Tampilkan postingan dengan label Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2012

Artikel Investasi dan Pasar Modal Koleksi Budi Frensidy 2

Ingin tahu perkembangan investasi dan pasar modal di Indonesia??? Simak artikel-artikel yang ditulis oleh bapak Budi Frensidy (Dosen UI Jakarta), diantaranya adalah:
Semoga bermanfaat …. dan terimakasih untuk bapak Budi Frensidy atas kiriman artikelnya ………………
Read more >>

Kamis, 29 Maret 2012

Artikel Matematika Keuangan dan Perencanaan Keuangan by Budi Frensidy

terimakasih untuk pak Budi Frensidy atas tulisan-tulisan yang memberikan pencerahan bagi kita semua.
  1. Imbal Hasil dan Pengembaliannya (Media Akuntansi, Maret 2006), artikel dapat didownload disini -> Imbal Hasil dan Pengembalian
  2. Pilih ORI atau Deposito (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 17 Desember 2006) artikel dapat didowload disini -> Pilih ORI atau Deposito
  3. Arisan Tembak sebagai Sarana Investasi (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 10 Juni 2007), artikel dapat didowload disini -> Arisan Tembak sebagai Sarana Investasi
  4. Memahami Pengukuran Return (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 22 Juli 2007), artikel dapat didowload disini -> Memahami Pengukuran Return
  5. Return Tertimbang berdasarkan Uang (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 5 Agustus 2007), artikel dapat didowload disini -> Return Tertimbang Berdasarkan Uang
  6. Menghitung Tingkat Bunga Cicilan (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 12 Agustus 2007), artikel dapat didowload disini -> Menghitung Bunga Cicilan
  7. Teliti sebelum Mengangsur Barang (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 26 Agustus 2007), artikel dapat didowload disini -> Teliti Sebelum Mengangsur
  8. Cerdas sebagai Kas Defisit (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 9 September 2007), artikel dapat didowload disini -> Cerdas Sebagai Kas Defisit
  9. Cerdas sebagai Kas Surplus (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 16 September 2007), artikel dapat didowload disini -> Cerdas Sebagai Kas Surplus
  10. Cerdas Finansial (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 14 Oktober 2007), artikel dapat didownload disini -> Cerdas Finansial
  11. The Power of Compound Interest (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 14 Oktober 2007), artikel dapat didowload disini -> The Power of Compound Interest
  12. Tingkat Bunga VS Tingkat Diskonto (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 21 Oktober 2007), artikel dapat didowload disini -> Tingkat Bunga vs Tingkat Diskonto
  13. Menghitung Nilai Waktu Uang (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 21 Oktober 2007), artikel dapat didowload disini -> Time Value of Money
  14. Refinancing KPR Anda (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 4 November 2007), artikel dapat didowload disini -> Refinancing KPR Anda
  15. Penipuan Berkedok Investasi (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 23 November 2007), artikel dapat didowload disini -> Penipuan Berkedok Investasi
  16. Deposito Minded (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 2 Desember 2007), artikel dapat didowload disini -> Deposito Minded
  17. Menilai Saham dari Dividennya (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 9 Desember 2007), artikel dapat didowload disini -> Dividen dan Harga Saham
  18. Merencanakan Keuangan itu Mudah (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia, 23 Desember 2007), artikel dapat didowload disini -> Mudahnya Merencanakan Keuangan
Read more >>

Rabu, 28 Maret 2012

Artikel Investasi dan Pasar Modal Koleksi Budi Frensidy

Selamat menikmati tulisan-tulisan dari bpk. Budi Frensidy …… Thanks pak Budi Frensidy, atas sharing ilmunya.
  1. Menghitung Alokasi Investasi (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 28 Januari 2007), artikel dapat didownload disini -> Menghitung Alokasi Investasi
  2. Cermat Memilih Saham (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 8 April 2007), artikel dapat didownload disini -> Berburu Saham Bagus
  3. Hari Gini Tak Melirik Saham? (Kontan minggu I Juni 2007), artikel dapat didownload disini -> Hari Gini Tak Melirik Saham
  4. Menghitung PER Wajar Saham BEJ (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 24 Juni 2007), artikel dapat didownload disini -> Menghitung PER Wajar Saham BEJ
  5. Bank-Based VS Market Based (Kontan minggu IV Juni 2007), artikel dapat didownload disini -> Bank based vs market based
  6. Investasi dalam US$ (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 8 Juli 2007), artikel dapat didownload disini -> Investasi dlm US$
  7. Cerdas Memilih Reksadana Saham (Edisi Khusus Kontan tentang Reksa Dana bulan Juli 2007), artikel dapat didownload disini -> Cerdas Memilih Reksa Dana Saham
  8. Menghitung Risk Adjusted Return (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 2 September 2007), artikel dapat didownload disini -> Risk-Adjusted Return
  9. Alternatif Pengukuran Return dan Manfaatnya (Manajemen dan Usahawan Indonesia Oktober 2007), artikel dapat didownload disini -> Alternatif Pengukuran Return
  10. Investasi Berbekal Analisa Fundamental (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 11 November 2007), artikel dapat didownload disini -> Investasi Berbekal Analisa Fundamental
  11. Berbekal Analisa Teknikal (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 11 November 2007), artikel dapat didownload disini -> Berbekal Analisa Teknikal
  12. Kiat Menilai Reksa Dana Saham (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 18 November 2007), artikel dapat didownload disini -> Kiat Menilai Reksa Dana Saham
  13. Ada Opsi dalam Dinar Iraq (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 25  November 2007), artikel dapat didownload disini -> Harapan dan Risiko dalam Dinar Irak
  14. Lima Mitos Investasi Saham (Tabloid Minggu Bisnis Indonesia 30  November 2007), artikel dapat didownload disini -> Lima Mitos Investasi Saham
Read more >>

Sabtu, 24 Maret 2012

International Convergence of Accounting Practices: Choosing Between IAS and US GAAP

by: Ann Tarca
Abstract:
This study examines reporting practise of a sample of foreign listed and domestic-only listed companies from the United Kingdom, France, Germany, Japan, Australia to determine the extent to which companies are voluntarily using “international” standards. Two types of use of non national standards in the accounts presented to the public are considered: adoption of “international” standards instead of national standards, and supplementary use where “international” standards are used in conjuction with national standards. “International” standards are defined as US GAAP or IAS. The study tests for a preference for either set of standards and considers the relationship of chioce of regime with firm attributes.
The result show significant voluntary use of “international” standards in all five countries and among foreign listed and domestic-only listed companies. Companies using “international” standards are likely to be larger, have more foreign revenue and to be listed on one or more foreign stock exchange. US GAAP is the predominant choice, but IAS are used by many firms in Germany and some in Japan. Firms listed in the United States’ regulated market (NYSE and NASDAQ) are more likely to choose US GAAP, but companies traded in the OTC market show considerable support for IAS.
The study demonstrate for managers and regulators that there is considerable support for “international” standards, and that choice of IAS or US GAAP relates to specific firm characteristic which differ according to a firm’s country of origin. Most use of “international” standards reflects individual countries’ institutional frameworks, confirming the key of national regulators and standards setters in assisting companies to achieve more comparable international reporting.
Artikel lengkap dapat didownload disini
Artikel ini membahas tentang bagaimana praktek penggunaan standar akuntansi internasional yaitu (IAS dan GAAP US) pada perusahaan-perusahaan yang listing di pasar modal asing dan domestik di lima negara yaitu Inggris, Perancis, Jerman, Jepang dan Australia. Ulasan lengkap dapat dilihat disini -> Ulasan Artikel
Read more >>

Kamis, 16 Februari 2012

PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI BERDASARKAN KOMPUTER

Di dunia saat ini, makin banyak perusahaan yang bergantung pada teknologi informasi (TI) untuk memproses informasi bisnisnya secara elektronis. Organisasi menggunakan TI untuk menjalankan bisnisnya, produksinya, dan melaksanakan pelayanannya. Perusahaan tidak dapat lagi membangun penghalang di sekeliling sistem informasinya serta mengunci semua orang di luar. Sebaliknya, mereka harus berbagi informasi dan menggunakan TI untuk menghubungkan sistem informasinya dengan pihak-pihak yang sering berinteraksi dengan mereka, yaitu: pelanggan, vendor, pegawai, mitra bisnis, pemegang saham, dan lembaga pemerintah. Peningkatan hubungan ini membuat sistem informasi lebih rentan terhadap masalah.
Mencapai keamanan dan pengendalian yang memadai atas sumber daya informasi organisasi, harus menjadi prioritas pihak manajemen puncak. Oleh karena sistem informasi berkembang, begitu pula dengan sistem pengendalian internal. Ketika bisnis bergeser dari sistem manual ke sistem komputer utama, pengendalian baru harus dikembangkan untuk menurunkan atau mengendalikan risiko yang dibawa oleh sistem informasi berdasarkan komputer yang baru ini. Oleh karena adanya pergeseran ke lingkungan e-commerce berdasarkan Internet, pengendalian baru perlu dikembangkan untuk mengendalikan munculnya risiko-risiko baru.
Untungnya, perkembangan dalam sistem informasi dan dalam TI juga memberikan kesempatan bagi organisasi untuk meningkatkan pengendalian internalnya.
Apa yang Terdapat dalam Sistem Andal?
Ada 4 prinsip secara umum untuk menetapkan apakah suatu sistem andal atau tidak, yaitu:
1. Ketersediaan (availability). Sistem tersebut tersedia untuk dioperasikan dan digunakan dengan mencantumkannya pada pernyataan atau perjanjian tingkat pelayanan.
2. Keamanan (security). Sistem dilindungi dari akses fisik maupun logis yang tidak memiliki otorisasi. Hal ini akan membantu mencegah: a) penggunaan yang tidak sesuai, pemutarbalikan, penghancuran atau pengungkapan informasi dan software, serta, b) pencurian sumber daya sistem.
3. Dapat dipelihara (maintainability). Sistem dapat diubah apabila diperlukan tanpa mempengaruhi ketersediaan, keamanan, dan integritas sistem. Hanya perubahan dokumen yang memiliki otorisasi dan teruji sajalah yang termasuk dalam sistem dan data terkait. Bagi seluruh perubahan yang telah direncanakan dan dilaksanakan, harus tersedia sumber daya yang mengelola, menjadwalkan, mendokumentasikan, dan mengkomunikasikan perubahan ke pihak manajemen dan para pemakai yang memiliki otorisasi.
4. Integritas (integrity). Pemrosesan sistem bersifat lengkap, akurat, tepat waktu dan diotorisasi. Sebuah sistem dikatakan memiliki integritas apabila dapat melaksanakan fungsi yang diperuntukkan bagi sistem tersebut secara keseluruhan dan bebas dari manipulasi sistem, baik yang tidak diotorisasi maupun yang tidak disengaja.
Bagi setiap prinsip keandalan di atas, tiga kriteria berikut ini dikembangkan untuk mengevaluasi pencapaian prinsip-prinsip tersebut, yaitu:
1. Entitas memiliki tujuan kinerja (performance objective), kebijakan, dan standar yang telah ditetapkan, didokumentasikan, dan dikomunikasikan, dan telah memenuhi tiap prinsip keandalan. Tujuan Kinerja didefinisikan sebagai tujuan umum yang ingin dicapai entitas. Kebijakan adalah peraturan-peraturan yang memberikan arah formal untuk mencapai tujuan, dan mendorong kinerja. Standar merupakan prosedur yang dibutuhkan dalam implementasi, agar sesuai dengan kebijakan.
2. Entitas menggunakan prosedur, sumber daya manusia, software, data dan infrastruktur untuk mencapai setiap prinsip keandalan, dengan berdasarkan pada kebijakan dan standar yang telah ditetapkan.
3. Entitas mengawasi sistem dan mengambil tindakan untuk mencapai kesesuaian dengan tujuan, kebijakan, dan standar, untuk setiap prinsip keandalan.

Pengendalian yang Berhubungan dengan Beberapa Prinsip Keandalan
Pengendalian berikut ini sesuai untuk beberapa prinsip keandalan, yaitu: perencanaan strategis dan penganggaran, mengembangkan rencana keandalan sistem, dan melaksanakan dokumentasi.
Tabel Ringkasan Pengendalian Umum Utama Keandalan
Kategori Pengendalian

Ancaman/Risiko

Pengendalian
Perencanaan strategis dan penganggaran

Sistem Informasi mendukung strategi bisnis, kurangnya penggunaan sumber daya, kebutuhan informasi tidak dipenuhi atau tidak dapat ditanggung

Rencana strategis berlapis yang secara periodik dievaluasi, tim penelitian dan pengembangan untuk menilai dampak teknologi baru atas jalannya bisnis, anggaran untuk mendukung rencana strategis.
Mengembangkan rencana keandalan sistem

Ketidakmampuan untuk memastikan keandalan sistem

Memberikan tanggung jawab perencanaan ke pihak manajemen puncak; secara terus-menerus meninjau dan memperbarui rencana; mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menguji kebutuhan, tujuan, kebijakan, dan standar keandalan pemakai; mengidentifikasi dan meninjau seluruh persyaratan hukum yang baru maupun yang telah diubah; mencatat permintaan pemakai atas perubahan; mendokumentasikan, menganalisis, dan melaporkan masalah dalam hal keandalan sistem; menetapkan tanggung jawab kepemilikan, penyimpanan, akses, dan pemeliharaan atas sumber daya informasi; mengembangkan program kesadaran atas keamanan serta mengkomunikasikannya pada seluruh pegawai; meminta pegawai baru untuk menandatangani perjanjian keamanan; melaksanakan penilaian risiko atas seluruh perubahan dalam lingkungan sistem.
Dokumentasi

Desain, operasi, tinjauan, audit, dan perubahan sistem yang tidak efektif

Dokumentasi dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori dasar, yaitu: (1) Dokumentasi administratif (standar dan prosedur untuk memproses, menganalisis, mendesain, memprogram, menangani file dan menyimpan data), (2) dokumentasi sistem (input aplikasi, tahap pemrosesan, output, kesalahan penanganan), (3) dokumentasi operasional (konfigurasi perlengkapan, program, file, susunan dan pelaksanaan prosedur, tindakan korektif).


Referensi => Accounting Informastion Systems : ~ Marshall B. Romney
~ Paul John Steinbart
Read more >>

Selasa, 14 Februari 2012

Pengantar E-Business

E-business dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet.
E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet.
E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.


A) Model-model E-business

Terdapat dua model E-business, yaitu :

1. B2C (Business to Consumers)

Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi. Business to consumers atau business to costumer menggambarkan kegiatan bisnis melayani konsumen dengan produk atau jasa. Misalkan orang membeli sepasang sepatu dari pengecer. Transaksi yang mengarah ke sepatu agar tersedia untuk pembeli, yaitu pembelian kulit, tali, karet, dll serta penjualan sepatu dari pembuat sepatu ke pengecer akan dianggap transaksi B2C.
Karakteristik B2C :

- Antara organisasi dengan perorangan.
- Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil.
- Transaksi tidak sering terjadi.
- Relatif sederhana.

2. B2B (Business to Business)

Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi). menggambarkan transaksi perdagangan antara perusahaan, seperti antara manfaktur dan grosir, atau antara grosir dan pengecer. Volume transaksi B2B jauh lebih tinggi dibandingkan volume transaksi B2C. Alasan utamanya karena dalam rantai pasokan (Supply chain) ada banyak transaksi B2B yang mencakup bahan baku dan penjualan produk jadi ke konsumen. Sebagai contoh, sebuah produsen mobil membuat beberapa transaksi B2B seperti membeli ban, kaca untuk kaca jendela, dan selang karet untuk kendaraan. Transaksi terakhir adalah saat kendaraan jadi yang dijual kepada konsumen yang merupakan transaksi (B2C) tunggal.

Karakteristik B2B :

- Antar organisasi.
- Nilai uang yang dilibatkan lebih besar.
- Hubungan yang kuat dan berkelanjutan.
- Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan.
- Lebih kompleks.

3. B2G (Business to Government)

Interaksi terjadi antara organisasi dengan pemerintah. B2G memiliki karakteristik yang sama dengan B2B sehingga B2G dapat dikelompokkan kedalam B2B. B2G adalah turunan dari B2B yang sering disebut sebagai public sector marketing atau pemasaran sektor publik yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk berbagai tingkat pemerintahan, negara bagian dan lokal melalui integrated marketing communication atau komunikasi pemasaran terpadu seperti strategic public relation, advertising, dan komunikasi berbasis web.

4. B2E (Business to Education)

Interaksi yang terjadi antara organisasi dengan pendidikan. Sama halnya dengan B2G, B2E juga memiliki karakteristik yang sama dengan B2B.


B) Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis :

– Meningkatkan tingkat akurasi.
– Mengurangi biaya.


C) Faktor-faktor keberhasilan E-Business :

• Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.

• Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

• Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :


- Validitas, Integritas, dan Privasi


INFRASTRUKTUR untuk E-BUSINESS

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.

Jenis-jenis Jaringan

Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

1. Local Area Network (LAN).
2. Wide Area Network (WAN).
3. Value-added Network dan.
4. Internet.

Software Komunikasi

Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.
Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

1. Pengendalian akses.

Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.

2. Pengelolaan jaringan

Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.

3. Pengiriman data dan file

Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.

4. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan

Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.

5. Keamanan data

Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.



PILIHAN KONFIGURASI JARINGAN


Konfigurasi LAN

Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi.

1. Konfigurasi Bintang

Dalam konfigurasi bintang, setiap peralatan secara langsungb terhubung dengan server pusat. Seluruh komunikasi antara peralatan dikendalikan dan dikirim melalui serverv pusat. Biasanya, server akan mengumpulkan data setiap peralatan untuk melihat apakah peralatantersebut ingin mengirim pesan. Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya. Akan tetapi, keunggulan utamanya adalah apabila salah satu titik sedang gagal (down), kinerja jaringan yang lain atau jaringan selebihnya tidak terganggu.

2. Konfigurasi Cincin

Pada konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya. Ketika sebuah pesan melalui cincin tersebut, setiap titik akan memeriksa judul paket untuk menetapkan apakah data tersebut ditujukan bagi titik berkaitatau tidak. LAN yang dikonfigurasikan cincin mempergunakan software yang disebut dengan token. Token ini berfungsi sebagai untuk mengendalikan aliran data dan untuk mencegah tabrakan. Token secara terus-menerus beroperasi disepanjang cincin. Jadi, titik-titik lainnya harus menunggu hingga pesan yang dikirim sampai pada tujuannya dan token tersebut bebas kembali, sebelum mereka dapat mengirim data. Apabila hubungan dalam cincin rusak, jaringan tersebut dapat berfungsi, walaupun lebih pelan, dengan cara mengirimkan seluruh pesan ke arah yang berbeda.

3. Konfigurasi BUS

Didalam konfigurasi BUS, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS. Pengendali komunikasi didesentralisasi melalui jaringan BUS. Konfigurasi BUS mudah untuk diperluas dan lebih murah untuk dibuat daripada konfigurasi bintang. Akan tatapi, kinerjanya akan menurun apabila jumlah titik yang dihubungkan meningkat.
Read more >>

Selasa, 07 Juni 2011

Jurnal Simposium Nasional Akuntansi XIII (SNA 13) PURWOKERTO

Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal

1. AKPM_01 Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kinerja Perusahaan
2. AKPM_05 Pengaruh Sistem Hukum terhadap Managemen Laba dengan Kepemilikan Institusional sebagai Variabel Pemoderasi :Studi Perbandingan Inggris dan Perancis
3. AKPM_06 Return Saham, Value at Risk, dan Aktivitas Trading pada Kelompok Harga Terendah (Low Tick Size) di Bursa Efek Indonesia
4. AKPM_11 Pengaruh Ownership Retention, Investasi dari Proceeds, dan Reputasi Auditor terhadap Nilai Perusahaan dengan Kepemilikan Manajerial dan Institusional sebagai Variabel Pemoderasi
5. AKPM_12 Pengaruh Corporate Governance pada Hubungan Corporate Social Responsibility dan Nilai Perusahaan
6. AKPM_13 Kinerja Akuntansi dan Kinerja Pasar sebagai Anteseden dan Konsekuensi atas Pergantian Chief Executive Officer (CEO) : Kasus dari Indonesia
7. AKPM_16 Praktik Manajemen Laba Terkait Peringkat Emisi Obligasi
8. AKPM_17 Pengujian Peran Perlindungan Investor dan Kultur terhadap Perilaku Managemen Laba pada Perusahaan Keluarga : Studi Internasional
9. AKPM_19 Pengaruh Status Internasional, Diversifikasi Operasi, dan Legal Origin terhadap Manajemen Laba (Studi
10. AKPM_21 Eksplorasi Kinerja Pasar Perusahaan : Kajian Berdasarkan Modal Intelektual (Studi Empiris pada Perusahaan Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
11. AKPM_22 Pengaruh Order Effect dan Pola Pengungkapan dalam Pengambilan Keputusan Investasi
12. AKPM_23 Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan Institusi, Leverage dan Corporate Social Responsibility
13. AKPM_24 Reksa Dana di Indonesia :Analisis Kebijakan Alokasi Aset, Pemilihan Saham, dan Tingkat Risiko
14. AKPM_26 Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan
15. AKPM_27 Pengaruh Corporate Governance dan Konsentrasi Kepemilikan terhadap Daya Informasi Akuntansi
16. AKPM_29 Hubungan antara Growth Opportunity dengan Debt Maturity dan Kebijakan Leverage serta Fungsi Covenant dalam Mengontrol Konflik Keagenan antara Shareholders dengan Debtholders”
17. AKPM_38 Karakteristik Pribadi Komite Audit dan Praktik Manajemen Laba
18. AKPM_41 Pengaruh Konservatisme terhadap Asimetri Informasi dengan Menggunakan Beberapa Model Pengukuran Konservatisme
19. AKPM_50 Implikasi Intellectual Capital terhadap Financial Performance, Growth dan Market Value : Studi Empiris dengan Pendekatan Simplistic Specification
20. AKPM_51 Pengaruh Profitabilitas, Risiko Keuangan, Nilai Perusahaan, dan Struktur Kepemilikan terhadap Praktek Perataan Laba :Studi Empiris Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI
21. AKPM_52 Analisis Pendekatan Nilai Wajar dan Nilai Historis dalam Penilaian Aset Biologis pada Perusahaan Agrikultur :Tinjauan Kritis Rencana Adopsi IAS 41
22. AKPM_57 Menguji Kualitas Standar Akuntansi Hasil Adopsi IFRS :Studi Empiris pada PSAK No. 55 (Revisi 2006)
23. AKPM_60 Efek Entrenchment dan Alignment pada Manajemen Laba
24. AKPM_62 Pengaruh Kualitas Pelaporan Keuangan terhadap Informasi Asimetri
25. AKPM_64 Equity Risk Premium Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
26. AKPM_65 Hubungan antara Kesalahan Prediksi Laba Manajemen dan Akrual dengan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating
27. AKPM_67 Kepemilikan Manajerial, Konservatisma Akuntansi, dan Cost of Debt
28. AKPM_72 Perbedaan Perilaku Earnings Management Berdasarkan pada Perbedaan Life Cycle dan Ukuran Perusahaan
29. AKPM_74 The Real and Accruals Earnings Management :Satu Perspektif dari Teori Prospek
30. AKPM_78 Pemeringkatan Obligasi Perdana sebagai Pemicu Manajemen Laba : Bukti Empiris dari Pasar Modal Indonesia
31. AKPM_83 Intellectual Capital dan Abnormal Return Saham (Studi Peristiwa Pada Perusahaan Publik Di Indonesia)
32. AKPM_86 Masalah Keagenan Kas Bebas, Manajemen Laba, dan Relevansi Nilai Informasi Akuntansi
33. AKPM_87 Apakah Kinerja Jangka Panjang Penawaran Umum Perdana di Indonesia underperformed? Bukti Baru
34. AKPM_91 Hubungan Karakteristik Dewan Komisaris dan Perusahaan Terhadap Pengungkapan Risk Management Committee (RMC) Pada Perusahaan Go Public Indonesia

Akuntansi Manajemen

1. AKMEN_02 Pengaruh Tekanan Ketaatan dan Tanggung Jawab Persepsian pada Penciptaan Budgetary Slack
2. AKMEN_04 Pengaruh Locus of Control terhadap Hubungan antara Justice dan Tingkat Eskalasi Komitmen dalam Penganggaran Modal
3. AKMEN_26 Kemanfaatan Capacity Cost Reports Dalam Peningkatan Kinerja Laba :Suatu Studi Eksperimen
4. AKMEN_31 Peran Kepemimpinan dalam Pencapaian Kinerja Organisasi Melalui Budaya, Strategi, dan Sistem Akuntansi Manajemen Organisasi
5. AKMEN_35 Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Growth Terhadap Kebijakan Dividen dengan Good Corporate Governance sebagai Variabel Intervening

Akuntansi Sektor Publik

1. ASP_03 Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Outcomes Bidang Kesehatan: Studi Empiris di Kabupaten/Kota Propinsi Sumatera Barat
2. ASP_04 Nilai Relevan Informasi Laporan Keuangan Terkait Financial Distress Pemerintah Daerah
3. ASP_05 Apakah Incumbent Memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Untuk Mencalonkan Kembali Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada)
4. ASP_07 Pengaruh Faktor Keperilakuan Organisasi terhadap Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah di Subosukawonosraten
5. ASP_10 Kepercayaan dan Implementasi Peraturan Perundang-Undangan Penyusunan dan Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Batang
6. ASP_11 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit di Lingkungan Pemerintah Daerah
7. ASP_15 Pengaruh Moral Reasoning dan Skeptisisme Profesional Auditor Pemerintah terhadap Kualitas Audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
8. ASP_17 Pengaruh Kapasitas Sumber Daya Manusia, Politik Penganggaran, Perencanaan dan Informasi Pendukung terhadap Sinkronisasi Dokumen APBD dengan Dokumen KUA-PPAS di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang
9. ASP_18 Pengaruh Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Keterandalan dan Ketepatwaktuan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Variabel Intervening Pengendalian Intern Akuntansi (Studi Empiris di PEMDA Subosukawonosraten)
10. ASP_19 Determinasi Hubungan Pengetahuan Dewan tentang Anggaran dengan Pengawasan Dewan pada Keuangan Daerah (APBD) (Studi Empiris pada DPRD Se-Karesidenan Kedu)
11. ASP_21 Kebutuhan Investor dan Kreditor Atas Informasi dalam Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah
12. ASP_22 Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Keterlambatan dalam Penyusunan APBD (Studi Kasus Kabupaten Rejang Lebong Tahun Anggaran 2008-2010)
13. ASP_24 Studi Eksploratif terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kabupaten/Kota yang Memperoleh Opini Wajar dengan Pengecualian Menggunakan Content Analysis
14. ASP_25 Analisis Pengaruh Lingkungan Strategi, Budaya, dan Perencanaan Strategi terhadap Kinerja Perusahaan Daerah (Studi Kasus Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Sulawesi Selatan)
15. ASP_31 Pengaruh Independensi, Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, dan Pemahaman Good Governance terhadap Kinerja Auditor Pemerintah (Studi pada Auditor Pemerintah di BPKP Perwakilan Bengkulu)
16. ASP_37 Implementasi Sistem Pengukuran Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Bengkulu

Akuntansi Syariah

1. AKSR_07 Kinerja Akuntansi dan Kinerja Pasar Modal pada Perusahaan-Perusahaan dalam Jakarta Islamic Index
2. AKSR_08 Pengaruh Penerbitan Obligasi Syariah (Sukuk) Perusahaan terhadap Reaksi Pasar (Survey terhadap perusahaan – perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2002-2009)
3. AKSR_10 Islam dan Tanggung Jawab Sosial : Studi Perbandingan Pengungkapan Berdasarkan Global Reporting Initiative dan Islamic Social Reporting Indeks
4. AKSR_11 Analisis Pengaruh Deviden Payout Ratio dan Capital Structure terhadap Beta Saham: Studi pada Saham Syariah dan Nonsyariah Perusahaan Nonkeuangan di Bursa Efek Indonesia
5. AKSR_23 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (Deposito Mudharabah 1 Bulan) Bank Muamalat Indonesia (BMI)

Jurnal Audit

1. AUD_02 Mengapa Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Melakukan Pergantian Kantor Akuntan Publik
2. AUD_08 Pengaruh Tenur Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Reputasi KAP terhadap Kualitas Audit : Kasus Rotasi Wajib Auditor di Indonesia
3. AUD_09 Faktor Nonkeuangan pada Opini Going Concern
4. AUD_10 Analisis Empiris Pergantian Kantor Akuntan Publik Setelah Ada Kewajiban Rotasi Audit
5. AUD_11 Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care dan Akuntabilitas terhadap Kualitas Audit (Studi pada Auditor di KAP “Big Four” di Indonesia)
6. AUD_14 Manajemen Laba Riil dan Berbasis Akrual: Dapatkah Auditor yang Berkualitas Mendeteksinya
7. AUD_15 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Job Satisfaction Auditor dan Hubungannya dengan Performance dan Keinginan Berpindah Kerja Auditor (Perbandingan Pada KAP Besar, KAP Menengah, dan KAP Kecil)
8. AUD_17 Analisis Penggunaan Benford’s Law dalam Perencanaan Audit pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
9. AUD_23 Analisis Penerimaan Auditor atas Dysfunctional Audit Behavior : Sebuah Pendekatan Karakteristik Personal Auditor
10. AUD_28 Pengaruh Tekanan Waktu dan Tindakan Supervisi terhadap Penghentian Prematur atas Prosedur Audit

Jurnal Kelas Internasional

71

AKMEN_05

Corporate Control and Firm Performance :D oes the Type of Owners Matter ?

Muhammad Agung Prabowo

72

AKMEN_22

The Impact of Target Setting on Managerial Motivation and Performance

Amalia Rachma Sari

Muhammad Ja’far S

73

AKPM_14

Strategic Disclosure of Multiple Benchmarks in Earnings Announcements: An Experimental Study of

Investors’ Behavior in Evaluating of Company Performance

Sri Wahyuni

Jogiyanto Hartono

74

AKPM_40

The Effect of Degree Of Convergence to IFRS and Governance System to Accounting Conservatism :Evidence

From Asia

Dr. Ratna Wardhani, SE, Msi.

75

AKPM_56_Q

Financial Reporting Practice as a Ritual :Understanding Accounting within Institutional Framework

Anis Chariri

76

AKPM_84

The Preliminary Study of Accounting Professional’s Perceptions towards IFRS Implementation in Indonesia

Ersa Tri Wahyuni, SE., M.Acc.,CPMA., Ak.

Penny Lay

77

ASP_02

The Analysis of Entrepreneurial Leader on Local Government Performance

Mahmudi

78

AUD_13

The Presence of Earnings Manipulation Incentive as a Prerequisite for the Benefits of Higher-Quality

Audit to be Realized :The Case of Indonesia

Prof. Dr. Zaki Baridwan, Msc.

Arie Rahayu Hariani, MSc

Jurnal Pendidikan Akuntansi

79

PAK_01

Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa Akuntansi terhadap Konsep Dasar Akuntansi(Studi Empiris Pada

Mahasiswa Akuntansi S1 Uin Suska Riau yang Berasal Dari Latar Belakang Sekolah Menengah yang Berbeda)

Muhammad Sar’i, SE.

Muhammad Irsadsyah, SE.

Nasrullah Djamil, SE., M.Si., Ak.

80

PAK_02

Komitmen Organisasional pada Dosen Akuntansi di Jawa Tengah

Suharno Leonard Sabam Manik

Muchamad Syafruddin

81

PAK_06

Pengaruh Ketersediaan Sarana Pendidikan dan Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Pemahaman IFRS dengan

Minat sebagai Variabel Moderating di Fakultas Ekonomi UNSOED

Nieke H. Widaningrum

Drs. Agung Praptapa, MBA., Ak.

Dra. Permata Ulfah, M.Si., Ak.

82

PAK_07

Kajian tentang Pengaruh Pengembangan Kurikulum Akuntansi terhadap Kompetensi Lulusan Program Studi

Akuntansi(Penelitian pada Auditor Junior Kantor Akuntan Publik di Jakarta)

Agus Sholikhan Yulianto

Lili Sugeng Wiyantoro, SE., M.Si, Akt

83

PAK_10

Pengaruh Pendidikan Tinggi Akuntansi terhadap Kecerdasan Emosional dengan On-The Job Training Sebagai

Variabel Moderating

Titien Damayanti, SE., M.Si.

84

PAK_11

Pengaruh Pelatihan Logika terhadap Pertimbangan Audit(Sebuah Kuasi Eksperimen)

Lisa Martiah Nila Puspita, SE.MSi,Ak

Yesi Kurniati Putri, SE

85

PAK_15

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat untuk Mengikuti Program Pendidikan Profesi Akuntansi

(PPAk)(Survey pada Mahasiswa dan Alumni Program Studi S1 Universitas X Bandung)

R. Wedi Rusmawan Kusumah

Sri Rahayu, S.E., M.Ak., Ak.

Jurnal Perpajakan

86

PPJK_03

Pengaruh Book-Tax Differences terhadap Peringkat Obligasi di Pasar Kredit Indonesia

Yulianti S.E., M.E

Christine S.E., M.In Tax

Vinna Christina

87

PPJK_04

Penggunaan Komponen-Komponen Pembentuk Pajak Tangguhan dalam Mendeteksi Manajemen Laba :Sebuah

Pendekatan Baru di Indonesia

Yulianti S.E., Ak., MSM

Irreza

88

PPJK_07

Manajemen Laba sebagai Respon Atas Perubahan Tarif Pajak Penghasilan Badan di Indonesia

Subagyo, SE., Ak., MM.

Oktavia, SE.

89

PPJK_09

Konservatisma Akuntansi dan Sengketa Pajak Penghasilan :

Suatu Investigasi Empiris

Dra. Susi Dwimulyani, Ak., MM

90

PPJK_11

Karakteristik Kepemilikan Perusahaan, Corporate Governance, dan Tindakan Pajak Agresif

Dewi Kartika Sari

Dwi Martani

91

PPJK_13

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemauan untuk Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melakukan

Pekerjaan Bebas

(Studi Kasus pada KPP Pratama Gambir Tiga )

Widayati, Nurlis, SE.Ak.Msi

Jurnal Qualitative

92

AKMEN_29_Q

Konstruksi Sosial Pengukur Kinerja Entitas Bisnis :

Studi Kasus UKM di Kudus

Siti Mutmainah SE., M.Si, A.kt

Tri Jatmiko Wahyu Prabowo SE., M.Si, A.kt

Surya Raharja SE., M.Si, Akt

93

AKMEN_30_Q

Pengaruh Budaya dan Sosial Politik terhadap Tampilan Situs Laporan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan

:

Studi Perbandingan Perusahaan Migas Indonesia dan Perusahaan Migas Amerika Serikat.

Rahmawani

Dwi Hartanti

94

AKPM_76_Q

Tafsir “Keuntungan” bagi Profesi Dokter dengan Pendekatan Hermeneutika Intensionalisme

Dian Purnama Sari, SE., MSA.

95

AKSR_02_Q

Zakat terhadap Aktiva Konsepsi, Aplikasi, dan Perlakuan Akuntansi

Atik Emilia Sula

Prof. Dr. M Nizarul Alim, S.E., M.Si., Ak.

Rahmat Zuhdi, S. E., M.SA., Ak

96

AKSR_03_Q

Reformulasi Akad Pembiayaan Murabahah dengan Sistem Musyarakah sebagai Inovasi Produk Perbankan Syariah

Atik Emilia Sula

97

AKSR_13_Q

Penguatan Sharia Governance melalui Reformasi Akuntansi

Andik S. Dwi Saputro, SE.

98

AKSR_14_Q

The Bottom Line

Andik S. Dwi Saputro, S.E.

99

AKSR_20_Q

Akuntansi Syariah : Tinjauan Kritis Penyajian Zakat (UU No. 38/1999) dalam Pajak Penghasilan Orang

Pribadi (UU No. 17/2000)

Alchudri, MM., CPA

100

ASP_16_Q

Studi Fenomenologi Akuntabilitas Non-Governmental Organization

Ali Fikri

101

ASP_27_Q

Menguak Fenomena Penolakan Pembangunan dengan Daerah Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

:

Sebuah Studi Interpretif

Sopanah, SE., M.Si.

102

PAK_03_Q

Metamorfosis Kesadaran Etis Holistik Mahasiswa Akuntansi Implementasi Pembelajaran Etika Bisnis dan

Profesi Berbasis Integrasi IESQ

Dr. Aji Dedi Mulawarman

Dr. Unti Ludigdo, Ak

103

PAK_12_Q

Tafsir Ujian Komprehensif Menurut Civitas Akademik Universitas Trunojoyo

(Studi Interpretif)

Aprillia Dwi Utami

Robiatul Auliyah

Nurul Herawati, S.E., M.Si

104

PAK_13_Q

Tafsir Perilaku Etis Menurut Mahasiswa Akuntansi Berbasis Gender

Riza Sofia Nova Sari

Rahmat Zuhdi

Nurul Herawati, S.E., M.Si

105

PAK_14_Q

Pemetaan Perilaku Mahasiswa Ekonomi Ditinjau dari Perspektif Etika Teleologi (Studi Intepretif)

Silvia Syahraini Rifa

Robiatul Auliyah

Anis Wulandari

Jurnal Sistem Informasi Akuntansi

1. SIA_02 Adaptasi Model Delone & Mclean yang Dimodifikasi Guna Menguji Keberhasilan Implementasi SoftwareAkuntansi Bagi Individu Pengguna: Studi Empiris pada Perusahaan dalam Industri Barang Konsumsi yangTerdaftar di BEI
2. SIA_03 Pengelolaan Knowledge Management Capability dalam Memediasi Dukungan Information Technology Relatedness terhadap Kinerja Perusahaan: Pendekatan Reflective Second Order Factor (Penelitian terhadap Perusahaan Perbankan di Jawa Tengah)
3. SIA_06 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengendalian Diri Akuntan dan Pengaruhnya Kepada Kekhawatiran Persepsian melalui Risiko Persepsian Akuntan dalam Situs Jejaring Sosial
4. SIA_09 Pemrediksian Peningkatan Manfaat Penggunaan Situs Pajak: Model Kesuksesan Sistem dengan Pengindusian Orientasi Tujuan Pembelajaran dan Norma Subyektif
Read more >>