Tampilkan postingan dengan label Bisnis Pengantar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis Pengantar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Metode Pembukuan Terpisah dan Tidak Terpisah Penghitungan Likuidasi Joint Venture

Metode Pembukuan Terpisah dan Tidak Terpisah Penghitungan Likuidasi Joint Venture
Rasio Laba-Rugi Cicilan pertama dengan Metode Pembukuan Terpisah dan Pembukuan Gabungan Sekutu

Suatu usaha perdagangan khusus yang dilakukan oleh dua orang atau lebih atau oleh kesatuan usaha, yang dihentikan apabila tujuan yang ditetapkan tercapai disebut usaha patungan. Ada dua metode akuntansi untuk usaha patungan :
(1) Buku-buku tersendiri atau terpisah diselenggarakan untuk usaha patungan ;
(2) Buku-buku tersendiri tidak diselenggarakan, tetapi perkiraan untuk transaksi usaha patungan dicatat dalam buku sekutu atau lebih.
Pada penyelenggaraan buku-buku tersendiri

Transaksi Buku persekutuan Firma
(1) A menyerahkan tanah kpd usaha patungan dg nilai lancar yg disetujui sebesar $100.000; harga pokoknya bagi A sebesar $75.000 Tanah .............$100.000
Modal A ..................$100.000
(2) B menyelesaikan kontrak pemetakan, penghiasan, pengairan dan selokan dan perbaikan lainnya atas tanah sebesar $60.000 Tanah .............$60.000
Modal ....................$60.000
(3) C menyerahkan uang kas kpd A bagi tujuan usaha patungan sebesar $40.000 Kas ...............$ 40.000
Modal C .................$40.000
(4) A membayar iklan, komisi dan biaya penjualan lainnya sebesar $37.500 Biaya penjualan $ 37.500
Kas .....................$37.500
(5) petak-petak tanah dijual unutk total sebesar $250.000; dari jumlah inni $50.000 diterima per kas dan sisanya diterima berupa wesel cicilan Kas ................$ 50.000
Wesel tagih ....$200.000
Tanah ...............$ 160.000
Keuntungan
Penjualan tanah 90.000
(6) wesel tagih cicilan dijual tanpa jaminan dg diskonto 10% Kas.................$180.000
Biaya bunga .......20.000
Wwesel tagih ..... $200.000
(7) laba bersih usaha patungan diikhtisarkan dan ditutup pd perkiraan modal sekutu :
laba bersih.......................................$32.500
imbalan khusu bagi A.....................$ 5.000
saldo $27.500 dibagi dlm
rasio 100:60:40 kpd A,B.C :
A............................................$13.750
B.............................................$ 8.250
C.............................................$ 5.500
$32.500 Keuntungan penjualan
Tanah.............$90.000
Biaya penjualan.......$37.500
Biaya bunga.............$20.000
Modal A..................$18.750
Modal B...................$ 8.250
Modal C....................$ 5.500
(8) A membagikan uang kas dalam penyelesaian akhir usaha patungan Modal A..............$118.750
Modal B...............$ 68.250
Modal C................$ 45.500
Kas.........................$232.500


Buku-buku tersendiri A Buku-buku tersendiri B Buku-buku tersendiri C
Investasi dlm perusahaan ABC $100.000
Tanah $75.000
Keuntungan
Penyerahan
Tanah kpd usaha
patungan $25.000
Investasi dlm Prsh
ABC $60.000
Kas $60.000 Investasi dlm Prsh
ABC $40.000
Kas $40.000
Investasi dlm Prsh
ABC $18.750
Pendapatan dari
Prsh ABC $18.750 Investasi dlm Prsh
ABC $8.250
Pendapatan dari
Prsh ABC $8.250 Investasi dlm Prsh
ABC $5.500
Pendapatan dari
Prsh ABC $5.500
Kas $118.750
Investasi dlm Prsh
ABC $118.750 Kas $68.250
Investasi dlm Prsh
ABC $68.250 Kas $45.500
Investasi dlm Prsh
ABC $45.500

Tanpa penyelenggaraan buku-buku tersendiri


Transaksi
Buku-buku A (sekutu pengelola)
(1) A menyerahkan tanah kpd usaha patungan dg nilai lancar yg disetujui sebesar $100.000; harga pokoknya bagi A sebesar $75.000 Usaha patungan ........$100.000
Tanah ...........................$75.000
Keuntungan penyerahan tanah kpd
Usaha patungan (modal)$25.000
(2) B menyelesaikan kontrak pemetakan, penghiasan, pengairan & selokan, dan perbaikan lainnya atas tanah sebesar $60.000
Usaha patungan..........$60.000
B..................................$60.000
(3) C menyerahkan uang kas kpd A u/ tujuan usaha patungan sebesar $40.000 Kas usaha patungan ...$40.000
C.................................$40.000
(4) A membayar iklan,komisi & biaya penjualan lannya sebesar $37.500 Usaha patungan ......... $37.500
Kas usaha patungan....$37.500
(5) petak-petak tanah dijual u/ total $25.000 dari jml ini $50.000 diterima per kas & sisanya diterima berupa wesel tagih cicilan. Kas usaha patungan ....$50.000
Wesel tagih usaha pat. $200.000
Usaha patungan............$250.000


(6) wesel tagih cicilan dijual tanpa jaminan dg diskonto 10% Kas usaha patungan ...$180.000
Usaha patungan ..........$ 20.000
Wesel tagih-usaha patungan$200.000
(7) Laba bersih usaha patungan diikhtisarkan & ditutup pd perkiraan modal sekutu :
Laba bersih.......................... $32.500
Imbalan khusus bagi A ...........$ 5.000
Saldo $27.500 dibagi dlm rasio
100:60:40:kpd A,B,C :
A.............................................$13.750
B..............................................$ 8.250
C..............................................$ 5.500
$32.500
Usaha patungan............$32.500
Pendapatan dr usaha patungan
(modal).............................$18.750
B.......................................$ 8.250
C.......................................$ 5.500
(8) A membagikan uang kas dlm penyelesaian akhir usaha patungan Kas ........................$118.750
B ............................$ 68.250
C .............................$ 45.500
Kas usaha patungan ........$232.500

Contoh Akuntansi untuk Usaha Patungan

Asumsikan bahwa A, B, dan C menandatangani pandirian sebuah usaha patungan untuk kegiatan pembelian, pengembangan, dan penjualan sebidang tanah. A ditetapkan sebagai sekutu pengelola: pada pembubaran usaha patungan ini, imbalan khusus sebesar $5.000 harus diberikan kepadanya dan saldo laba harus dibagi dalam rasio investasi sekutu.

Buku-buku B Buku-buku C
Usaha Patungan $100.000
A $100.000 Usaha Patungan $100.000
A $100.000
Usaha Patungan $ 60.000
Kas............... $ 60.000 Usaha Patungan $ 60.000
B $ 60.000
A....................... $ 40.000
C $ 40.000 A....................... $ 40.000
Kas............... $ 40.000
Usaha Patungan $ 37.500
A $ 37.500 Usaha Patungan $ 37.500
A $ 37.500

A....................... $250.000
Usaha Patungan $250.000 A....................... $250.000
Usaha Patungan $250.000
Usaha Patungan $ 20.000
A.................... $ 20.000 Usaha Patungan $ 20.000
A.................... $ 20.000
Usaha Patungan $ 32.500
Pendapatan
Dari Usaha Patungan $ 8.250
A 18.750
C 5.500 Usaha Patungan $ 32.500
Pendapatan
Dari Usaha Patungan $ 5.500
A 18.750
B 8.250
Kas..................... $ 68.250
C ........................ 45.500
A $113.750 Kas.................... $ 45.500
B ....................... 68.250
A $113.750







Kepentingan A
(dalam 000) Kepentingan B
(dalam 000) Kepentingan C
(dalam 000)
Kas usaha patungan $ 40 Usaha patungan $160 Usaha patungan $160
Usaha patungan $160
Dikurangi kredit : Dikurangi kredit :
$200 A $60 A $60
Dikurangi : C $40 B $60
B $60 $100 $120
C 40 $100



Kepentingan A $100
Kepentingan B $ 60
Kepentingan C $ 40


Accounting Principle Board mandefinisikan perseroan usaha patungan sebagai “suatu perseroan yang dimiliki dan dioperasikan oleh kelompok bisnis kecil ( usaha-usaha patungan ) sebagai suatu bisnis yang terpisah dan spesifik atau proyek untuk keuntungan mutualis dari anggota kelompok”. Perseroan usaha patungan biasanya tidajk memiliki saham yang dijual secara umum. Jadi masalah pencatatan umumnya berkaitan dengan perlakuan usaha patungan ini pada laporan keuangan individunya. Dengan memperhatikan aspek ini, APB menyimpulkan bahwa:
.........metode ekuitas memungkinkan para investor perseroan usaha patungan merefleksikan sifat yang mendasar dari investasi mereka pada usaha patungan tersebut. Oleh karena itu, investor harus memperkirakan investasi saham biasa pada perseroan usaha patungan dengan metode ekuitas, baik pada laporan keuangan yang dikonsolidasikan, maupun pada laporan keuangan perusahaan induk yang diperuntukkan bagi para pemegang saham sebagai laporan keuangan dari kesatuan laporan utama.



Pencatatan
Transaksi
A B C


1. Kas joint venture 10.000.000,00
Kas 10.000.000,00

2. Joint venture 2.500.000,00 Joint venture 2.500.000,00 Joint venture 2.500.000,00
Kas 2.500.000,00 Modal, A 2.500.000,00 Modal, A 2.500.000,00

3. Kas joint venture 10.000.000,00 Modal, A 10.000.000,00 Modal, A 10.000.000,00
Modal, B 10.000.000,00 Kas 10.000.000,00 Modal, B 10.000.000,00

4. Joint venture 15.000.000,00 Joint venture 15.000.000,00 Joint venture 15.000.000,00
Modal, C 15.000.000,00 Modal, C 15.000.000,00 Persediaan 14.000.000,00
Laba 1.000.000,00

5. Joint venture 9.500.000,00 Joint venture 9.500.000,00 Joint venture 9.500.000,00
Kas joint venture 9.500.000,00 Rekening A 9.500.000,00 Rekening A 9.500.000,00

6. Joint venture 3.500.000,00 Joint venture 3.500.000,00 Joint venture 3.500.000,00
Kas joint venture 3.500.000,00 Rekening A 3.500.000,00 Rekening A 3.500.000,00

7. Kas joint venture 35.000.000,00 Rekening A 35.000.000,00 Rekening A 35.000.000,00
Joint venture 35.000.000,00 Joint venture 35.000.000,00 Joint venture 35.000.000,00

8. Joint venture 5.000.000,00 Joint venture 5.000.000,00 Joint venture 5.000.000,00
Rugi laba 2.200.000,00 Rugi laba 1.200.000,00 Rugi laba 1.600.000,00
Modal, B 1.200.000,00 Rekening A 2.200.000,00 Rekening A 2.200.000,00
Modal, C 1.600.000,00 Modal, C 1.600.000,00 Modal, C 1.200.000,00

9. Kas 12.200.000,00 Kas 11.200.000,00 Kas 16.600.000,00
Rekening B 11.200.000,00 Modal, C 16.600.000,00 Rekening B 11.200.000,00
Modal, C 16.200.000,00 Rekening A 27.800.000,00 Rekening A 27.800.000,00
Kas joint venture 40.000.000,00
Read more >>

Selasa, 14 Februari 2012

Pengantar E-Business

E-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet.
E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.
E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.


A) Model-model E-business

Terdapat dua model E-business, yaitu :

1. B2C (Business to Consumers)

Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :

- Antara organisasi dengan perorangan.
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil.
- Transaksi tidak sering terjadi.
- Relatif sederhana.

2. B2B (Business to Business)

Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.

Karakteristik B2B :

- Antar organisasi.
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar.
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan.
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan.
- Lebih kompleks.

3. B2G (Business to Government)

Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.

4. B2E (Business to Education)

Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya dengan B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.


B) Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis :

– Meningkatkan tingkat akurasi.
– Mengurangi biaya.


C) Faktor-faktor keberhasilan E-Business :

• Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.

• Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

• Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :


- Validitas, Integritas, dan Privasi


INFRASTRUKTUR untuk E-BUSINESS

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.

Jenis-jenis Jaringan

Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

1. Local Area Network (LAN).
2. Wide Area Network (WAN).
3. Value-added Network dan.
4. Internet.

Software Komunikasi

Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

1. Pengendalian akses.

Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.

2. Pengelolaan jaringan

Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.

3. Pengiriman data dan file

Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.

4. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan

Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.

5. Keamanan data

Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.



PILIHAN KONFIGURASI JARINGAN


Konfigurasi LAN

Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi.

1. Konfigurasi Bintang

Dalam konfigurasi bintang, setiap peralatan secara langsungb terhubung dengan server pusat. Seluruh komunikasi antara peralatan dikendalikan dan dikirim melalui serverv pusat. Biasanya, server akan mengumpulkan data setiap peralatan untuk melihat apakah peralatantersebut ingin mengirim pesan. Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya. Akan tetapi, keunggulan utamanya adalah apabila salah satu titik sedang gagal (down), kinerja jaringan yang lain atau jaringan selebihnya tidak terganggu.

2. Konfigurasi Cincin

Pada konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya. Ketika sebuah pesan melalui cincin tersebut, setiap titik akan memeriksa judul paket untuk menetapkan apakah data tersebut ditujukan bagi titik berkaitatau tidak. LAN yang dikonfigurasikan cincin mempergunakan software yang disebut dengan token. Token ini berfungsi sebagai untuk mengendalikan aliran data dan untuk mencegah tabrakan. Token secara terus-menerus beroperasi disepanjang cincin. Jadi, titik-titik lainnya harus menunggu hingga pesan yang dikirim sampai pada tujuannya dan token tersebut bebas kembali, sebelum mereka dapat mengirim data. Apabila hubungan dalam cincin rusak, jaringan tersebut dapat berfungsi, walaupun lebih pelan, dengan cara mengirimkan seluruh pesan ke arah yang berbeda.

3. Konfigurasi BUS

Didalam konfigurasi BUS, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS. Pengendali komunikasi didesentralisasi melalui jaringan BUS. Konfigurasi BUS mudah untuk diperluas dan lebih murah untuk dibuat daripada konfigurasi bintang. Akan tatapi, kinerjanya akan menurun apabila jumlah titik yang dihubungkan meningkat.
Read more >>

Minggu, 12 Februari 2012

SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN

Sistem pemprosesan transaksi dalam perusahaan dapat dilakukan secara manual maupun komputerisasi.Dua system pemprosesan tersebut akan mempengaruhi input,proses,output,menejemen data dan pengendaliannya.


1. Sistem pemprosesan transaksi secara manual
Transaksi secara manual dimulai dari dokumen sumber transaksi akan dicatat dalam jurnal khusus dan jurnal umum sesuai dengan tipe transosesmpraksinya.
2. Sistem pemprosesan transaksi berkomputerisasi
Sistem pemprosesan transaksi terkomputerisasi pada dasarnya memiliki proses yang sama dengan system pemprosesan transaksi secara manual.
Beberapa keuntungan pemprosesan transaksi terkomputerisasi dibandingkan dengan pemprosesan transaksi secara manual antara lain :
a. Data transaksi dapat dimasukan melalui alat elektronik dan disimpan dalam media megnetik dari pada disimpan dalam dokumen hardcopy.
b. Data transaksi dapat diverifikasi dengan program edit checks tanpa harus melibatakan tenaga manusia untuk mendeteksi adanya kesalahan.
c. Penambahan data dapat dilakukan dengan mudah dan transaksi dapat didentifikasi dengan cepat.
d. Transaksi dapat diposting dengan cepat kedalam buku besar.
e. Pemprosesan transaksi dan pembuatan neraca saldo dapat dilakukan dengan cepat.
f. Laporan keuangan dan laporan lainnya dapat dibuat kapan saja tanpa harus menunggu sampai akhir periode.
g. Dapat menampilkan jurnal dan buku besar sebagai gambaran dari transaksi yang terjadi.
h. Laporan dapat disiapkan dengan cepat dan mudah yang telah disimpan dalam computer.
i. Dapat dibuat dengan cepat laporan dan analisis untuk manajer dari data yang telah disiapkan dalam computer.
SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)


Kelemahan system pemprosesan transaksi terkomputerisasi yany masih tradisional adalah tidak terintegrasinya program-program aplikasi yang digunakan dalam system tersebut.

Sehingga informasi keuangan dan non keuangan yang dihasilkan untuk perencanaan dan pengendaliaan operasi kurang bermanfaat.Untuk mengatasinya sebaiknya menggunakan system ERP.
SISTEM WEB-BASED
Word widw web merupakan jaringan komunikasi informasi.Bagi perusahaan system ini sangat dibutuhkan untuk dapat nenggunakannya harus tersedia program aplikasi.
Imput utama dari siklus buku besar dan laporan keuangan berasal dari output semua siklus lainnya.

TUJUAN SISTEM GENERAL LEDGER
Sistem general ledger menggambarkan pemprosesan keuangan.Tujuan dari system general ledger diantaranya :
a. Untuk mencatat transaksi akuntansi dengan tepat dan akurat.
b. Untuk memposting pada rekening yang tepat.
c. Untuk menjaga keseimbangan jumlah dalam sisi debit dan kredit.
d. Mengakomodasi kebutuhan pembuatan jurnal penyesuaian.
e. Untuk menyediakan laporan keuangan yang tepat.

BAGAN REKENING (CHART OF ACCOUNT)
Bagan rekening adalah rekening dalam perusahaan yang meliputi aset,ekuitas,pendapatan dan biaya-biaya.Komposisi kode rekening yang ada dalam chart of accout didesain sesuai dengan kebutuhan informasi internal dan eksternal perusahaan.

KLASIFIKASI DALAM CHART OF ACCOUNT

Klasifikasi rekening harus dapat mereflasi aktivitas perusahaan.

Perusahaan manufaktur membutuhkan manufaktur membutuhkan rekening persediaan dalam tiga buah rekening(persediaan bahan baku,barang dalam proses dan barang jadi).Perusahaan jasa lebih menfokuskan desain rekeningnya pada transaksi jasa.

PENGKODEAN DAFTAR REKENING.

Tipe pengkodean chart of account ada 2 diantaranya:

1) Block account codes.

Dalam desain dengan menggunakan block codes rekening secara berurutan di kategorikan ke dalam klasifikasi rekening dengan membentuk blok,misalnya aktifa lancer.Keuntungannya yaitu jika ada rekening baru dapat disisipkan tanpa harus mengubah kode rekening yang sudah ada.

2) Group Account Codes.

Dalam desain ini memiliki arti tertentu,misalnya kode rekening 112 dapat di artikan digit pertama mempresentasikan kategori mayor rekening(aktiva lancar),Digit ke 2 merepresentasikan klasifikasi intermediate(kas),Dan digit ke 3 merepresentasikan klasifikasi minor rekening (kas di tangan).

SUMBER DATA DAN INPUT.

Transaksi-transaksi yang akan di posting ke general ledger dapat di klasifikasikan ke dalam 6 tipe yaitu:
1) Transaksi eksternal yang bersifat rutin.
2) Transaksi inernal yang bersifat rutin.
3) Transaksi non-rutin
4) Jurnal penyesuaian(adjusting enteries).

Transaksi ini terjadi pada akhir periode akuntansi.Empat tipe adjusting enteries yaitu:

1) Akrual.
2) Defferal.
3) Revaluasi.
4) Koreksi.
5) Jurnal pembalik.
6) Jurnal penutup.

PENROSESAN DATA.

Pemrosesan data dalam system ledger di bagi menjadi dua yakni:

a) Pemrosesan data transaksi harian.

Transaksi yang bersifat harian seperti transaksi penjualan,penerimaan kas,pembelian dan transaksi pengeluaran kas.

b) Pemrosesan akhir periode.

Pada akhir periode ada dua jurnal penyesuaian yang perlu dibuat yaitu jurnal penyesuain yang bersifat rutin dan jurnal penyesuaian yang bersifat tidak rutin.



INFORMASI

Hasil output dari system pemprosesan ledger dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:
1. Analisis general ledger.
Digunakan untuk alat pengendalian perusahaan.Ada dua analisis general ledger yaitu general journal listing dan general ledger change report.
2. Laporan keuangan
Laporan keuangan utama yang dibuat oleh perusahaan ada tiga yaitu neraca,laporan,laba rugi dan arus kas.Ketiga laporan dibuat pemakai laporan dari pihak luar perusahaan yang meliputi pemegang saham,kreditur,pemerintah dan analisis keuangan.
3. Laporan manajerial
Data laporan manajerial berasal dari data yang juga digunakan untuk membuat laporan keuangan.

MANAJEMEN DATA

1. Pendekatan file-oriented
File-file disusun untuk kebutuhan spesifik kelompok pemakai tertentu.Berikut ini merupakan representasi pemakai file dalam general ledgerdan siklus laporan keuangan yaitu :
2. General Ledger Master File
File ini merupakan jantung dari database akuntansi.Masing-masing catatan menunjukkan keadaan sebuah akun general ledger.
3. Current Journal Voucher File
File ini berisi detail signifikan yang berkaitan dengan masing-masing transaksi yang telah dipos pada general ledger selama periode berjalan.
4.General Ledger Historiy File
Yang berisi data aktual akun general ledger masing-masing bulan untuk beberapa tahun yang lalu.
5. Responsibility Center Master File
Yang berisi pendapatan dan biaya-biaya aktual dari berbagai devisi.
6. Budget Master File
Berisi jumlah anggaran aset,hutang,pendapatan dan alokasi biaya pada bermacam-macam pusat pertanggungjawaban perusahaan.
7. Financial Report Format File
Berisi informasi yang penting untuk memperoleh format yang beragam.

PENGENDALIAN UMUM

1. Pengendalian Organisasional
2. Pengendalian Dokumentasi
3. Pengendalian Akuntabilitas Aset
4. Pengendalian Praktik Manajemen
5. Pengendalian Operasi Pusat Data
6. Pengendalian Otorisasi
Read more >>

Rabu, 20 April 2011

Selamat Datang para Akuntan Indonesia

Weblog ini akan membantu kita dalam mencari informasi seputar dunia Akuntansi.
Selamat Bergabung!!
Read more >>