Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Pengantar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Pengantar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Metode Pembagian Laba dengan Perhitungan Khusus

Metode Pembagian Laba dengan Perhitungan Khusus.
Dalam metode ini, semua faktor yang menentukan besarnya andil masing-masing sekutu di dalam menghasilkan laba atau rugi. Perubahan metode pembagian laba ini harus disetujui oleh para sekutu. Metode pembagiannya adalah sebagai berikut :
1. Laba dibagi dengan memperhitungkan bunga modal
2. Laba dibagi dengan memperhitungkan Gaji dan/ atau Bonus
3. Laba dibagi dengan memperhitungkan Bunga modal, Gaji dan/ atau Bonus
4. Penghitungan Perubahan Metode Pembagian Laba
5. Jurnal Pembagian Laba

1. Laba dibagi dengan memperhitungkan bunga modal

Dalam metode ini, bunga modal dan sisanya dibagi menurut metode laba dibagi rata, rasio tertentu, atau rasio modal. Bunga dapat dihitung berdasarkan rasio modal sebagai berikut:
1. Modal mula-mula
2. Modal awal periode
3. Modal akhir periode
4. Modal rata-rata
5. Kelebihan modal diatas jumlah tertentu.
Besarnya bagian laba masing-masing sekutu adalah sama dengan bunga modal ditambah bagian sisanya. Apabila setelah diperhitungkan bunga tersebut menjadi minus, yang berarti rugi, maka besarnya bagian laba masing-masing sekutu adalah sama dengan bunga modal dikurangi dengan bagian sisa rugi. Bunga modal ini hanya sebagai alat pembagian laba saja, sehingga tidak mempengaruhi besarnya laba
2 Laba dibagi dengan memperhitungkan Gaji dan/ atau Bonus

Di dalam metode ini laba yang ada dikurangi gaji dan atau bonus terlebih dahulu baru kemudian sisanya dibagi menurut laba dibagi rata, rasio tertentu atau metode rasio modal.
sehingga sisa tersebut dapat positif maupun negatif. Bila negatif berarti mengalami rugi riil meskipun sebenarnya ada laba namun setelah dikurangi gaji dan bonus menjadi rugi karena gaji dan bonusnya terlalu besar. Gaji biasanya dihitung dalam satuan waktu satu tahun (disetahunkan) sedangkan bonus dihitung dengan prestasi atau berdasarkan setoran modalnya.

3. Laba dibagi dengan memperhitungkan Bunga Modal, Gaji dan/ atau Bonus

Dalam metode ini pertama-tama laba dikurangi bunga modal, gaji dan bonus (gabungan metode 1 dan 2) kemudian sisanya dibagi menurut metode laba dibagi rata, rasio tertentu atau metode rasio modal. Dalam metode ini, semua faktor yang menentukan besarnya andil masing-masing sekutu di dalam menghasilkan laba atau rugi. Perubahan metode pembagian laba ini harus disetujui oleh para sekutu.

Contoh Soal:

Perhatikan tabel rakapitulasi setoran modal masing-masing sekutu menurut periodenya

Periode setoran Sekutu X Sekutu Y Sekutu Z
1 / 1` 01 55.000.000 65.000.000 60.000.000
1 / 4 ‘01 60.000.000 - -
1 / 6 ‘01 65.000.000 70.000.000 60.000.000
1 / 8 ‘01 75.000.000 72.000.000 75.000.000
1 / 11 ‘01 - 78.000.000 -

Laba yang dibagi Rp 36.000.000. Masing-masing sekutu melakukan prive sbb:
Sekutu X 6.000.000
Sekutu Y 7.500.000
Sekutu Z 6.500.000
Hitunglah :
1. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode rasio tertentu!
2. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode modal awal!
3. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode modal akhir!
4. Pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode modal rata-rata!
5. Buatlah jurnal untuk pencatatan laba dengan metode rata-rata!
6. Buatlah laporan perubahan modal setelah penentuan laba berdasarkan metode rata-rata!

Jawaban Soal I:
1. Metode rasio tertentu
Modal Proporsi Laba yg dibagi dg rasio tertentu
Sekutu X 255.000.000 30 % 30 % x 36.000.000 = 10.800.000
Sekutu Y 285.000.000 40 % 40 % x 36.000.000 = 14.400.000
Sekutu Z 200.000.000 30 % 30 % x 36.000.000 = 10.800.000
100 % 36.000.000

2. Metode Modal awal
Modal awal Proporsi Laba dibagi atas dasar modal awal
Sekutu X 55.000.000 30,6 % 30,6 % x 36.000.000 = 11.016.000
Sekutu Y 65.000.000 36,1 % 36,1 % x 36.000.000 = 12.996.000
Sekutu Z 60.000.000 33,3 % 33,3 % x 36.000.000 = 11.988.000
180.000.000 100 % 36.000.000

3. Metode Modal Akhir
Modal akhir Proporsi Laba dibagi atas dasar modal akhir
Sekutu X 75.000.000 33 % 33 % x 36.000.000 = 11.880.000
Sekutu Y 78.000.000 34 % 34 % x 36.000.000 = 12.240.000
Sekutu Z 75.000.000 33 % 33 % x 36.000.000 = 11.880.000
288.000.000 100 % 36.000.000

4. Metode Modal Rata-rata
Sekutu Periode Modal Modal rata-rata
Sekutu X
1/1 – 1/4 =3/12
55.000.000
13.750.000
1/4 – 1/6 = 2/12 60.000.000 10.000.000
1/6 – 1/8 = 2/12 65.000.000 10.833.333
1/8 –31/12 = 5/12 75.000.000 31.250.000
65.833.333
Sekutu Y 1/1 – 1/6 = 5/12 65.000.000 27.083.333
1/6 – 1/8 = 2/12 70.000.000 11.666.666
1/8 – 1/11 = 3/12 72.000.000 18.000.000
1/11 –31/12 = 2/12 78.000.000 13.000.000
69.749.999
Sekutu Z 1/1 – 1/6 = 5/12 60.000.000 25.000.000
1/6 – 1/8 = 2/12 65.000.000 10.833.333
1/8 – 31/12 = 5/12 75.000.000 31.250.000
67.083.333




Modal rata-rata
Proporsi
Laba dibagi dengan metode modal rata-rata
Sekutu X
65.833.333
32,48 %
11.692.800
Sekutu Y 69.749.999 34,41 % 12.387.600
Sekutu Z 67.083.333 33,11 % 11.919.600
202.666.665 100 % 36.000.000





Jurnal-jurnal yang diperlukan dalam pembagian laba:

Rugi – laba 36.000.000
Modal X 11.692.800
Modal Y 12.387.600
Modal Z 11.919.600

Jurnal untuk memindahkan saldo rekening prive:

Modal 20.000.00
Prive X
Prive Y
Prive Z 6.000.000
7.500.000
6.500.000

Laporan Perubahan Modal

Keterangan Setoran X Setoran Y Setoran Z
Saldo 55.000.000 65.000.000 60.000.000
Setoran 20.000.000 13.000.000 15.000.000
Laba 11.692.800 12.387.600 11.919.600
Prive ( 6.000.000 ) ( 7.500.000 ) ( 6.500.000)
Modal akhir 80.692.800 82.887.600 80.419.600

Setoran = Saldo akhir – Saldo awal

II Menghitung pembagian Laba dengan memperhitungkan Bunga Modal,
Gaji dan Bonus
Periode setoran Sekutu X Sekutu Y Sekutu Z
1 / 1’ 01 55.000.000 65.000.000 60.000.000
1 / 4 ‘01 60.000.000 - -
1 / 6 ‘01 65.000.000 70.000.000 60.000.000
1 / 8 ‘01 75.000.000 72.000.000 75.000.000
1 / 11 ‘01 - 78.000.000 -

Laba yang dibagi Rp 36.000.000. Masing-masing sekutu melakukan prive sbb:
Sekutu X 6.000.000
Sekutu Y 7.500.000
Sekutu Z 6.500.000
Diketahui informasi sebagai berikut:
a) laba Rp 40.000.000
b) gaji sekutu X = Rp 550.000
c) gaji sekutu Y = Rp 700.000
d) gaji sekutu Z = Rp 450.000
e) bonus untuk sekutu Y sebesar 5 % dari laba total
f) bunga modal 5% dari modal awal
g) proporsi pembagian laba berdasarkan rasi modal awal. Hitung berapa pembagian laba setelah memperhitungkan bunga modal, gaji & bonus.
Jawaban soal II

Keterangan Sekutu X Sekutu Y Sekutu Z Total
BUNGA
X. 2.750.000
Y. 3.250.000
Z. 3.000.000
Total bunga 9.000.000
GAJI
X. 6.600.000
Y. 8.400.000
Z. 5.400.000
Total gaji 20.400.000
BONUS
B. 5 % x 40.000.000 - 2.000.000 - 2.000.000
Sisa :
40.000.000 – 31.400.000
8.600.000
X. 30,6 x 8.600.000 2.631.600
Y. 36,1 x 8.600.000 3.104.600
Z. 33,3 x 8.600.000 2.863.800
Laba masing-masing 11.981.600 16.754.600 11.263.800 40.000.000

III. Perhatikan tabel rakapitulasi setoran modal masing-masing sekutu menurut periodenya !

Periode setoran Sekutu M Sekutu O Sekutu N
1/1 ‘ 01 65.000.000 70.000.000 60.000.000
¼ ‘ 01 60.000.000 60.000.000 -
1/6 ‘ 01 62.000.000 70.000.000 72.000.000
1/8 ‘ 01 78.000.000 - 75.000.000

Laba yang di bagi Rp 50.000.000. Masing-masing sekutu melakukan prive sbb :
Sekutu M Rp 5.400.000
Sekutu O Rp 7.200.000
Sekutu N Rp 6.000.000
Tambahan informasi :
a) gaji sekutu M Rp 750.000
b) gaji sekutu O Rp 700.000
c) gaji sekutu N Rp.600.000
d) Bonus untuk sekutu A sebesar5 % dari laba total
e) Bunga modal 10 % dari modal rata-rata
f) Hitunglah pembagian laba masing-masing sekutu berdasarkan metode rasio modal rata-rata serta pembagian laba setelah memperhitungkan bunga modal, gaji, dan bonus ?

Jawaban Soal III :

Sekutu Periode Modal Modal rata-rata


Sekutu M 1/1 – ¼ = 3/12 65.000.000 16.250.000
1/4 – 1/6 = 2/12 60.000.000 10.000.000
1/6 – 1/8 = 2/12 62.000.000 10.333.333
18 – 31/12 = 5/12 78.000.000 32.500.000
Jml modal rata-rata 69.083.333




Sekutu O Periode Saldo Modal rata-rata

Sekutu O 1/1 – ¼ = 3/12 70.000.000 17.500.000
1/4 – 1/6 = 2/12 60.000.000 10.000.000
1/6 – 1/8 = 2/12 70.000.000 11.666.666
Jml modal rata-rata 39.166.666

Sekutu N 1/1 – 1/6 = 5/12 60.000.000 25.000.000
1/6 – 1/8 = 2/12 72.000.000 12.000.000
1/8 – 31/12 = 5/12 75.000.000 31.250.000
Jml modal rata-rata 68.250.000


Modal rata-rata Proporsi Laba dibagi dg metode
modal rata-rata
Sekutu M 69.083.333 39,14 % 39,14% x 50.000.000 = 19.570.000
Sekutu O 39.166.666 22,19 % 22,19% x 50.000.000 = 11.095.000
Sekutu N 68.250.000 38,67 % 38,67% x 50.000.000 = 19.335.000
176.499.999 100 % = 50.000.000

Jurnal untuk membagi laba
Rugi – laba 50.000.000
Modal M 19.570.000
Modal O 11.095.000
Modal N 19.335.000

Jurnal untuk memindahkan saldo rekening, prive
Modal M 5.000.000
Modal O 7.200.000
Modal N 6.000.000
Prive M 5.400.000
Prive O 7.200.000
Prive N 6.000.000

Keterangan Sekutu M Sekutu O Sekutu N Total
BUNGA
M. 10% x 69.083.333 6.908.333
O. 10% x 39.166.666 3.916.667
N. 10% x 68.250.000 6.825.000
Total bunga 17.650.000
GAJI
M. 12 x 750.000 9.000.000
O. 12 x 700.000 8.400.000
N. 12 x 600.000 7.200.000
Total gaji 24.600.000
BONUS
M. 5 % x 50.000.000 2.500.000
SISA :
50.000.000 – 44.750.000
5.250.000
Pembagian sisa:
M. 39,1% x 5.250.000 2.052.750
O. 22,2% x 5.250.000 1.165.500
N. 38,7% x 5.250.000 2.031.750

Jml laba masing-masing 17.961.083 13.482.167 16.056.750 50.000.000
Read more >>

Rabu, 14 Maret 2012

LIKUIDASI PERSEKUTUAN

Perbedaan Likuidasi dengan Perubahan Persekutuan:

Likuidasi terjadi apabila semua sekutu mengundurkan diri dan persekutuan dibubarkan, serta aktiva non-kasnya dijual.
Perubahan persekutuan terjadi apabila:
i. Sekutu berkurang, hal ini terjadi bila seorang sekutu atau beberapa sekutu mengundurkan diri.
ii. Sekutu bertambah, hal ini terjadi apabila ada seorang sekutu atau beberapa sekutu yang masuk ke dalam persekutuan.

Proses Likuidasi ada 4 (Empat) tahapan, yaitu:

1. Tahap menghitung dan membagi laba atau rugi persekutuan sampai saat likuidasi (berupa ratio pembagian laba). Pembagian laba dilakukan sesuai dengan metode pembagian laba. Tahap ini hanya diperlukan apabila likuidasi tidak dilakukan pada awal atau akhir periode.
2. Menguangkan (menjual) semua aktiva selain kas. Tahap yang kedua ini disebut Realisasi. Apabila nilai realisasi aktiva non-kasnya lebih kecil dibanding nilai bukunya maka kerugian harus ditanggung semua sekutu dengan mengurangkan modalnya. Sebaliknya bila nilai realisasi aktiva non-kasnya lebih besar dibanding nilai bukunya maka keuntungkan akan menambah modal semua sekutu sesuai ratio pembagian labanya. Rugi-laba tersebut diakui sebagai rugi laba realisasi.
3. Melunasi semua hutang persekutuan
Setelah penjualan aktiva non-kas (realisasi) maka hasilnya akan menambah kas, kemudian kas ini sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Perdata harus digunakan terlebih dahulu untuk:
a. Melunasi hutang kepada pihak ketiga (bukan sekutu)
Hutang pihak ketiga harus diprioritaskan untuk dilunasi terutama hutang pihak ketiga yang jumlahnya besar terlebih dahulu.
b. Melunasi hutang sekutu
Setelah semua utang kepada pihak ketiga dilunasi maka menyusul pelunasan hutang sekutu yang biasanya bila hanya hutang pada seorang sekutu maka dilakukan bersama-sama dengan pengembalian modal pada likuidasi sederhana. Apabila hutang lebih dari satu sekutu maka dilakukan pelunasan dengan prioritas sekutu yang modalnya lebih besar.
Apabila terbukti modalnya tidak cukup untuk melunasi hutang maka sekutu yang bersangkutan harus membayar hutang dengan harta pribadi.


4. Membagi sisa kas yang masih ada kepada para sekutu
Sisa kas dibagikan setelah hutang kepada pihak ketiga dan sekutu dilunasi.
Tujuan pembagian sisa kas ini adalah:
ii. Untuk mengembalikan modal kepada para sekutu sebagai wujud pembagian hak kepada sekutu. Pengembalian modal ini sebesar modal bersih (modal setelah dikurangi laba-rugi realisasi dan hutang) masing-masing sekutu.
iii. Untuk melindungi kepentingan sekutu dikarenakan tanggung jawab sekutu tidak terbatas maka apabila kas memungkinkan biasanya pembayaran utang kepada sekutu dilakukan bersama-sama dengan pengembalian modal kepada sekutu.
Menurut cara pembagian kasnya, likuidasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Likuidasi Sekaligus/ Sederhana , yaitu likuidasi yang pembagian kasnya dilakukan serentak karena realisasi non-aktivanya sekaligus.
2. Likuidasi Bertahap/ Berangsur, yaitu likuidasi yang dilakukan sesuai tersedianya kas walaupun realisasinya belum tuntas.
Read more >>

Selasa, 13 Maret 2012

Pembentukan Persekutuan

A. Pembentukan Persekutuan Baru
Yaitu merupakan pembentukan persekutuan yang samasekali baru berdasarkan kesepatan dua orang sekutu atau lebih.
Masing-masing sekutu menyetor modal untuk mendirikan perusahaan baru yang akan dimiliki bersama. Setoran modal tersebut dapat berupa kas, aktiva nonkas atau bahkan aktiva tidak berujud seperti kemampuan lebih yang dimiliki oleh seorang sekutu diatas kemampuan sekutu yang lain. Bila aktiva berupa non-kas maka penilaian besarnya modal harus dengan persetujuan maisng-maisng sekutu agar mendapatkan nilai yang wajar dan memenuhi prinsip keadilan sehingga biasanya digunakan nilai pasarnya yang wajar. Penurunan nilai aktiva juga harus ditetapkan secara bersama.
Bila terdapat kemampuan lebih dari sekutu maka perlakuan terhadap kemampuan lebih yang dimiliki sekutu ada 2 metode pengakuan modal yaitu:
1. Metode Goodwill
2. Metode Bonus

1. Setoran Modal berupa Kas

Tuan Tedjo & Tuan Bagus sepakat mendirikan usaha persekutuan firma dengan nama “ MBAGUSI ”. Sebagai setoran awal masing-masing sekutu menyetorkan sbb :
• Tedjo : Rp 240.000.000
• Bagus : Rp 200.000.000
Bagaimana pengakuan setoran modal awal pendirian persekutuan tersebut dengan menggunakan metode bonus dan metode goodwill? Buatlah juga jurnal yang diperlukan!
* Jurnal untuk Setoran Modal
Kas Rp. 240.000.000
Modal Tedjo Rp. 240.000.000

Bila dalam pendirian persekutuan tidak ada ketentuan proporsi pengakuan modal di dalam perjanjian, maka proporsi pengakuan modal dengan metode bonus besarnya dibagi rata.
a. Pengakuan Modal dengan Metode Bonus

Keterangan Setoran Modal (1) Metode bonus (2) Besarnya bonus
( 1 – 2 )
Tedjo 240.000.000 220.000.000 20.000.000
Bagus 200.000.000 220.000.000 ( 20.000.000 )
Jumlah 440.000.000 440.000.000 -

* Jurnal untuk mencatat besarnya bonus
Modal Tedjo Rp. 20.000.000
Modal Bagus Rp. 20.000.000
Neraca FA. “ MBAGUSI ”

Aktiva Pasiva
Kas 440.000.000 Modal Tedjo 220.000.000
Modal Bagus 220.000.000
Jumlah 440.000.000 Jumlah 440.000.000

b. Pengakuan Modal dengan Metode Goodwill

Keterangan Setoran Modal
(1) Metode Goodwill (2) Besarnya Goodwill
( 2 – 1 )
Tedjo 240.000.000 240.000.000 -
Bagus 200.000.000 240.000.000 40.000.000
Jumlah 440.000.000 480.000.000 40.000.000



Jurnal untuk mencatat besarnya goodwill
Goodwill Rp. 40.000.000
Modal Bagus Rp. 40.000.000

Neraca FA. “MBAGUSI “
Aktiva Pasiva
Kas 440.000.000 Modal Tedjo 240.000.000
Goodwill 40.000.000 Modal Bagus 240.000.000
Jumlah 480.000.000 Jumlah 480.000.000


2. Penyetoran Modal berupa Aktiva Non-Kas

Bapak Boni & Alvin mendirikan usaha dengan nama “ PT. RAJASA”. Masing-masing menyetorkan modal berupa:
Boni : Kas Rp 100.000.000
Alvin : Gedung : Rp 25.000.000
: Tanah : Rp 60.000.000
Truk : Rp 75.000.000

• Jurnal untuk mencatat Penyetoran modal Boni & Alvin :
Kas 100.000.000
Modal Boni 100.000.000

Gedung 25.000.000
Tanah 60.000.000
Truk 75.000.000
Modal Alvin 160.000.000





a. Pengakuan Modal dengan Metode Bonus

Keterangan Setoran Modal (1) Metode bonus (2) Besarnya bonus
( 1 – 2 )
Boni 100.000.000 130.000.000 ( 30.000.000 )
Alvin 160.000.000 130.000.000 30.000.000
260.000.000 260.000.000 -

Jurnal untuk mencatat besarnya bonus:
Modal Alvin
Rp. 30.000.000
Modal Boni Rp. 30.000.000

Neraca FA. RAJASA

Aktiva Pasiva
Kas 260.000.000 Modal Boni 130.000.000
Modal Alvin 130.000.000
Jumlah 260.000.000 Jumlah 260.000.000


b. Pengakuan Modal dengan Metode Goodwill

Keterangan Setoran modal (1) Metode godwill (2) Besarnya goodwill
( 2 – 1 )
Boni 100.000.000 160.000.000 60.000.000
Alvin 160.000.000 160.000.000 -
260.000.000 320.000.000 60.000.000

Jurnal untuk mancatat besarnya goodwill
Goodwill
Rp. 60.000.000
Modal Boni Rp. 60.000.000



B. Mengubah Pemilikan Perusahaan Perseorangan Yang Sudah Ada

Pada dasarnya ada dua metode yang digunakan, yaitu metode pembukuan lama (berdasarkan pembukuan dari perusahaan sebelumnya) dan metode pembukuan baru.
• Penilaian Aktiva Bersih yang Disetor
• Penentuan Modal masing-masing Sekutu
• Pembukuan atau akuntansinya disesuaikan dengan metode pembukuan yang
digunakan.

SKEMA PERUBAHAN PERUSAHAAN PERORANGAN
MENJADI PERSEKUTUAN


Andi pemilik Firma “ GAYA GAUL” sebagai badan usaha ingin mendirikan persekutuan dg Bintoro
Bintoro sebagai perseorangan ingin mendirikan persekutuan
Cecep sebagai perseorangan ingin mendirikan persekutuan



Penilaian Aktiva Bersih yang disetor berdasar nilai pasarnya.
 Bila nilai pasar > nilai buku.
 Melihat kemungkinan perlu pengakuan gooodwill


Modal Bintoro yang untuk mendirikan persekutuan
Modal diakui sebesar nominal setoran mula-mula Modal diakui sebesar nominal setoran mula-mula



Pemilihan metode pencatatan akuntansinya


Pendirian Persekutuan “FUNKY” dengan anggota persekutuan Andy, Bintoro dan Cecep



Contoh Soal Pendirian Persekutuan Yang Sudah Ada:

Pada awal tahun 1999 Tuan Omar Bakri dan Tuan Farhan sepakat mendirikan Persekutuan “AGASS JAYA MOTOR”. Tuan Omar Bakri sudah mempunyai perusahaan perseorangan yang bergerak di bidang servis dan perawatan kendaraan bermotor dan akan menggunakan aktiva bersih perusahaan perseorangan tersebut sebagai setoran modal. Tuan Farhan akan menyetor modal berupa kas sebesar Rp 250.000.00,00 untuk mendirikan persekutuan baru bersama tuan Omar yang bernama “AGASS JAYA MOTOR”. Neraca perusahaan perseorangan Tuan Omar Bakri pada saat itu adalah :

Perusahaan Dagang “AGASS”
Neraca
Per 1 Januari 1999
AKTIVA
Kas 25.000.000
Piutang dagang 30.000.000
Persediaan brg dagang 35.000.000
Tanah 28.000.000
Gedung 25.000.000
Akumulasi penyusutan 15.000.000 - 10.000.000

Mebel & peralatan 15.000.000
Akumulasi penyusutan 8.000.000 - 7.000.000 +
Total Aktiva 135.000.000
PASIVA

Utang Bank
55.000.000
Modal, Omar Bakri 80.000.000 +
Total Pasiva
135.000.000
Dalam hubungannya dengan setoran Omar Bakri tersebut telah disepakati adanya penyesuaian sebagai berikut :
1. Cadangan kerugian piutang diakui sbesar 10 % dari saldo piutang dagang.
2. Persediaan dinilai berdasarkan nilai pasarnya yaitu Rp 40.000.000
3. Diakuinya adanya goodwill sebesar Rp 10.000.000
4. Nilai tanah disepakati sebesar Rp 40.000.000
5. Dialuinya adanya utang biaya sebesar Rp 4.000.000

Pengakuan Modal Pendirian Persekutuan Apabila Menggunakan Buku Lama:
Persediaan :
Nilai pasar.................. .....Rp 40.000.000
Nilai buku..........................Rp 35.000.000 -
Kenaikan nilai persediaan..................................Rp 5.000.000
Tanah :
Nilai pasar.........................Rp 40.000.000
Nilai buku...........................Rp 28.000.000 -
Kenaikan nilai tanah...............................................Rp 12.000.000
Pengakuan goodwill...............................................Rp 10.000.000 +
Jumlah penambahan modal karena penilaian.......Rp 27.000.000
* Kerugian piutang =
10 % x Rp 30.000.000 = Rp 3.000.000
* Utang biaya = Rp 4.000.000 +
Jumlah pengurangan modal karena penilaian......Rp 7.000.000 -
Kenaikan modal Omar Bakri karena penilaian.....Rp 20.000.000

a. Untuk menyesuaikan saldo-saldo per pembukuan lama, yaitu :
Persediaan ...................................Rp 5.000.000
Tanah...........................................Rp 12.000.000
Goodwill......................................Rp 10.000.000
Cadangan kerugian piutang...........................Rp 3.000.000
Utang biaya...................................................Rp 4.000.000
Modal, Omar Bakri........................ ..............Rp 20.000.000

b. Mencatat setoran Tuan Farhan :
Kas..............................................Rp 250.000.000
Modal, Farhan............................................Rp 250.000.000
Dalam metode pembukuan lama, neraca dari persekutuan baru yang mereka dirikan merupakan gabungan antara nilai aktiva perusahaan lama + penyesuaian + setoran modal sekutu baru, yaitu sebagai berikut:

Perusahaan Dagang “AGASS JAYA MOTOR”
Neraca
Per 1 Januari 1999
AKTIVA
Kas 275.000.000
Piutang dagang 30.000.000
Cad. Kerugian Piutang 3.000.000 -
27.000.000
Persediaan brg dagang 40.000.000
Tanah 40.000.000
Gedung 25.000.000
Akumulasi penyusutan 15.000.000 - 10.000.000

Mebel & peralatan 15.000.000
Akumulasi penyusutan 8.000.000 - 7.000.000
Goodwill 10.000.000 +
Total Aktiva 409.000.000
PASIVA
Utang Bank 55.000.000
Utang biaya 4.000.000
Modal, Farhan 250.000.000
Modal, Omar Bakri 100.000.000 +
Total Pasiva 409.000.000





Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1. Apa yang dimaksud dengan“Ownership of an Interest in a Partnership”?
2. Apa yang dimaksud dengan “Right to Dispose of Partnership Interest”?
3. Sebutkan cara pembentukan persekutuan !
4. Apa perbedaan pembentukan persekutuan antara metode goodwill dengan metode bonus?
5. Tiga Tiga orang yaitu Doni, Endah (keduanya bekas foto model) dan Ferdy 1991 mendirikan persekutuan yang usahanya berupa foto studio bernama “ MODEL “. Mereka menyetorkan modal, masing-masing:
• Doni Rp. 12.500.000 dan kursi dengan nilai buku Rp. 3.000.000 dan nilai pasar Rp. 5000.000.
• Endah Rp. 15.000.000 dan peralatan foto dengan nilai buku Rp. 2500.000 dan nilai pasarnya Rp. 4500.000.
• Ferdy Rp. 2000.000 dan Ruko dengan nilai buku Rp 20.000.000 namun nilai pasarnya Rp. 23.000.000.
Berapakah besarnya setoran modal yang diakui bila persekutuan yang akan didirikan menggunakan metode bonus? Buatlah laporan pengakuan setoran dan jurnal untuk setiap transaksi yang berkaitan dengan setoran modal tersebut dan neracanya setelah ada pemberian bonus!
6. Tiga orang yaitu Andi, Beni, dan Cindy pada tahun 1991 mendirikan persekutuan yang usahanya berupa cafĂ© bernama “ MOGE “. Mereka menyetorkan modal sebesar:
• Andi Rp. 10.500.000 dan kursi dengan nilai buku Rp. 3000.000 dan nilai pasar Rp. 4000.000.
• Beni Rp. 13.000.000 dan peralatan dapur dengan nilai buku Rp. 2500.000 dan nilai pasarnya Rp. 4500.000.
• Cindy Rp. 1000.000 dan tanah dan bangunan dengan nilai buku Rp 19.000.000 namun nilai pasarnya Rp. 21.000.000.
Berapakah besarnya setoran modal yang diakui bila persekutuan yang akan didirikan menggunakan metode goodwill? Buatlah laporan pengakuan setoran, jurnal untuk setiap transaksi yang berkaitan dengan setoran modal tersebut dan neracanya setelah ada pengakuan goodwill!

7). Perhatikan neraca dari perusahaan dagang di bawah ini!


Perusahaan dagang “ ASTAGANAGA”
Neraca
Per 1 Januari 2000
AKTIVA
1. Kas
2. Piutang Dagang
3. Persediaan Brg. Dagangan.
4. Tanah
5. Gedung
6. Akumulasi Penyusutan.
7. Peralatan dan Mebel
8. Akumulasi penyusutan

Total Aktiva





Rp. 40.000.000
Rp. 15.000.000

Rp. 20.000.000
Rp. 12.000.000
Rp. 30.000.000
Rp. 35.000.000
Rp. 35.000.000

Rp. 30.000.000
Rp. 25.000.000


Rp. 8.000.000
Rp. 163.000.000
PASIVA
1. Hutang Bank
2. Modal, Tn Burhan
Total Pasiva

Rp. 75.000.000
Rp. 88.000.000
Rp. 163.000.000



Pada tahun 1996 Tuan Burhan dan Tuan Teddy sepakat untuk mendirikan persekutuan, sedangkan Tuan Burhan sebelumnya telah memiliki perusahaan perorangan dengan neraca seperti diatas dan Tuan Teddy akan menyetorkan modal berupa kas sebesar Rp. 170.000.0000. Bila kemudian terdapat beberapa hal untuk penyesuaian berikut:
1. Cadangan kerugian piutang perlu diakui sebesar 10% dari saldo piutang dagang.
2. Persediaan dinilai dari nilai pasarnya sebesar Rp. 50 juta,
3. Diakui adanya goodwill yang timbul dari usaha yang dijalankan selama ini sebsar Rp. 15 juta.
4. Nilai tanah dinilai kembali seharga Rp. 45 juta. Diakui adanya hutang gaji sebesar Rp 7 juta.
Buatlah system pencatatan secara lengkap untuk mendirikan persekutuan “RUKUN” dengan metode pembukuan lama (berdasarkan neraca perusahaan “ASTAGANAGA” milik Tuan Burhan).
Read more >>

Senin, 12 Maret 2012

Pengertian Persekutuan PT

Tinjauan Umum Persekutuan
A. Pengertian Persekutuan dan Unsur Pokok Persekutuan

a. Pengertian Persekutuan
Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba.
b. Unsur Pokok Persekutuan yaitu :
1. Gabungan atau asosiasi para sekutu.
Sebagai suatu asosiasi dari beberapa sekutu ( individu ) maka persekutuan tidak dapat dipisahkan dengan kesepakatan atau perjanjian, yaitu perjanjian untuk mendirikan, memiliki, dan mengelola persekutuan.
2. Pemilikan dan pengelolaan bersama.
Didalam Persekutuan harus selalu dituntut adanya kebersamaan, yaitu :
a. Persekutuan dimiliki bersama.
b. Persekutuan dikelola bersama.
c. Kalau ada risiko ditanggung bersama.
d. Kalau memperoleh laba dibagi bersama.
3. Tujuan untuk memperoleh laba.
Laba dibagi secara adil menurut rasio atau metode pembagian laba yang telah disepakati.


B. Ketentuan di dalam Perjanjian Persekutuan

Perjanjian persekutuan akan berisi ketentuan-ketentuan yang disepakati oleh para sekutu mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan persekutuan sampai pembubarannya. Isi perjanjian antara lain :
1. Ketentuan mengenai persekutuan.
2. Ketentuan mengenai sekutu.
3. Ketentuan yang berhubungan dengan modal persekutuan.
4. Ketentuan mengenai pembagian laba.
5. Ketentuan yang berhubungan dengan pembubaran persekutuan.
6. Ketentuan mengenai pertanggungan ( asuransi ) terhadap masing-masing sekutu.
Isi perjanjian persekutuan akan dipakai sebagai :
• Dasar pencatatan setoran modal.
• Dasar perhitungan modal.
• Dasar pembagian laba.
• Dasar pencatatan transaksi-transaksi persekutuan yang menyangkut modal.
• Dasar pembagian aktiva dalam likuidasi.
Dari uraian diatas terlihat bahwa perjanjian mempunyai peranan yang sangat penting dalam persekutuan mulai dari pendirian hingga pembubarannya.

C. Penggolongan Persekutuan

Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
1. Persekutuan Firma ( Fa ), adalah :
Persekutuan yang didirikan atau diadakan untuk menjalankan perusahaan dengan menggunkan nama bersama di mana semua sekutu bertanggung jawab penuh dan biasanya ikut aktif mengelola perusahaan.





2. Persekutuan Komanditer ( cv ), adalah :
Suatu bentuk perjanjian kerja sama untuk berusaha di mana salah satu atau lebih dari anggotanya bertanggung jawab terbatas.
a. Sekutu Aktif, adalah :
Sekutu yang ikut aktif mengelola perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan seluruh harta pribadinya.
b. Sekutu Pasif (Silent Partner), adalah :
Sekutu yang hanya menyetor modal saja tanpa ikut mengelola perusahaan.
3. Joint Stock Company, adalah :
Persekutuan yang struktur modalnya terbagi atas saham-saham yang dapat dipindah-tangankan. Besarnya saham masing-masing sekutu didalam Joint Stock Company tidak menunjukkan besarnya tanggung jawab sekutu yang bersangkutan melainkan hanya menunjukkan besarnya pemilikan.

D. Karakteristik Utama Persekutuan
Karakteristik utama adalah merupakan sifat utama atau ciri khas persekutuan yang meliputi:
1. Mutual Agency
Masing-masing sekutu merupakan agen ( wakil, perantara, perpanjangan tangan ) dari persekutuan.
2. Limited Life
Umur persekutuan adalah terbatas. Hal-hal yang mebatasi umur persekutuan antara lain perjanjian persekutuan, ketentuan hukum serta putusan pengadilan. Sewaktu-waiktu persekutuan dapat bubar karena masuknya sekutu baru, pengunduran sekutu dan sebagainya.
3. Unlimited Liability
Tanggung jawab masing-masing sekutu ( kecuali sekutu pasif ) tidak terbatas pada modal yang telah disetor saja.
4. Ownership of an Interset in a Partnership
Kekayaan yang telah disetor ke dalam persekutuan sudah bukan lagi milik sekutu penyetor, melainkan milik semua sekutu.
5. Participation on Partnership Profit
Masing-masing sekutu mempunyai hak di dalam pembagian laba atau rugi persekutuan.
6. Right to Dispose of a Partnership Interest
Masing-masing sekutu mempunyai hak untuk menjual atau memindahkan haknya atas modal dan hak atas laba kepada orang lain, baik kepada anggota sekutu maupun bukan.
7. Mutual Liabiliy
Semua sekutu bertanggung jawab terhadap utang persekutuan. Jadi utang persekutuan adalah juga utang seluruh sekutu

E. Alasan Pemilihan Persekutuan Atau Bentuk Badan Usaha Lainnya
Pertimbangan untuk memilih bentuk badan usaha berupa persekutuan atau bukan adalah berdasarkan kelemahan dan kelebihan persekutuan dibandingkan bentuk badan usaha lainnya seperti perseroan terbatas dan lain-lain. Oleh karena itu perlu dibahas mengenai kelebihan dan kelemahan persekutuan.

Kelebihan Bentuk Usaha Persekutuan:
1. Bentuk persekutuan seperti firma lebih mudah dalam pendiriannya.
2. Bentuk persekutuan seperti firma juga lebih mudah dalam pembubarannya misalkan akan berubah menjadi bentuk perseroan terbatas.
3. Bentuk persekutuan juga mempunyai kebebebasan dan keluwesan dalam menentukan bentuk usahanya.
4. Kebebasan masing-masing sekutu dalam pengambilan keputusan.
5. Persekutuan hanya wajib melaporkan pajaknya tetapi bukan pembayar pajaknya karena yang membayar pajak adalah para sekutu yang memperoleh laba persekutuan. Pajaknya berupa pajak penghasilan.
Kelemahan Bentuk Usaha Persekutuan:
1. Tanggung jawab pribadi sekutu akan hutang perusahaan.
2. Kelangsungan hidup perusahaan biasanya terbatas karena ikut ditetukan oleh perjanjian dalam pendirian persekutuan.
3. Kesulitan dalam memindahtangankan kepentingan pemilik.

F. Akuntansi Dalam Persekutuan
Pada persekutuan laba atau rugi selalu dibagi di antara para sekutu sesuai dengan metode pembagian laba yang telah disepakati. Pembagian laba adalah pemindahan saldo laba ( rugi ) persekutuan ke rekening modal masing-masing sekutu. Mengenai modal sekutu pada dasarnya merupakan keseluruhan dari hak para sekutu terhadap persekutuan. Pada umumnya hubungan ekonomis antara persekutuan dan para sekutu ditampung di dalam tiga rekening, yaitu :
1. Rekening “ Modal ”
Rekening modal menunjukkan besarnya hak modal sekutu yang bersangkutan. Modal masing-masing sekutu berasal dari setoran modal mula-mula. Selanjutnya akan bertambah dengan setoran tambahan modal dan pembagian laba serta berkurang dengan pengambilan modal dam pembgian rugi. Rekening modal akan didebit apabila berkurang dan dikredit apabila bertambah.
Aktiva- Kas Rp. XXXX
Aktiva Non Kas Rp. XXXX
Modal Sekutu A Rp. XXXX
Modal Sekutu B Rp. XXXX
Modal Sekutu C Rp. XXXX

2. Rekening “ prive ”
Rekening prive juga diselenggarakan untuk tiap-tiap sekutu. Rekening akan didebit apabila terjadi pengambilan harta persekutuan untuk sekutu. Sedangkan Rekening akan dikredit dengan bagian laba ( apabila tidak langsung ditutup ke rekening modal ).
Modal Rp. XXXX
Prive Rp XXXX
Pada akhir periode saldo rekening “ prive ” ini akan dipindah ke rekening “ modal ” sekutu yang bersangkutan yaitu :
• Ke sisi debit, apabila rekening prive bersaldo debit.
• Ke sisi kredit apabila rekening prive bersaldo kredit.
Jadi setelah tutup buku saldo rekening prive selalu nol.
3. Rekening “ Utang Kepada Sekutu ”
Rekening ini akan di debit apabila utang kepada sekutu berkurang dan di kredit apabila utang kepada sekutu bertambah. Dalam hal persekutuan dilikuidasi maka saldo rekening ini ikut dipertimbangkan di dalam menghitung bagian kas sekutu yang bersangkutan. Di dalam neraca saldo disajikan pada kelompok pasiva, yaitu utang.
Kas Rp. XXXX
Utang sekutu B Rp. XXXX

4. Rekening ‘ Piutang Kepada Sekutu ”
Rekening ini didebit apabila piutang kepada sekutu bertambah dan dikredit apabila piutang kepada sekutu berkurang. Dalam hal persekutuan dilikuidasi yaitu mengurangi hak sekutu yang bersangkutan.

Didalam neraca saldo rekening disajikan dalam kelompok aktiva, yaitu piutang.
Piutang Rp. XXXX
Kas Rp. XXXX

Piutang kepada pihak ketiga:
Piutang dagang Rp. XXXX
Penjualan Rp. XXXX
Read more >>

Jumat, 20 Januari 2012

PINJAMAN SUBORDINASI

DEFINISI
Pinjaman yang diperoleh berdasarkan suatu perjanjian antara bank dengan pihak lain yang hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi persyaratan tertentu.

Bank Gunadarma menerima pinj. subordinasi sebesar Rp 500 juta
D : Bank Indonesia – Giro Rp 500.000.000,00
K : Pinjaman Subordinasi Rp 500.000.000,00

Bunga 12% pa, perhitungan Bunga Tahun Pertama :
D : Biaya Bunga Pinj. Subordinasi Rp 60.000.000,00
K : Bunga yang Masih Harus Dibayar Rp 60.000.000,00

Pinjaman Subordinasi dilunasi Rp 200.000.000,00
D : Pinjaman Subordinasi Rp 200.000.000,00
K : Bank Lain – Giro Rp 200.000.000,00
Read more >>

Rabu, 18 Januari 2012

Akuntansi adalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi mengakibatkan terjadinya perluasan pada semua kegiatan bidang usaha. Perluasan kegiatan usaha mengakibatkan pencatatan dan standar akuntansi semakin berkembang.
Perkembangan tersebut mempengaruhi pengertian akuntansi itu sendiri. Oleh karenanya, pengertian akuntansi bergantung dari sudut mana kita melihatnya.

1. Dipandang dari sudut fungsinya

Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang penting sebagai alat penilaian jalannya perusahaan. Dengan demikian, pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut dapat membuat pertimbangan-pertimbangan agar dapat mengambil keputusan yan tepat.

2. Dipandang dari sudut kegiatannya

Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan yang meliputi kegiatan identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi.
Pengertian akuntansi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut ternyata hampir sama denganm definisi akuntansi menurut American Accounting Association yang diterjemahkan sebagai berikut:
“Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi untuk memungkinkan pembuatan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.”
Pengertian akuntansi bila dipandang dari sudut kegiatannya adalah meliputi proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode diproses dalam beberapa tahap kegiatan yang merupakan suatu siklus.

Siklus yang terjadi dalam penyajian laporan keuangan dinamakan siklus akuntansi. Siklus akuntansi tersebut mencakup kegiatan-kegiatan berikut:

1. Pengidentifikasian
2. Pencatatan
3. Penggolongan
4. Pengikhtisaran
5. Penyusunan Laporan
Read more >>

Sabtu, 14 Januari 2012

PENUTUPAN BUKU DAN PENYESUAIAN KEMBALI

PENUTUPAN PEMBUKUAN

Ÿ Saldo akhir periode rekening riil / rekening permanen (aktiva, utang dan modal) akan dibawa ke periode berikutnya, yang berarti saldo akhir suatu rekning riil akan menjadi saldo awal untuk periode akuntansi berukitnya.

Ÿ Saldo akhir periode rekening nominal / rekening temporer / rekeninmg sementara (pendapatan dan biaya) dan rekening prive yang terdapat dalam buku besar harus dipindahkan ke rekning Modal agar dapat diketahui pengaruhnya terhadap rekening tersebut.
Pada awal periode berikutnya, rekening-rekening pendapatan dan biaya akan diawali dengan saldo nol rupiah.



JURNAL PENUTUP

Ÿ yaitu jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara dan rekening prive.

Ÿ Tujuan pembuatan jurnal penutup:
1. Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara.
Menutup berarti mengurangi saldo rekening sehingga menjadi nol.
2. Agar saldo rekening Modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode (sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dalam neraca).

Ÿ Dalam menyelenggarakan penutupan buku, digunakan rekening sementara yang baru, yaitu rekening Rugi-Laba / Ikhtisar Rugi-Laba. Rekening ini hanya digunakan dalam penutupan buku pada akhir periode.

Ÿ Prosedur penutupan buku:
1. Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening pendapatan ke rekening Rugi-Laba.
2. Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening Rugi-Laba.
3. Menutup rekening Rugi-Laba dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.
4. Menutup rekening Prive (jika ada) dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.
Read more >>

Jumat, 13 Januari 2012

JURNAL PENUTUP PERUSAHAAN PERSEORANGAN & PERSEKUTUAN

JURNAL PENUTUP PADA PERUSAHAAN PERSEORANGAN

Ÿ Perusahaan perseorangan adalah sebuah badan usaha yang modalnya berasal dari satu orang pemilik.

Ÿ Dalam perusahaan perseorangan hanya terdapat satu rekening modal.

Ÿ Dalam perusahaan perseorangan pemilik sering melakukan pengambilan atau pemakaian kekayaan perusahaan (uang atau barang) untuk keperluan pribadi / prive.

Ÿ Data untuk penutupan buku dapat diambil dari kolom 7 dan 8 neraca lajur (kolom rugi-laba).


Ÿ Contoh :

Kasus Foto Studio "Warna" dari pokok bahasan "Neraca Lajur"

Jurnal Penutup yang harus dibuat adalah sbb:

Menutup semua rekening pendapatan ke rekening Rugi-Laba (diambil dari data kolom 8 neraca lajur)


PENUTUPAN BUKU DALAM PERUSAHAAN PERSEKUTUAN

Ÿ Pada dasarnya sama dengan penutupan buku pada perusahaan perseorangan. Perbedaannya pada pemindahan saldo rekening Rugi-Laba ke rekening Modal.

Ÿ Laba atau rugi perusahan harus dibagikan kepada para sekutu dengan cara pembagian yang telah diatur dalam anggaran dasar perusahaan.

Ÿ Persekutuan memiliki beberapa buah rekening modal dan rekening prive, sesuai dengan jumlah pemilik/sekutu.

Ÿ Prosedur penutupan buku pada perusahaan persekutuan dapat dilihat pada contoh berikut ini:

CV "Permata" selama periode tahun 2002 memperoleh laba bersih sebesar Rp 300.000,-. Perjanjian yang berlaku dalam perusahaan tersebut menetapkan bahwa laba bersih akan dibagi rata diantara para sekutu yang terdiri dari Tuan A, Tuan B, dan Tuan C. Saldo rekening prive para sekutu per 31 Desember 2002 (sebelum tutup buku) adalah sbb:

Prive, A (debet) Rp 45.625,-
Prive, B (debet) Rp 24.800,-
Prive, C (debet) Rp 10.000,-

Setelah rekening-rekening biaya dan pendapatan dipindahkan ke rekening Rugi-Laba, maka saldo rekening Rugi-Laba sebesar Rp 300.000,-



NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN BUKU

Ÿ Yaitu suatu daftar yang berisi saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku.

Ÿ Hanya berisi rekening-rekening riil

Ÿ Berfungsi untuk menguji kebenaran dan keseimbangan jumlah debet dan kredit. Pengujian dilakukan dengan membandingkan data yang tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan buku dengan neraca yang disusun dari neraca lajur. Rekening dan jumlah saldo yang tercantum dalam neraca harus sama dengan rekening dan jumlah saldo yang tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan buku.
Read more >>

Kamis, 12 Januari 2012

Kas Kecil (Petty cash)

Dalam perusahaan, transaksi pengeluaran uang begitu banyak. Ada pengeluaran dalam jumlah besar maupun dalam jumlahnya relatif kecil. Pengeluaran uang yang jumlahnya relatif besar baiknya menggunakan cek, sedangkan untuk jumlahnya kecil menggunakan uang tunai. Uang tunai yang disediakan untuk pengeluaran yang jumlahnya keci diambil dari kas kecil (petty cash), misalnya untuk"beli sebungkus kopi untuk karyawan gak mungking kan kita harus pergi lagi ke bank hanya untuk ambil uang beli sebungkus kopi".

Dari pernyataan di atas kita dapat simpulkan bahwa Kas kecil adalah uang tunai yang sengaja disimpan untuk pengeluaran yang jumlahnya relative kecil. Sebelum dibentuk kas kecil, dahulu kita harus menentukan jumlah uang tunai yang kita butuhkan ole kas kecil dalam suatu periode tertentu misalnya satu bulan. Setiap kali pengeluaran uang, kasir kas kecil membuat bukti pengeluaran kas kecil sebagai tanda bukti pembayaran. Contoh: bukti pengeluaran kas kecil sebagai berikut :


PT. ABC No. :
Jln. Panjaitan 25 Tanggal :
Jakarta
Bukti pengeluaran kas kecil
Dibayar kepada :
Sebesar :
Untuk pembayaran :
Diterima oleh
(…………………..)















Ada 2 metode pembukuan kas kecil yaitu :

1. Metode Dana Tetap (Imprest method)
2. Metode Fluktuasi (Fluctuation method)
Read more >>

Selasa, 10 Januari 2012

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan bank syariah pada dasarnya sama dengan tujuan laporan keuangan secara umum yaitu menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Namun laporan keuangan bank syariah memiliki beberapa tambahan antara lain menyediakan:
a.Informasi kepatuhan bank terhadap prinsip syariah, serta informasi pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah bila ada dan bagaimana pendapatan tersebut diperoleh serta penggunaannya
b.Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab bank terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak, dan informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh pemilik dan pemilik dana investasi terikat; dan
c.Informasi mengenai pemenuhan fungsi sosial bank, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat.
Read more >>

Jumat, 06 Januari 2012

Perbedaan Inflasi dan Deflasi, Revaluasi dan Devaluasi dan Apresiasi dan Depresiasi

Apakah perbedaan antara:
a. Inflasi dan Deflasi
b. Revaluasi dan Devaluasi
c. Apresiasi dan Depresiasi
Nah berikut merupakan pembahasan dari permasalahan diatas
a. Inflasi dan Deflasi
Inflasi adalah menurunnya nilai uang dibandingkan dengan harga barang dan terjadi secara terus menerus
Deflasi adalah suatu keadaan ketika jumlah barang yang beredar melebihi jumlah uang yang beredar sehingga harga barang-barang menjadi turun dan nilai uang menjadi naik.
b. Revaluasi dan Devaluasi
Revaluasi adalah suatu kebijakan dari pemerintah untuk menaikkan kembali nilai mata uang dalam negeri terhadap valuta asing setelah mengalami penurunan.
Devaluasi adalah suatu kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing dengan cara sengaja. Tujuannya supaya ekspor meningkat.
c. Apresiasi dan Depresiasi
Apresiasi yaitu meningkatnya nilai mata uang dalam negeri terhadap valuta asing karena mekanisme pasar
Depresiasi yaitu menurunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap valuta asing karena mekanisme pasar.
Read more >>

Jumat, 16 Desember 2011

Kas & Selisih kas

1. Pengertian kas

kas (cash) dari pengertian sempit berarti uang tunai (uang kertas & uang logam). Dalam akuntansi kas meliputi:

1. Uang tunai (Uang kertas atau uang logam yang kita lihat sehari-hari).
2. Simpanan di bank yang dapat digunakan setiap saat misalnya rekening koran,kartu kredit dan sebagainya.
3. Cek dan bilyet giro yang diterima dari pihak lain.

1. Pengendalian kas (cash control)

kas dapat dikatakan sebagai aset yang dimiliki perusahaaan, Maka karena itulah kita harus melakukan kas control agar kita dapat mengetahui pergerakannya dan kita bisa segera mengambil tindakan yang akan kita lakukan untuk mengembalikannya ke keadaan yang sesuai dengan kondisi yang terbaik.seperti sebuah telepon jika keluar dari gagang telepon maka akan merugikan kita sebagai owner peusahaan. Begitulah pendapat saya,,,,,.

Pengendalian kas yang dilakukan perusahaaan sebagai berikut:

1. Semua penerimaan uang harus di catat & disetor ke bank. Karena jika uang tidak disetor pasti kita akan menggunakannya untuk keperluan kita.

2) Membuat laporan harian kas masuk & keluar

3) Semua pengeluaran kas dlm jumlah besar memakai cek

4) Pengeluaran harus dapat persetujuan dari atasan.

5) Membentuk kas kecil utk keperluan pembayaran kecil contohnya :beli polpen,spidol,kopi.

6) Memisahkan petugas yg mencatat,menyimpan,dan mengesahkan penerimaan uang. Agar tidak terjadi korupsi. BISA BANKTRUT Loe...



3. Selisih kas (cash short & over)

Dari fisiknya kas dicocokkan dgn saldo buku besar apabila terjadi perbedaan jika terjadi perbedaan inilah yang disebut selisih kas. Seandai kesalahan maka harus dibuat jurnal koreksi. pada akhir periode selisih kas dilaporkan di DEBET dalam beban diluar usaha sedangkan akun kas di KREDIT dilaporkan dalam pendapatan di luar usaha.
Contoh : PT. Abc pada 31 juli melakukan audit kas. Laporan hasil audit sbb:

uang kertas 50.000 sebanyak 3 lembar = 150.000 (50000*3)

uang kertas 100.000 sebanyak 2 lembar = 200.000 (100000*2)

jumlah 350.000

saldo buku besar pada kas 31juli = (300.000)

selisih kas = 50.000



JURNAL SELISIH KAS:

tanggal
keterangan

DEBET

KREDIT
01/07/31 Selisih kas

kas
50000

-
50000
Selisih kas 50rb merupakan pengurangan dari kas maka kamu rugi karena uang berkurang sehinnga itu selisih kas di DEBET. Sedangkan kas merupakan berkurangnya jumlah saldo kas dari buku besar kita yang merupakan saldo fisik kas. Seperti pada buku besar dibawah ini :

tgl
keterangan

DEBET

KREDIT

Saldo
Juli 31

Juli 31 Saldo

selisih kas
300000
-

-
50.000

300.000
250.000
Read more >>

Akuntansi Minyak dan Gas

Akuntansi minyak dan gas (oil and gas accounting) merupakan bagian dari akuntansi yang mempunyai perbedaan dengan akuntansi untuk perusahaan manufaktur. Meskipun perusahaan minyak dan gas merupakan bagian dari perusahaan manufaktur juga, namun dikarenakan sulitnya memperoleh tambang minyak, maka akuntansinya menjadi berbeda. Eksplorasi yang dilakukan oleh perusahaan dapat berhasil dan dapat gagal. Sifat inilah yang menyebabkan Akuntansi minyak dan gas dibagi dalam dua metode , yaitu Full Cost method dan Successfull effort.
Penjelasan singkat Metode akuntansi dalam Akuntansi Minyak dan gas:
1. Metode Full Cost, merupakan metode dimana semua biaya eksplorasi baik eksplorasi berhasil maupun eksplorasi yang gagal menghasilkan cadangan minyak akan diakumulasi sebagai kekayaan minyak dan akan dideplesi sesuai dengan jumlah yang diproduksi
2. Metode Successfull effort, merupakan metode dimana biaya eksplorasi yang berhasil memperoleh cadangan minyak saja yang akan dikelompokkan dalam kekayaan minyak, sedangkan biaya ekplorasi yang tidak menghasilkan cadangan minyak atau gagal tidak akan dimasukkan dalam kekayaan minyak. Biaya eksplorasi yang gagal menghasilkan cadangan minyak ini akan diakumulasi sebagai biaya periode.
Read more >>

Selasa, 15 November 2011

Perbedaan aktiva berwujud dan tidak berwujud

Aktiva berwujud : Yaitu aktiva dimana aktiva tersebut memiliki fisik yang akan digunakan sarana usaha, seperti tanah, tanah adalah harta yang digunakan untuk tujuan usaha, ada juga perbaikan tanah yaitu unsur-unsur seperti pemetaan tanah, pengaspalan, dan pemegaran, yang meningkatkan kegunaan dari aktiva, setelah itu gedung yaitu bangunan yang akan digunakan untuk menempatkan operasi perusahaan, terakhir peralatan yaitu aktiva yang dipergunakan dalam proses produksi atau penyediaan jasa. Contohnya antara lain mobil, truk, mesin, dan furnitur.

Aktiva tidak berwujud: yaitu aktiva yang tidak termasuk di dalam aktiva keuangan yang tidak memiliki bentuk fisik. Banyak aktiva tak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau dari pemerintah. Suatu contoh yang sangat terkenal dari aktiva tak berwujud adalah hak untuk mengoperasikan taksi di suatu kota metropolitan seperti New York, walaupun hak tersebut dapat dibuktikan dengan suatu obyek fisik, yaitu medali taksi, namun sebenarnya hak legal itulah yang justru berharga. Adapaun aktiva tidak berwujud yang lain antara lain Merek dagang (TRADE MARK), WARALABA (FRANCHISES), Pesanan yang belum dipenuhi (ORDER BACKLOG), dan Goodwill yaitu suatu hubungan-hubungan usaha, reputasi, sistem berjalan, persahabatan di antara staf, dll.
Read more >>

Kamis, 10 November 2011

Istilah-istilah Penting Akuntansi

- Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pajak antarperiode (assest and liability method of interperiod tax allocation)
- Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)
- Tarif pajak efektif (effective tax rate)
- Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)
- Alokasi pajak antarperiode (interperiod tex allocation)
- Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)
- Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)
- Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)
- Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)
- Perbedaan temporer (temporary differences)
- Penyisihan penilaian(valuation allowance)
- Akumulasi kewajiban imbalan (accumulated benefit obligation-ABO)
- Beban pensiun periodik bersih (net periodic pension expense)
- Biaya jasa (service cost)
- Biaya jasa lalu (prior service cost)
- Biaya pensiun dibayar dimuka/masih harus dibayar (prepaid/accured pension cost)
- Biaya pensiun yang ditangghkan (deferred pension cost)
- Dana pensiun (pension fund)
- Keuntungan atau kerugian pensiun (pension gain or loss)
- Keuntungan atau kerugian pensiun bersih yang belum diakui (unreconized net pension gain or loss)
- Kewajiban pensiun minimum (minimum pension liability)
- Kewajiban pensiun tambahan (additional pension liability)
- Imbalan pascapensiun selai pensiun (postretirement benefit other then pensions)
- Imbalan yang sudah menjadi hak (vested benefits)
- Nilai dana pensiun yang terkait pasar (market-ralated value of the pension fund)
- Nilai sekrang aktuarial (actuarial present value)
- Nialai wajar dana pensiun (fair value of the pension fund)
- Kurtailmen (penciutan) dalam program pensiun (curtailment of the a pension plan)
- Penyelesaian program pensiun (settlement of a pension plan)
- Periode jasa yang diharapkan (expected service period)
- Program pensiun (pension plan)
- Program pensiun dan kontribusi (iuran) pekerja (contributory pension plan)
- Program pensiun iuran pasti (difined contribution pension plans)
- Program pensiun imbalan pasti (difined benefit pension plans)
- Program pensiun pemberi kerja tunggal (single-employer pension plans)
- Program pensiun tanpa kontribusi (iuran) pekerja (noncontibutory pension plans)
- Proyeksi kewajiban imbalan (protected benefit obligation-PBO)
- Tanggal memenuhi syarat penuh (full eligibility date)
- Tingkat bungan penyelesaian (settlement interest rate)
- Tingkat pengembalian aktual dari dana pensiun (actual return on the pension fund)
- Tingkat pengembalian yang diharapkan dari dana pensiun (expected return ofn the pension fund)
Read more >>

Selasa, 08 November 2011

Kelompok-kelompok Dalam Neraca

Seperti yang telah dijelaskan pada postingan sebelumnya, bahwa di dalam neraca tersaji jumlah asset baik asset lancar maupun tidak lancar, setelah itu hutang jangka panjang & pendek, dan tentunya ekuitas atau modal. Baiklah untuk mempermudah pemahaman kita semua akan dijelaskan secara singkat, padat dan jelas, berikut :

Aktiva Lancar

Aktiva lancar merupakan suatu komponen dalam neraca yang tidak lain berisi harta perusahaan yang dapat diharapkan bisa dikonversikan menjadi uang kas dalam kurun kurang dari satu tahun atau satu siklus bisnis perusahaan. Perkiraan yang dapat dikategorikan sebagai aktiva lancar adalah:

- Kas atau ekuivalen kas yaitu terdiri dari uang kas di brankas perusahaan, rekening koran, deposito, dan lainnya.

- Surat berharga yaitu termasuk di sini investasi perusahaan dalam bentuk surat berharga seperti saham yang dapat diperjualbelikan seketika, surat pengakuan hutang, obligasi, dan lain-lain yang dapat diperjualbelikan.

- Piutang yaitu dimana suatu perusahaan mempunyai hak untuk menagih utangnya kepada pihak lain yang berhutang, piutang ini dapat direalisasikan menjadi kas jika sudah ada pembayaran atau menjual piutang kepada orang lain.

- Persediaan yaitu biasanya merupakan harta lancar yang diperkirakan dapat dikonversi menjadi kas lewat penjualan persediaan barang jadi. Persediaan bahan baku atau barang setengah jadi akan berubah menjadi kas lewat serangkaian produksi tambahan, yaitu barang jadi -> dijual -> Piutang/kas -> dibayar (jika piutang) -> Menjadi kas.

- Biaya dibayar dimuka maksudnya perkiraan ini diletakan sebagai aktiva lancar karena dianggap sebagai harta perusahaan yang diserahkan pada pihak lain dan dapat diambil seketika. Contohnya, perusahaan membayar sewa kantor untuk 3 tahun, pada saat neraca disusun sewa baru berjalan 5 bulan, maka biaya sewa 2,5 tahun adalah biaya dibayar dimuka.

- Aktiva lancar lainnya yaitu aktiva yang memiliki kriteria aktiva lancar namun jumlahnya sangat kecil.

Properti dan Perlengkapan

Maksud dari komponen atau kelompok aktiva ini adalah harta tetap perusahaan berupa mesin, rumah, kantor, gedung, alat-alat kantor. Untuk perlengkapan biasanya masuk kedalam aktiva lancar, karena biasanya perlengkapan masa usia gunanya kurang dari satu tahun. Untuk aktiva tetap sendiri usia gunanya adalah lebih dari satu tahun seperti mesin, gedung, tanah, dll. Dan perlu diingat bila aktiva tetap ini dimaksudkan untuk dijual kembali maka akan digolongkan kedalam kelompok aktiva lancar.

Aktiva tidak berwujud

Mendengar namanya saja sudah pasti aktiva ini tidak memiliki fisik alias tidak bisa dilihat, aktiva seperti ini memang ada seperti hak paten, hak royalti, atau hak lainnya.

Utang Lancar

Utang lancar adalah kelompok utang yang berisi tagihan yang harus dibayar oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Dengan kata lain, bila perusahaan memiliki utang yang dicicil dalam jangka waktu 10 tahun maka cicilan yang akan jatuh tempo untuk tahun tersebut harus dikategorikan sebagai utang lancar.

- Utang jangka pendek -> Merupakan bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo.

- Utang dagang -> Berupa utang pembelian bahan baku, bahan pembantu atau utang lain dalam rangka proses produksi dan jasa.

- Biaya yang dicadangkan -> Merupakan manfaat yang sudah dinikmati perusahaan naum belum ditagih oleh pihak lain, akan tetapi ketika ditagih maka harus dibayar segera. Misalnya, pemakaian listrik dan telepon yang baru akan ditagih pada bulan yang akan datang. Pada tanggal neraca disusun perkiraan penggunaan tersebut harus dibukukan sebagai biaya yangn dicadangkan.

- Utang pajak -> ini merupakan utang pajak kepada pemerintah yang harus dilunasi selama tahun berjalan.

Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang adalah utang perusahaan yang jatuh tempo bukan pada tahun berjalan. Porsi yang akan jatuh tempo pada tahun berjalan harus dipindahkan ke kelompok utang lancar.

Modal

Modal merupakan kelompok yang berisi klaim dari pemilik terhadap perusahaan. Biasanya pada urutan pertama sajikan saham pemilik. Berikutnya adalah agio saham (harga jual saham di atas harga nominal) atau additional paid in capital.
Read more >>

Kamis, 23 Juni 2011

PENGERTIAN AKUN RIIL DAN KLARIFIKASI AKTIVA,KEWAJIBAN,EKUITAS

PENGERTIAN AKUN RIIL DAN KLARIFIKASI AKTIVA,KEWAJIBAN,EKUITAS
Akun Rill ( akun neraca ) adalah akun yang mencatat perubahan unsur neraca.Akun rill dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu Aktiva,Kewajiban,Ekuitas.

Aktiva (Assets) adalah semua hak yang dapat digunakan dalam Operasional perusahaan.
Akiva dapat diklarafikasikan ke dalam beberapa sub kelompok sebagai berikut:

* KAS (CASH)
Kas(Cash) adalah uang tunai yang disimpan di brankas atau di kantor ataupun simpanan di bank yang berbentuk giro atau simpanan lain yang dapat diambil setiap saat.

* Deposito Bank
Deposito Bank/deposito berjangka (Time deposit) adalah simpanan pada bank yang berbentuk deposite yang dapat diambil pada waktu-waktu tertentu misal : 1 bulan,3 bulan,6 bulan.

*Surat berharga
Surat berharga/efek (Marketable securities) adalah saham dan obligasi perusahaan lain yang yang memanfaatkan kelebihan uang kas (idle money)

*Piutang Usaha (Account Receivable)
adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumya perusahaan memberikan pinjaman atau menjual barang atau jasa secara kredit kepada pihak lain.

Kewajiban ( liability) atau sering kita sebut sebagai hutang adalah kewajiban yang harus kita bayar karena telah menikmati/menggunakan barang/jasa tersebut sebelumnya serta terdapat jangka waktu pengembaliannya.


Ekuitas (Modal) adalah seluruh total kekayaan bersih yang kita gunakan sebelum memulai usaha baik itu berupa aktiva tetap ( peralatan kantor,gedung dll) maupun aktiva lancar (kas).

PENGERTIAN AKUN RIIL DAN KLARIFIKASI AKTIVA,KEWAJIBAN,EKUITAS
Read more >>

Rabu, 22 Juni 2011

BIDANG PROFESI AKUNTANSI

BIDANG PROFESI AKUNTANSI
A. AKUNTAN PUBLIK ( PUBLIK ACCOUNTANT )

Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas/independen terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain,serta memberikan jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan.

Tugas-tugas akuntan publik:

1. melakukan pemeriksaan ( auditing )
2. memberikan jasa perpajakan ( tax servise )
3. memberikan jasa konsultasi manajemen ( management advisory service )


B. AKUNTAN INTERN ( PRIVATE ACCOUNTANT )

Adalah akuntan yang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi tertentu ( sabagai karyawan ).

1. menyusun sistem akuntansi
2. menyusun laporan keuangan yang ditunjukkan untuk pihak ekstern maupun intern perusahaan
3. menyusun anggaran
4. menangani masalah perpajakan
5. melakukan pemeriksaan intern.


C. AKUNTAN PEMERINTAH ( GOVERMENT ACCOUNTANT )

Adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintahan.


D. AKUNTAN PENDIDIKAN

Adalah akuntan yang bertugas ke dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar,menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian ilmiah dibidang akuntansi.

BIDANG PROFESI AKUNTANSI
Read more >>

Minggu, 12 Juni 2011

Pengertian dan Penjelasan Dasar Akuntansi

Pengertian dan Penjelasan Dasar Akuntansi
A. Pengertian dan Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

B. Fungsi Akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

C. Laporan Dasar Akuntansi

Pada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Pada suatu laporan akuntansi harus mencantumkan nama perusahaan, nama laporan, dan tanggal penyusunan atau jangka waktu laporan tersebut untuk memudahkan orang lain memahaminya. Laporan dapat bersifat periodik dan ada juga yang bersifat suatu waktu

Pengertian dan Penjelasan Dasar Akuntansi
Read more >>

Kamis, 09 Juni 2011

Perbandingan antara Metode Akuntansi Cash dan Accrual

Perbandingan antara Metode Akuntansi Cash dan Accrual
Cash-Basis

Akuntansi Cash-Basis yang selanjutnya akan disebut dengan versi inggrisnya, cash-basis accounting, adalah metode pembukuan yang mencatat kejadian-kejadian data finansial berdasarkan cash flow dan cash position. Pendapatan atau revenue diakui ketika uang atau cash diterima dan pengeluaran atau expense diakui ketika uang telah dibayarkan. Pada cash-basis accounting, pendapatan dan pengeluaran disebut juga cash receipt dan cash payment.

Cash-basis accounting, tidak mengakui atau mengenal adanua janji-janji untuk membayar atau harapan-harapan untuk menerima uang atau layanan pada masa yang akan datang, seperti payable, receiveable, dan prepaid expenses.

Hal ini lebih sederhana bagi orang-orang atau organisasi-organisasi yang tidak memiliki transaksi dalam bentuk ini dengan jumlah yang banyak, atau jika jeda antara permulaan transaksi dan cash flow sangat singkat.

Persoalan-Persoalan dengan Cash-Basis

Cash-basis accounting gagal memenuhi persyaratan GAAP karena ia tidak mengikuti dua prinsip berikut :

*

Revenue Recognition Principle atau Prinsip-Prinsip Pengidentifikasian Pendapatan - Pendapatan harus diakui ketika ia telah direalisasikan (misalnya. sebuah penjualan kredit)
*

Matching Principle - Jika memungkinkan, pendapatan harus dipasangkan atau dicocokkan dengan pengeluaran atau biaya (Misal, penjalan kepada COGS)

Sebagai tambahan, cash-basis accounting tidak cocok untuk cost accounting di operasi manufaktur, karena pengeluaran tidak berhubungan dengan harga produk.

Contoh

Ketika Anda membayar biaya sewa, tuan tanah (landlord) Anda akan mencatat kejadian ini sebagai pemasukan ketika anda benar-benar telah memberikan pembayaran. Tuan tanah mencatat kejadian pengeluaran biaya ketika dia membayar agen rental fee mereka untuk apartemen Anda. Ini adalah (cash-basis) metode akunting yang digunakan oleh kebanyakan orang atau beberapa bisnis yang memiliki payables atau receiveables yang terbatas, atau yang cash flow pemasukan dan pengeluarannya saling berdekatan dan berhubungan secara waktu.

Berikut ini adalah contoh income statement dan Balance Sheet yang disederhanakan untuk cash-basis accounting :


Voidvector Corporation

Income Statement

For the year ended December 31, 2004


Revenue ........................................................................................................ $1,000

Expense ........................................................................................................ $ 800

Net Income ................................................................................................... $ 200


Voidvector Corporation

Income Statement

For the year ended December 31, 2004


Assets

Cash ........................................................................................................... $5,500

Total Assets ............................................................................................. $5,500

Liabilities and Stockholders Equity

Common Stock ......................................................................................... $5,500

Total Liabilities and Equity .................................................................... $5,500


Perbandingan

Ada dua tipe Cash-basis accounting : strict cash-basis dan modified-cash basis. Strict cash-basis mengikuti cash-flow secara tepat. Modiefied cash-basis memasukkan beberapa elemen dari accrual-basis accounting seperti inventory dan property capitalization.

Cash-basis accounting digunakan oleh bisnis-bisnis kecil dan rumah tangga. Statemen finasial untuk entitas-entitas tersebut digunakan oleh sedikit orang.

Accrual-Basis

Accrual-basis accounting mencatat kejadian-kejadian finansial berdasarkan kejadian yang mengubah net worth Anda (the amount owed to you less the amount you owe others). Implementasi standarnya adalah dengan mencatat dan mengenali pendapatan dan pengeluaran dalam periode transaksi-transaksi ini terjadi.

Meskipun uang tidak diterima atau dibayarkan dalam sebuah transaksi kredit, transaksi-transaksi ini dicatat karena pada masa datang transaksi-transaksi ini akan bersifat berurutan dalam pemasukan dan cash flow perusahaan. Accrual-basis sesuai dengan GAAP.


Contoh

Tuan tanah Anda akan mencatat adanya pendapatan pada saat waktu pembayaran sewa Anda telah jatuh tempo (Anda berhutang padanya). Dia mencatatkan biaya pengeluaran ketika biaya yang harus dibayarkan pada rental agent jatuh tempo (dia berhutang pada agen). Detail atau penjabaran dari cash flownya dan waktu-waktunya dicatat dalam pembukuan.

Berikut ini adalah contoh income statement dan Balance Sheet yang disederhanakan untuk accrual basis accounting (perhatikan adanya receivables dan payables) :


Voidvector Corporation

Income Statement

For the year ended December 31, 2004


Revenues ................................................................................................. $1,200

Expenses ................................................................................................. $ 800

Net income .............................................................................................. $ 400


Voidvector Corporation

Income Statement

For the year ended December 31, 2004

Assets

Cash ....................................................................................................... $5,500

Accounts receivable ............................................................................... $ 200

Total assets ........................................................................................... $5,700

Liabilities and Stockholders Equity

Accounts payable .................................................................................... $ 200

Common stock ........................................................................................ $5,500

Total liabilities and Equity .................................................................... $5,700


Perbandingan

Menggunakan cash-basis accounting, pemasukan dan pengeluaran dikenali hanya ketika uang diterima atau dibayarkan.

Menggunakan accrual-basis accounting, receivable dan payables dikenali ketika sebuah penjualan telah disetujui, meskipun belum ada yang diterima atau dibayarkan.

Cash-basis accounting menunda semua transaksi kredit ke tanggal selanjutnya. Cara ini lebih konservatif untuk penjual dalam hal ia tidak mencatat pemasukan sampai uang diterima. Dalam perusahaan yang berkembang, metode ini menghasilkan pemasukan yang lebih rendah dibandingkan dengan accrual-basis accounting.

Contoh Sederhana

Bisnis kecil seperti stand buah-buahan, yang membeli inventorynya secara harian dengan cara tunai di pasar grosir, jual inventorynya secara cash dan membiarkan apa yang tidak terjual, dapat mendapatkan gambaran yang tepat tentang laba dan ruginya hanya dengan menggunakan cash-basis accounting.

Dengan mengubah model bisnis yang memberikan kesempatan kepada pelanggan 90 hari untuk membayar dan that procures materials on account at the lumber yard, harus menggunakan accrual method untuk mendapatkan gambaran jelas tentang kondisi finansialnya.

Setiap bisnis mungkin saja mendapatkan gambaran yang akurat baik menggunakan metode cash-basis ataupun accrual dalam periode yang lama, kecuali untuk transaksi yang sudah dimulai tetapi belum ditutup.

Pertimbangan-Pertimbangan Lain

Statemen finansial standar accrual-basis (profit statement dan balance sheet) tidak mengindikasikan aliran uang masuk ataupun keluar sebuah perusahaan. Statement of Cash Flow dibuat untuk mengindikasikan informasi untuk accrual-basis accounting.

Accrual-basis accounting lebih mahal untuk dimaintain. karena metode ini mengharuskan pemegang buku untuk mencatat transaksi yang lebih banyak. Tetapi bagaimanapun juga, dengan adanya software accounting telah membuat metode reportingnya lebih mudah.

Perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan kredit cukup banyak sebaiknya menggunakan (di Amerika mungkin diharuskan untuk menggunakan oleh Internal Revenue Services) metode accrual-basis untuk metode accounting nya.

U.S Securities dan Exchange Commision mengharuskan semua perusahaan dagang umut (PT) mengikuti GAAP, oleh karena itu semua PT mempublikasikan statemen finansial mereka dengan menggunakan metode accrual.

Ada tiga golongan stakeholder eksternal yang harus dipertimbangkan ketika ingin mengambil keputusan metode report mana yang ingin digunakan :

*

creditor
*

stockholder
*

IRS

Untuk creditors dan stockholder perusahaan-perusahaan besar, cash-basis accounting secara finansial tidak mencukupi. Ia tidak bisa memproyeksikan cash flow masa depan perusahaan.

Untuk tujuan pajak, cash-basis accounting lebih disukai karena metode ini menangguhkan beban pajak sampai uang diterima. metode ini sering digunakan oleh binis kecil dan organisasi-organisasi yang tidak diwajibkan untuk menggunakan accrual-method, baik karena alasan pajak maupun kesederhanaannya.

Perbandingan antara Metode Akuntansi Cash dan Accrual
Read more >>