Kamis, 30 Juni 2011

Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!

Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!
Minggu, 14 Februari 2010
Posisi » Home » download » Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!
Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!

Buat kawan yang kebetulan lagi sibuk mikirin tentang pembuatan judul skripsi akuntansi atau mungkin juga proposal skripsi akuntasi keuangan, silakan dilihat2 dibawah ini:


sebelumnya, utk sedikit penyegaran

jurusan Akuntansi meliputi konsentrasi:
* Pasar Uang Dan Pasar Modal
* Pemeriksaan Akuntansi atau Audit
* Perpajakan
* Sistem Informasi Akuntansi
* Akuntansi Manajemen
* Akuntansi Keuangan

Jurusan Manajemen meliputi:
* Manajemen Pemasaran
* Manajemen Sumber Daya Manusia
* Manajemen Promosi
* Manajemen Keuangan
* Manajemen Operasional
Update:
*link download yang lain diusahakan akan ditambah
*contoh diatas hanya sebagai contoh referensi saja. Jgn di kopi total ya :)
*trims buat narasumber

Namun kali ini beberapa contoh skripsi akuntansi yang didapatkan dari berbagai sumber adalah:
- download Skripsi Ekonomi Akuntansi
- download Pedoman Penulisan Skripsi Jurusan Akuntansi
- download Proposal skripsi akuntansi
- download contoh soal dan kasus skripsi akuntansi keuangan




Download Skripsi Akuntansi Lengkap!!
Read more >>

Rabu, 29 Juni 2011

Jurnal dan Skipsi Akuntansi

Jurnal dan Skipsi Akuntansi
* PENGARUH TINGKAT BUNGA SBI, NILAI KURS DOLLAR AS, DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) (Studi di Bursa Efek Jakarta)
* ANALISIS PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH SESUAI DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (SAP) (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Blitar)
* ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALI BIAYA PRODUKSI DAN PENILAIAN KINERJA MANAJER PRODUKSI (Studi Kasus Pada PG. Meritjan Kediri)
* ANGGARAN PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PABRIK GULA
* PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH ( Studi Pada Peserta Komersial Asuransi Kesehatan Di PT.(Persero) Asuransi Kesehatan Indonesia Kantor Cabang Malang )
* ANALISIS PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) SEBELUM DAN SESUDAH DIBERLAKUKANNYA UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN TAHUN 2000
* PENGARUH SELF ASSESSMENT SYSTEM TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA PENGUSAHA KENA PAJAK (Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Batu)
* DAMPAK KEBIJAKAN KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
* PROSEDUR PENGHITUNGAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN (PPh) PASAL 21 ATAS GAJI PEGAWAI PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA MADIUN
* ANALISIS LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA DAN TINGKAT LIKUIDITAS PERUSAHAAN (Studi Perbandingan pada Perusahaan Rokok yang Go Public
* PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP MODAL BANK ( STUDI KASUS BANK PERMATA cabang MALANG TAHUN 2002:1 – 2005:4)
* PERANAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS SISTEM PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL DAN MENENGAH
Read more >>

Minggu, 26 Juni 2011

HIPOTHESIS TEORI AKUNTANSI POSITIF

HIPOTHESIS TEORI AKUNTANSI POSITIF
Menurut Watt & Zimmerman (1986) tujuan teori akuntansi adalah untuk menjelaskan
dan memprediksi praktek akuntansi. Penjelasan (explanation) menguraikan alasan mengapa
suatu praktik dilakukan. Misalnya teori harus menjelaskan mengapa suatu praktek dilakukan,
sebagai contoh teori harus menjelaskan mengapa banyak perusahaan lebih menyukai
menggunakan metode FIFO dibanding LIFO, sedangkan prediksi (prediction) berarti teori
harus mampu memprediksi berbagai phenomena praktik akuntansi yang belum dijalankan.
Phenomena yang belum dijalankan tidak selalu phenomena yang akan datang, bisa phenomena
yang telah terjadi tetapi belum ada bukti secara empiris untuk menjustifikasi phenomena
tersebut. Sebagai contoh teori akuntansi dapat menyediakan hipotesis tentang atribut
Jurnal Akuntansi & Auditing 87
Volume 01 / No 01/ Nopember 2004
perusahaan yang menggunakan metode FIFO dengan yang menggunakan metode LIFO,
sehingga dapat diuji penggunaan data historis pada perusahaan yang menggunakan dua metode
tersebut. Jadi teori merupakan pernyataan-pernyataan tentang hubungan logis (logical
relationship) antara variabel atau perilaku variabel-variabel alam atau sosial yang dapat
digunakan untuk menjelaskan (explanation) dan memprediksi (prediction ) berbagai
phenomena tersebut.
Teori berisi seperangkat hipotesis yang disusun melalui pemikiran logis dan
metodologi ilmiah baik secara deduktif maupun induktif dan diuji melalui penelitian ilmiah
dan empiris. Bila penelitian empiris dapat membuktikan validitas suatu teori, maka dikatakan
bahwa teori tersebut telah diverifikasi. Teori diperlukan karena teori tersebut dapat digunakan
untuk memprediksi (to predict) berbagai fenomena sosial tertentu yang diharapkan akan
terjadi. Artinya persyaratan-persyaratan atau asumsi-asumsi yang mendukung suatu teori
dapat dipenuhi, maka besar harapan (kemungkinan) bahwa gejala sosial tertentu akan terjadi,
tetapi ini tidak berarti bahwa teori tersebut menyebabkan phenomena yang diprediksi tersebut
terjadi. Dengan mendasarkan pada pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa teori terdiri
dari hipotesis-hipotesis yang bersifat deskriptif sebagai hasil penelitan dengan menggunakan
metode ilmiah tertentu. Hipotesis tersebut akan menjadi sumber acuan untuk menjelaskan
dan memprediksi gejala-gejala atau peristiwa dalam akuntansi.
Hipotesis dalam teori akuntansi positif yang dirumuskan oleh Watt & Zimmerman
(1986) dalam bentuk "oportunistik" yang sering diinterpretasikan, yaitu :
I. Hipotesis rencana bonus (Plan Bonus Hypothesis), dalam ceteris paribus para manajer
perusahaan dengan rencana bonus akan lebih memungkinkan untuk memilih prosedur
akuntansi yang dapat menggantikan laporan earning untuk periode mendatang ke
periode sekarang atau dikenal dengan income smoothing.
Dengan hipotesis tersebut apabila manajer dalam sistem penggajiannya sangat
tergantung pada bonus akan cenderung untuk memilih metode akuntansi yang dapat
memaksimalkan gajinya, misalnya dengan metode acrual.
2. Hipotesis perjanjian hutang (Debt Convenat Hypothesis), dalam ceteris paribus
manajer perusahaan yang mempunyai ratio leverage (debt/equity) yang besar akan
lebih suka memilih prosedur akuntansi yang dapat menggantikan laporan earning
untuk periode mendatang ke periode sekarang.
Dengan memilih metode akuntansi yang dapat memindahkan pengakuan laba untuk
periode mendatang ke periode sekarang maka perusahaan akan mempunyai leverage
ratio yang keci I, sehingga menurunkan kemungkinan default technic. Seperti
diketahui bahwa banyak perjanjian hutang mensyaratkn peminjam.untuk mematuhi
atau mempertahankan rasio hutang atas modal, modal kerja, ekuitas pemegang saham
dll.selama masa perjanjian, jika perjanjian tersebut dilanggar perjanjian hutang mungkin
memberikan penalti, seperti kendala dalam deviden atau pinjaman tambahan.
3. Hipotesis biaya proses politik (Politic Process Hypothesis), dalam ceteris paribus
semakin besar biaya politik perusahaan, semakin mungkin manajer perusahaan untuk
memilih prosedur akuntansi yang menangguhkan laporan earning periode sekarang
ke periode mendatang.
88 I PENDEKATAN DAN KRITIK TEORI AKUNTANSI POSITIF
Oleh : Indira Januarti
Hipotesis ini berdasarkan asumsi bahwa perusahaan yang biaya politiknya besar
lebih sensitif dalam hubungannya untuk mentransfer kemakmuran yang mungkin
lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang biaya politiknya keci I dengan kata
lain perusahaan besar cenderung lebih suka menurunkan atau mengurangi laba yang
dilaporkan dibandingkan perusahaan kecil.
Tiga hipotesis tersebut menunjukkan bahwa akuntansi teori positifmengakui adanya
3 hubungan keagenan (1) antara manajemen dengan pemilik, (2) antara manajemen dengan
kreditur, (3) antara manajemen dengan pemerintah (Anis dan Imam, 2003). Masalah agency
muncul disebabkan karena adanya asimetri informasi antara agent dan principal, dimana
agent lebih banyak mempunyai informasi dibandingkan principal. sehingga menyebabkan
adanya moral hazard (Ahmed R.B.,2000) :

HIPOTHESIS TEORI AKUNTANSI POSITIF
Read more >>

Sabtu, 25 Juni 2011

TEORI AKUNTANSI POSITIF/DESKRIPTIF

TEORI AKUNTANSI POSITIF/DESKRIPTIF
Perkembangan teori positiftidak dapat dilepaskan dari ketidakpuasan terhadap teori
normatif (Watt & Zimmerman,1986). Selanjutnya dinyatakan bahwa dasar pemikiran untuk
menganalisa teori akuntansi dalam pendekatan normatifterlalu sederhana dan tidak memberikan
dasar teoritis yang kuat. Terdapat tiga alasan mendasar terjadinya pergeseran pendekatan
normatif ke positif yaitu (Watt & Zimmerman,1986 ):
1. Ketidakmampuan pendekatan normatif dalam menguji teori secara empiris, karena
didasarkan 'pada premis atau asumsi yang salah sehingga tidak dapat diuji
keabsahannya secara empiris.
2. Pendekatan normatif lebih banyak berfokus pada kemakmuran investor secara
individual daripada kemakmuran masyarakat luas.
3. Pendekatan normatif tidak mendorong atau memungkinkan terjadinya alokasi sumber
daya ekonomi secara optimal di pasar modal. Hal ini mengingat bahwa dalam sistem
perekonomian yang mendasarkan pada mekanisme pasar, informasi akuntansi dapat
menjadi alat pengendali bagi masyarakat dalam mengalokasi sumber daya ekonomi
secara efisien.
Selanjutnya Watt & Zimmerman menyatakan bahwa dasar pemikiran untuk
menganalisa teori akuntansi dalam pendekatan normatifterlalu sederhana dan tidak memberikan
dasar teoritis yang kuat. Untuk mengurangi kesenjangan dalam pendekatan normatif, Watt &
Zimmerman mengembangkan pendekatan positif yang lebih berorientasi pada penelitian empirik
dan menjustifikasi berbagai teknik atau metode akuntansi yang sekarang digunakan atau
mencari model baru untuk pengembangan teori akuntansi dikemudian hari. Apabila teori
normatif menunjukkan cara terbaik untuk melakukan sesuatu berdasar premis, norma atau
standar, teori positifberusaha menjelaskan atau memprediksi fenomena nyata dan mengujinya
secara empirik (Godfrey et.a1,1997 dalam Anis dan Imam,2003). Penjelasan atau prediksi
dilakukan menurut kesesuaiannya dengan observasi dengan dunia nyata.
Aliran positif merupakan perspektif yang dikenal luas oleh kalangan akademisi saat
ini. Aliran ini pertama kali diperkenalkan di Universitas Chichago, kemudian meluas ke
beberapa Universitas lainnya di Amerika Serikat seperti Rochester, Barkley, Stanford, UCLA,
NY (Rasyid,1997). Teori akuntansi positif mempunyai suatu kepercayaan bahwa realita sosial
berada secara independen dari manusia yang memiliki sifat atau esensi tersendiri. Hal ini
mengakibatkan fenomena empiris terpisah dari penelitian. Dengan demikian validitas ilmiah
dari dunia empiric diuji melalui observasi. Di dalam filsafat ilmu pengujian empiris ini dinyatakan
dalam 2 cara (Chua,1986 dalam Imam,2000), yaitu :
1. Dalam pandangan aliran positivis ada teori dan seperangkat pernyataan hasil
observasi independen yang digunakan untuk membenarkan atau memverifikasi
kebenaran teori.
Jurnal Akuntansi & Auditing 85
Volume 01/ No. 01/ Nopember7304
2. Dalam pandangan Popperian karena pernyataan hasil observasi merupakan teori
dependent dan fallible, maka teori-teori ilmiah tidak dapat dibuktikan
kebenarannya, tetapi memungkinkan untuk ditolak (falsified).
Meskipun ada 2 cara untuk pengujian empiris para peneliti tetap sepakat bahwa metode
hypotetico-deductive menjadi pilihannya. Suatu penjelasan dikatakan ilmiah apabi la 1) harus
memasukkan satu atau lebih prinsip-prinsip umum atau hukum, 2) harus ada pra kondisi
yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pernyataan hasil observasi dan 3) harus ada satu
pernyataan yang menggambarkan sesuatu yang dijelaskan (Imam G,2000).
Teori akuntansi positif menurut Scott (2000) berusaha untuk membuat prediksi
yang baik sesuai dengan kejadian yang nyata. Lebih lanjut Godfrey et.al (1997) dalam Anis
dan Imam (2003) menyatakan bahwa teori akuntansi positif berusaha menjawab antara lain
pertanyaan berikut dari sudut pandang ekonomi. :
1. Apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh dalam
pemilihan metode akuntansi alternatif ?
2. Apakah biaya yang diperoleh sebanding dengan manfaat yang diperoleh dalam
regulasi dan proses penentuan standar akuntansi ?
3. Apa dampak laporan keuangan yang dipublikasikan pada harga saham ?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dikembangkan teori akuntansi positif yang
dapat dikelompokkan menjadi dua tahap, yaitu (Godfrey et a1,1997 dalam Anis dan lmam,2003):
1. Penelitian akuntansi dan perilaku pasar modal. Dalam tahap ini tidak dijelaskan tentang
praktek akuntansi, tetapi dilakukan penelitian terhadap hubungan pengumuman laba dengan
reaksi harga saham. Untuk melakukan penelitian dalam tahap ini digunakan Hipotesis
Pasar Efisien (Efficiency Market Hyphothesis) (Scott,2000). Pasar modal efisien adalah
pasar modal dimana harga surat-surat berharga yang diperdagangkn setiap waktu secara
wajar dan merefleksikan semua informasi yang diketahui publik berkaitan dengan surat
berharga dan Capital Asset Pricing Model (CA PM).
2. Penelitian dalam tahap kedua dilakukan untuk menjelaskan dan memprediksi praktek
akuntansi antar perusahaan yang difokuskan pada alasan oportunistik dalam hal
perusahaan memilih metode akuntansi tertentu, atau pada alasan efisiensi yaitu metode
akuntansi dipilih untuk mengurangi biaya kontrak antara perusahaan dengan stakeholdernya.
Alasan pertama yaitu perspektif oportunistik disebut ex-post yaitu pemilihan metode
akuntansi dilakukan sesudah diketahui faktanya. Alasan kedua yaitu perpektif efisiensi
disebut ex ante karena pemilihan metode akuntansi dilakukan sebelumf2ktanya diketahui.
Penelitian dibidang ini menggunakan agency theory yang membahas tentang paradigma
pengendalian (control).
Aliran positif beranggapan bahwa antara kekuasaan dan politik sebagai sesuatu yang
tetap dan sistem sosial dalam organisasi terdiri dari fenomena empiris konkrit dan bebas nilai
(tidak tergantung) pada manajer dan karyawan yang bekerja didalamnya (Machintosh,1994
dalam Nur Indriantoro,1999). Kemudian Positivist menganggap dirinya sebagai pengamat
yang netral, obyektif dan bebas nilai dari fenomena akuntansi yang diamati (Nur
Indriantoro,1999). Teori akuntansi positif juga dibangun berdasarkan asumsi —asumsi tentang
86 I PENDEKATAN DAN KRITIKTEORIAKUNTANSI POSITIF
Oleh : Indira Januarti
the nature of human society. Diasumsikan bahwa manusia selalu menentukan tujuan terlebih
dahulu sebelum memilih untuk melakukan suatu aksi. Dalam hal ini manusia memiliki "a
single superordinate goal" yaitu "utility maximization"' asumsi ini muncul dalam teori agensi
akuntansi. Menurut teori ini seorang agen (manajer) akan selalu menyukai untuk bekerja
sedikit dari pada banyak, sementara pemilik (principal) berharap memaksimumkan
pengembalian investasinya.
Sistem ekonomi kapitalis merupakan landasan yang kuat untuk berkembangnya
akuntansi positif. Rasyid (1997) menyatakan bahwa hubungan antara teori dan praktek dalam
akuntansi positif dengan adanya suatu means-end dichotomy, yaitu keterpisahan antara dunia
teori dan praktek. Asumsi ini akibat logis dari asumsi ontologis (asumsi tentang obyek
penelitian) yaitu pertanyaan tentang keberadaan suatu obyek penelitian dan realita sosial.
Peneliti harus dapat meyakinkan dirinya tentang keberadaan sesuatu yang sedang dipelajari
atau diteliti, apakah real ita sosial yang akan diteliti merupakan suatu obyek yang konkrit atau
merupakan suatu kOnsep (Gaffikin,1989,1998) I mplikasinya dalam dunia akuntansi adalah
bahwa akuntansi dan akuntan menyediakan informasi seefisien dan seefektif mungkin,
sementara bagaimana manajer menggunakannya tidaklah menjadi perhatian akuntan dan
akuntansi. Sejauh ini aliran positif selalu berupaya melakukan riset akuntansi dengan cara
mengevaluasi hubungan antar variabel dengan hasil yang menyatakan signifikansi antar variabel
tersebut. Oleh karena itu dalam evaluasi dan anal isisnya aliran positif sangat mengandalkan
penggunaan alat statistik. Semua kasus diupayakan untuk melihat dan disederhanakan menjadi
rumusan statistik, akibatnya sering peneliti merasa kebingungan dengan hasil penelitian yang
diperoleh karena semua permasalahan disederhanakan dengan rumusan statistik.
Pendekatan positif telah memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan
akuntansi menurut Watt Zimmerman (1986)
a. Menghasilkan pola sistematik dalam pilihan akuntansi dan memberikan
penjelasan spesifik.
b. Memberikan kerangka yang jelas dalam memahami akuntansi
c. Menunjukkan peran utama contracting cost dalam teori akuntansi.
d. Menjelaskan mengapa akuntansi digunakan dan memberikan kerangka dalam
memprediksi pilihan akuntansi.
e. Mendorong riset yang relevan dengan akuntansi dan menekankan pada
prediksi serta penjelasan terhadap fenomena,

TEORI AKUNTANSI POSITIF/DESKRIPTIF
Read more >>

Jumat, 24 Juni 2011

PENDEKATAN DAN KRITIK TEORI AKUNTANSI POSITIF

PENDEKATAN DAN KRITIK TEORI AKUNTANSI POSITIF
Awal perkembangan teori akuntansi menghasilkan teori normatif yang didefinisikan
sebagai teori yang mengharuskan. Pendekatan klasikal yang lebih menitikberatkan pada
pemikiran normatif mengalami kejayaannya pada tahun 1960-an, tetapi dalam tahun 1970-an
terjadi pergeseran pendekatan dalam penelitian akuntansi. Alasan yang mendasari pergeseran
ini adalah bahwa pendekatan normatif yang telah berjaya selama satu dekade tidak dapat
menghasilkan teori akuntansi yang siap dipakai didalam praktek sehari-hari. Design sistem
akuntansi yang dihasilkan dari penelitian normatif dalam kenyataannya tidak dipakai dalam
praktek. Sebagai akibatnya muncul anjuran untuk memahami secara deskriptif berfungsinya
sistem akuntansi didalam praktek nyata. Harapannya dengan pemahaman dari praktek
langsung akan muncul design sistem akuntansi yang lebih berarti (Imam G.,2000)
Pada awal perkembangannya teori akuntansi menghasilkan teori normative yang
didefinisikan sebagai teori yang mengharuskan dan menggunakan kebijakan nilai (value
judgement) yang mengandung minimum sebuah prem is (Wolk & Tearney, 1997). Teori
normatif pada awalnya belum menggunakan pendekatan investigasi formal, baru pada
perkembangan berikutnya mulai digunakannya pendekatan investigasi terstruktur formal,
yaitu pendekatan deduktif (dimulai dari proposisi akuntansi dasar sampai dengan dihasilkan
prinsip akuntansi yang rasional sebagai dasar untuk mengembangkan teknik-teknik akuntansi
(Anis dan Imam,2003)). Selain itu perkembangan akuntansi juga mengarah pada teori akuntansi
positif atau deskriptif yang investigasinya sudah lebih terstruktur dengan menggunakan
pendekatan induktif (didasarkan pada konklusi yang digeneralisasikan berdasarkan hasil
Jurnal Akuntansi & Auditing I 83
Volume 01/ No 01/ Nopember 2004
observasi dan pengukuran yang terinci (Anis dan Imam,2003). Berbagai teori positif atau
deskriptif berkembang dengan pesat dalam akuntansi. Perkembangan teori mengarah pada
teori positif (deskriptif) ini dibarengi dengan perubahan fokus teori akuntansi yang digunakan
oleh lembaga akuntansi, misalnya FASB yang menekankan pada kegunaan dalam pengambilan
keputusan dan tidak lagi terfokus pada postulate seperti terlihat pada kerangka konseptual
yang diterbitkan oleh FASB mulai tahun 1979 yang dimulai dengan perumusan tujuan pelaporan
keuangan (SFAC 1,1979 dalam Anis dan Imam,2003).
Teori akuntansi kadang-kadang dibingungkan dengan pengertian normatif dan positif.
Watts dan Zimmerman (1986) menjelaskan teori normatif sebagai berikut : teori normatif
berusaha menjelaskan informasi apa yang seharusnya dikomunikasikan kepada para pemakai
informasi akuntansi dan bagaimana akuntansi tersebut akan disajikan. Jadi teori normatif
berusaha menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh akuntan dalam proses penyajian
informasi keuangan kepada para pemakai dan bukan menjelaskan tentang apakah informasi
keuangan itu dan mengapa hal tersebut terjadi. Menurut Nelson dalam Anis dan Imam (2003)
teori normatif sering dinamakan teori a priori (dari sebab ke akibat dan bersifat deduktif).
Teori normatif bukan dihasilkan dari penelitian empiris tetapi dihasilkan dari kegiatan semi
research. Sebaliknya tujuan pendekatan teori positif berusaha menguraikan dan menjelaskan
apa dan bagaimana informasi keuangan disajikan serta dikomunikasikan kepada para pemakai
informasi akuntansi atau dengan kata lain pendekatan teori positif bukanlah untuk memberikan
anjuran mengenai bagaimana praktik akuntansi seharusnya, tetapi untuk menjelaskan mengapa
praktik akuntansi mencapai bentuk seperti keadaannya sekarang. Selain itu pendekatan teori
positifsangat menekankan pentingnya penelitian empiris untuk menguji apakah teori akuntansi
yang telah dikemukakan dalam banyak literatur teori akuntansi dapat menjelaskan praktik
akuntansi yang berlaku (Arif,1999).
Usaha pemahaman secara empiris dan mendalam adalah adanya move dari komuniti
peneliti akuntansi yang menitik beratkan pada, pendekatan ekonomi dan perilaku (behavior).
Perkembangan financial economics dan khususnya munculnya hipotesis pasar yang efisien
(effisient market hypothesis) serta teori agensi (agency theory) telah menciptakan teori suasana
baru bagi penelitian empiris manajemen dan akuntansi. Beberapa pemikir akuntansi dari
Rochester dan Chicago mengembangkan apa yang disebut dengan Positive Accounting theory
yang menjelaskan why accounting is what it is, why accountants do what they do, dan apa
pengaruh dari fenomena ini terhadap manusia dan penggunaan sum ber daya (Jensen,1976
dalam Anis dan Imam, 2003).
Pendekatan normatif maupun positivist hingga saat ini masih mendominasi dalam
penelitian akuntansi. Artikel-artikel yang terbit di Jurnal The Accountin? Review maupun
Journal of Accounting Research, Journal of Business Research hampir semuanya
menggunakan pendekatan mainstream dengan ciri khas menggunakan model matematis dan
pengujian hipotesa. Walaupun pendekatan mainstream masih mendominasi penelitian
manajemen dan akuntansi hingga saat ini, sejak tahun 1980-an telah muncul usaha-usaha
baru untuk menggoyahkan pendekatan mainstream. Pendekatan ini pada dasarnya tidak
mempercayai dasar filosofi yang digunakan oleh pengikut pendekatan mainstream. Sebagai
gantinya, mereka meminjam metodologi dari ilmu-ilmu sosial yang lain seperti filsafat, sosiologi,
antropologi untuk memahami akuntansi (Imam G,2000).

PENDEKATAN DAN KRITIK TEORI AKUNTANSI POSITIF
Read more >>

Kamis, 23 Juni 2011

PENGERTIAN AKUN RIIL DAN KLARIFIKASI AKTIVA,KEWAJIBAN,EKUITAS

PENGERTIAN AKUN RIIL DAN KLARIFIKASI AKTIVA,KEWAJIBAN,EKUITAS
Akun Rill ( akun neraca ) adalah akun yang mencatat perubahan unsur neraca.Akun rill dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu Aktiva,Kewajiban,Ekuitas.

Aktiva (Assets) adalah semua hak yang dapat digunakan dalam Operasional perusahaan.
Akiva dapat diklarafikasikan ke dalam beberapa sub kelompok sebagai berikut:

* KAS (CASH)
Kas(Cash) adalah uang tunai yang disimpan di brankas atau di kantor ataupun simpanan di bank yang berbentuk giro atau simpanan lain yang dapat diambil setiap saat.

* Deposito Bank
Deposito Bank/deposito berjangka (Time deposit) adalah simpanan pada bank yang berbentuk deposite yang dapat diambil pada waktu-waktu tertentu misal : 1 bulan,3 bulan,6 bulan.

*Surat berharga
Surat berharga/efek (Marketable securities) adalah saham dan obligasi perusahaan lain yang yang memanfaatkan kelebihan uang kas (idle money)

*Piutang Usaha (Account Receivable)
adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumya perusahaan memberikan pinjaman atau menjual barang atau jasa secara kredit kepada pihak lain.

Kewajiban ( liability) atau sering kita sebut sebagai hutang adalah kewajiban yang harus kita bayar karena telah menikmati/menggunakan barang/jasa tersebut sebelumnya serta terdapat jangka waktu pengembaliannya.


Ekuitas (Modal) adalah seluruh total kekayaan bersih yang kita gunakan sebelum memulai usaha baik itu berupa aktiva tetap ( peralatan kantor,gedung dll) maupun aktiva lancar (kas).

PENGERTIAN AKUN RIIL DAN KLARIFIKASI AKTIVA,KEWAJIBAN,EKUITAS
Read more >>

Rabu, 22 Juni 2011

BIDANG PROFESI AKUNTANSI

BIDANG PROFESI AKUNTANSI
A. AKUNTAN PUBLIK ( PUBLIK ACCOUNTANT )

Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas/independen terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi lain,serta memberikan jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan.

Tugas-tugas akuntan publik:

1. melakukan pemeriksaan ( auditing )
2. memberikan jasa perpajakan ( tax servise )
3. memberikan jasa konsultasi manajemen ( management advisory service )


B. AKUNTAN INTERN ( PRIVATE ACCOUNTANT )

Adalah akuntan yang bekerja di dalam perusahaan atau organisasi tertentu ( sabagai karyawan ).

1. menyusun sistem akuntansi
2. menyusun laporan keuangan yang ditunjukkan untuk pihak ekstern maupun intern perusahaan
3. menyusun anggaran
4. menangani masalah perpajakan
5. melakukan pemeriksaan intern.


C. AKUNTAN PEMERINTAH ( GOVERMENT ACCOUNTANT )

Adalah akuntan yang bekerja pada badan-badan pemerintahan.


D. AKUNTAN PENDIDIKAN

Adalah akuntan yang bertugas ke dalam pendidikan akuntansi, yaitu mengajar,menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian ilmiah dibidang akuntansi.

BIDANG PROFESI AKUNTANSI
Read more >>