reserved.

- Tax Debt -> this is a tax debt to the government that must be repaid during the year.

Long-Term Debt

Long-term debt is debt maturing company that is not in the current year. The portion that will mature in the current year must be reclassified into good debt.

Capital

Capital is a group containing the claims from owners of the company. Usually in the first place serve the owners of shares. Next is the share premium (price of shares above par value) or additional paid in capital.

Read more >>

Jumat, 13 Mei 2011

PURPOSE OF ISLAMIC ACCOUNTING

PURPOSE OF ISLAMIC ACCOUNTING
Promoting the ideal of Islamic accounting is not just doing accounting deconstruction
Promoting the ideal of Islamic accounting is not only pragmatic reconstruction shari'ah accounting
Promoting the ideal of Islamic accounting is exceeded (beyond) well beyond (hyper) on both
Top of the ideal Islamic accounting is purification (Tazkiyah)
That is the real purpose of Islamic accounting ...

Tazkiyah by Mulawarman (2006a, 2006b, 2007a, 2007b, 2007c) is literally the purification. Tazkiyah is a dynamic process to encourage individual and community growth through continuous purification. According to Ahmad in Gambling and Karim (1991: 33) growth and change and improvement in the concept of material benefit Tazkiyah not only "impact", but "a virtue", on social justice and a better spiritual development for the people. Tazkiyah has a comprehensive nature and includes aspects of moral, spiritual and material bound to each other. Everything is oriented to the optimization of the ideals and values ​​in all dimensions of human welfare, both this world and hereafter. Tazkiyah also includes all the changes and the balance of quantitative and qualitative. More detailed explanation can also be read in Mulawarman (2006a), Chapter 4, 6,7,8,9,10.

Tazkiyah motivation and objectives of Islamic accounting by Mulawarman (2007a, 2007b) is basically done for enlightenment and liberation from the hegemony of corporate and capital owners who have deep roots in the whole building accounting (Mulawarman 2006a; Mulawarman 2006b). Tazkiyah accounting purposes should be directed to the Islamic Tawhid, that is understanding to the Creator, Allah SWT. From the central point of God, went on the human love of God-Nature-Man, continues on accountability, and the last process is the understanding of information, namely the form of recording to achieve a goal (Mulawarman 2007a, 2007b).

The values ​​of Islam according to Mulawarman (2006a, 2006b, 2007a, 2007b, 2007c) based on Tawhid is the value adopted for every Muslim in the faith and the affirmation of Oneness of God. Continued faith in obedience to run the shari'ah as a surrender themselves as servants of God ('abd Allah) (QS: 51:56, 36:61, 6:162). After that humans must go into the hustle and bustle of the world as khalifatullah fil ard (Surah 35:39). To implement the objectives of human coexistence that God gives the devices the law (shari'ah) that originates in the Qur'an and Sunnah. Humans are given the freedom to choose appropriate forms muamalah it has the potential and opportunity (Ibad, 2003). With the same man in Mas'udi (1995) do not have maqashid ash-shari'ah (Shari'ah purposes) other than human benefit in the form of welfare sosial.Berdasarkan justice for all that's according to Mulawarman (2007a, 2007b), then the concept becomes Tazkiyah concepts that must always be present as part of the hallmark of Islam. Human effort to obtain a sufficient property of life is the answer to the call of nature and the desires and demands of love to the property. This is no aberration nor a breakwater to achieve the pleasure of Allah. Because love is the nature of the property since it was created but humans in meeting the demands of lust is obliged to keep limits of shari'ah and use disyari'atkan way (see for example QS. 18: 46: 89: 20; 100: 8). Love property Mulawarman (2007a, 2007; 2007c) should be directed at three things. First love of property in accordance maqashid ash-shari'ah to realize kemashlahatan world and the universe at once. Second, the task (khalifatullah fil ard) and devotion (abd 'Allah). Third, other humanitarian nature as opposed to the love of wealth that is charity. Thirdly it can only be accomplished by way of intention and purification (Tazkiyah) continuously.

The objective of Islamic accounting firm Mulawarman (2007a, 2007b) thus is the key to realize the love of Allah SWT, by performing the submission of accountability and creativity, of transactions, economic events and the production process within the organization, the submission of the information is material, inner and spiritual, according to Islamic values ​​and goals of sharia.


Read more >>

Sabtu, 07 Mei 2011

Economic Value Added EFFECT ON THE RETURN OF RECEIVED BY SHAREHOLDERS

Economic Value Added EFFECT ON THE RETURN OF
RECEIVED BY SHAREHOLDERS
JOURNAL OF ACCOUNTING & FINANCE

The test results indicate that EVA does not have influence
significantly to the return received by shareholders. During the period
research, in each year, just as much as 13-15 companies
which has a positive EVA, which means less than 50%. From the corporate side,
there are only 9 companies which consistently posted positive EVA each
year: namely PT Aqua Golden Mississippi, PT Indofood Sukses Makmur, PT
Multi Bintang Indonesia, PT Sari Husada, PT Gudang Garam, PT HM
Sampoerna, PT Laboratories, PT Merck Indonesia and PT Unilever
Indonesia. These companies belong to companies which have a
blue chip stock or a market leader in the group.
In the study period is known that many companies still have to
principal and interest burden of large debt, which among other
caused due to foreign exchange fluctuations in the past.
To calculate EVA, debt interest is yet to be coupled with
expense of equity, the next one will be a major component of capital
charges, which will be deducted from the Adjusted NOPAT. To bear
interest expense from debt alone, many companies are only able to produce
minimal profit or even suffer losses, as shown in
statements of income, especially if it must take into account the expense of equity. This
which led many companies to eventually produce EVA
negative. Another reason could be associated with the above results is the fact
about the complexity of the calculation of EVA. EVA figures are not directly available in
company's financial statements, in contrast to operating cash flows and earnings,
which can be directly obtained from the consolidated income and cash flows. For
calculating EVA, it takes a lot of data, especially for the adjustment
accounting and calculation of WACC, which comes from the notes to the report
financial or other sources. As a result of this complexity, the
capital market participants face problems in time to make decisions
investment based on EVA.

Read more >>

Kamis, 05 Mei 2011

Residual Income EFFECT ON RETURN RECEIVED BY SHAREHOLDERS

Residual Income EFFECT ON RETURN RECEIVED
BY SHAREHOLDERS
The test results also show that residual income does not have
significant effect on returns received by shareholders.
Worse than EVA, more companies have residual income
negative compared to EVA. During the study period, in
each year, only about 7-12 companies that have
positive residual income. Viewed from the side of the company, just 5
company consistently posted positive residual income every
year, namely PT Multi Bintang Indonesia, PT Sari Husada, PT Kalbe Farma,
PT Merck Indonesia and PT Unilever Indonesia. The calculation results show
residual income even have a negative effect. To calculate residual
income, which is then used NOPAT less the capital charge.
NOPAT is derived from the statement of income, ie operating profit, calculated
after-tax income. Unlike the calculation of EVA, NOPAT and
capital charges here are not adjusted for certain accounting adjustments.
In many companies, accounting adjustments were not done
can cause distortion in the capital charge and NOPAT, including value
invested capital that tend to be overstated. This situation later resulted
residual income figures lower than EVA or even residual
negative income while a positive EVA. This often causes
a contradictory situation, with a negative residual income a company can
share dividends and share price increases.

Read more >>

Kamis, 28 April 2011

Indonesia Stock Exchange IDX




Indonesia Stock Exchange (abbreviated IDX, or the Indonesia Stock Exchange (IDX)) is the result of a merger of the Stock Exchange Jakarta Stock Exchange (JSX) and Surabaya Stock Exchange (SSX). For the sake of operational effectiveness and transactions, the Government decided to merge the Jakarta Stock Exchange as the stock market with the Surabaya Stock Exchange as bonds and derivatives markets.Bursa result of this merger began operations on December 1, 2007. IDX
Indonesia Stock Exchange IDX. Stock Exchange trading system called the Jakarta Automated Trading System (JATS) since May 22, 1995, replacing the manual system used previously. [4] Since March 2, 2009 JATS system itself has been replaced with a new system called JATS-NextG provided OMX.

Indonesia Stock Exchange IDX is based in Commerce Regions Sudirman, Jl. Jend. Sudirman 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, South Jakarta stock index

Indonesia Stock Exchange IDX. To provide more complete information about the development of the stock to the public, disseminate BEI stock price data through print and electronic media. One indicator of stock price movement is the stock price index.

Indonesia Stock Exchange IDX. Currently, the BEI has seven kinds of stock index:  and that date is set as the anniversary Indonesia stock exchange.

Indonesia Stock Exchange IDX. JCI, using all share index was recorded as a component calculations. Sectoral indices, using all the stocks included in each sector.

LQ45 index, using the 45 stocks selected after going through several stages of selection.

Indonesia Stock Exchange IDX. Individual index, which is an index for each stock based on the basic price.

Jakarta Islamic Index, an index of Islamic stock trading.

Indonesia Stock Exchange. Index Main Board and Development Board, the index based on stocks listed on the Stock Exchange Main Board and the Development Board. Indonesia Stock Exchange IDX
Indonesia Stock Exchange (abbreviated IDX, or the Indonesia Stock Exchange (IDX)) is the result of a merger of the Stock Exchange Jakarta Stock Exchange (JSX) and Surabaya Stock Exchange (SSX). For the sake of operational effectiveness and transactions, the Government decided to merge the Jakarta Stock Exchange as the stock market with the Surabaya Stock Exchange as bonds and derivatives markets. [1] Bursa result of this merger began operations on December 1, 2007. [2] [3]

Stock Exchange trading system called the Jakarta Automated Trading System (JATS) since May 22, 1995, replacing the manual system used previously. [4] Since March 2, 2009 JATS system itself has been replaced with a new system called JATS-NextG provided OMX.

Indonesia Stock Exchange is based in Commerce Regions Sudirman, Jl. Jend. Sudirman 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, South Jakarta stock index

To provide more complete information about the development of the stock to the public, disseminate BEI stock price data through print and electronic media. One indicator of stock price movement is the stock price index.

Currently, the BEI has seven kinds of stock index: [5] and that date is set as the anniversary Indonesia stock exchange.

JCI, using all share index was recorded as a component calculations. Sectoral indices, using all the stocks included in each sector.

LQ45 index, using the 45 stocks selected after going through several stages of selection.

Individual index, which is an index for each stock based on the basic price.

Jakarta Islamic Index, an index of Islamic stock trading.

Index Main Board and Development Board, the index based on stocks listed on the Stock Exchange Main Board and the Development Board.
Read more >>

Jumat, 22 April 2011

EFFECT OF OPERATING CASH FLOW TO RETURN RECEIVED



EFFECT OF OPERATING CASH FLOW TO RETURN RECEIVED
BY SHAREHOLDERS
The results show that operating cash flow have an influence
The most significant effect on returns received by shareholders. In
each year, the company that has a negative operating cash flow only
5-6 pieces. PT Suba Indah which consistently has a negative operating cash flow during
three years and PT Bayer Indonesia, which has a negative operating cash flow in
in 2002, it is in the process of cessation of business units
harm, so it can not avoid negative operating cash flow.
Unlike the performance measures earnings, operating cash flow shows
operating results which funds are received in cash by the company and
burdened with a load of cash is actually already excluded
by the company. It could happen income statement shows sales figures
and operating income are high but turned out to be false, because the company
have not received payment of funds selling. Liquidity difficulties caused
many the emergence of bad debt or receivables with credit terms are very
long.
Many companies are also burdened with costs that are non-cash,
that not only the form of depreciation or amortization, but also the interest expense.
Companies that are in the process of debt restructuring with creditors,
keep records of interest based on previous agreements, although there has been no
payment, resulting in the income statement the interest is
payable.
Management of companies and investors realize that the cash flow
better ensure positive operation of the company's capability to run
business activities in the future. Companies are able to
pay dividends to shareholders is a company that has
high earnings and cash at the same time is also sufficient.
When compared with results of previous studies both
performed by Biddle, Bowen and Wallace (1997), and Peixoto (2001)
nor Fernandez (2001), it turns out the results of this study also showed that
EVA is not proven to have superior performance compared to benchmarks
other. There was also a similarity results showed that all standard
performance measurement has a low contribution to the return received
by shareholders. This suggests that many other factors that are
more dominant influence return received by shareholders.
Research Fernandez (2001) revealed that other factors such levels
significant effect on return rates. In addition, previous studies
carried Garvey and Milbourn (2000) revealed that the company
have implemented EVA EVA will have a value that highly correlated
with the return. According Djawahir (2001), this approach has not been widely EVA
applied in enterprises in Indonesia. While in America and in
Europe, most companies have implemented the EVA model. Companies in
Indonesia is aware and willing to use EVA to measure performance
Pradhono, Effect of Economic Value Added, Residual Income
generally only foreign firms or majority-owned by
foreign investors (Djawahir 2003).
Read more >>